tempat kerja sama saja?
banyak orang bilang tempat kerja itu dimana mana sama aja selama masih kerja sama orang, sama-sama ga enak. affaaiyaaah?
berdasarkan perjalanan 100 tahun di dunia perkantoran sebagai cungpret saya bisa pastikan itu salah dan hanya dialami orang yang kurang beruntung saja. mengapa demikian?
karena diantara beberapa kantor yang pernah kusinggahi untuk menghidupi diri ini, ada kok diriku menemukan 1 perusahaan yang works culturenya oke, jam kerja normal, atasan dan rekan kerjanya baik-baik, sistem penggajian beserta bonus dan cuti sangat asik, bahkan sampe sekarang orang-orangnya dimana berada pun kita masih berhubungan baik.
darimana aku tau? tentu saja adalah karena sebelum disana dan setelah keluar dari sana hampir semua kantor yg kusinggahi berikutnya memiliki kondisi yang sangat sangatlah error dan mirip perbudakan era penjajahan. jam kerja berantakan, lembur berhamburan, gaji alakadarnya, kerjaan tiada habisnya, cuti sulit, jenjang karir ruwet. tentunya semua dibungkus dengan kalimat andalan “inget banyak orang ngantri mau kerja” dan “udah banyak-banyakin bersyukur aja” bhahahahahaha.
tapi kurasa itu sesuai dengan mayoritas orang yang menganut kerja harus sibuk, harus capek, harus lembur, harus perjuangan dan berdarah-darah. semua ini demi keluarga dan cita-cita katanya ahahaaay! tau-tau udah tua aja waktunya abis dan hidup masih gini gitu aja.
jadi tentukan pilihan, pilih mana duitnya enak kerjanya ga enak? atau duitnya ga enak tapi kerjanya ga enak? kalo diriku tentu saja pilih kerjanya enak dan duitnya enak lah.. ada kok tenang saja kita akan selalu dipertemukan dengan apa yang kita gambarkan dalam kepala 😆
- - drmgnt
















