"Eh, hari ini es krimnya rasa black charcoal sama vanilla," ujarku kepada kedua temanku.
"Oke, aku vanilla ya, tapi es krimnya yang gede (bukan versi mini)" ujar temanku sambil membuka dompetnya, mengeluarkan selembar uang pecahan lima puluh ribu dan memberikannya kepadaku yang sedang mengantre.
"Aku juga mau yang gede, tapi rasanya dicampur aja deh. Penasaran kalo black charcoal rasanya gimana" ujar temanku yang satu lagi, sambil terus melihat papan menu yang menunjukkan jadwal rasa es krim tiap harinya.
"Black charcoal kan artinya arang, ya berarti pahit lah" celetukku asal.
"Pokoknya nanti aku mau cobain yaa!" seru temanku yang memesan vanilla.
Jujur saja, di antara kami bertiga, belum pernah ada yang mencoba makanan atau minuman dengan rasa black charcoal. Rasa itu masih asing dan tak tertebak akan seperti apa jadinya.
Pernah menjadi black charcoal? Eh, maksudnya pernah merasa asing seperti rasa es krim black charcoal? Aku rasa hampir setiap orang pernah merasa begitu, terlebih ketika berada di lingkungan yang berisi orang-orang yang tak kita kenal. Anggaplah kamu merasa asing karena sudah bisa membayangkan di lingkungan itu kamu akan menyendiri dari keramaian.
Lalu, bagaimana kondisinya kalau ternyata kita merasa asing di lingkungan yang sebenarnya sudah kita kenal betul orang-orangnya?
Merasa asing atau takut diasingkan?
Takut nanti tidak diajak berinteraksi?
Takut mereka membangun jarak denganmu?
Itu hanya pikiranmu saja?
Pikiranmu yang membangun benteng di sekelilingmu, membuatmu terasing dengan sendirinya sehingga orang-orang di luar benteng yang memanggilmu pun kamu anggap sebagai halusinasimu saja.
Usaha mereka untuk menghancurkan bentengmu, untuk tidak membuatmu merasa asing, gagal karena kamu pun tak berusaha dari dalam.
Kamu hanya menunggu orang yang sangat kuat untuk menarikmu ke luar.
Sayangnya, orang yang kamu tunggu itu terlalu sempurna untuk benar-benar ada.
Sampai akhirnya, kamu tersadar bahwa sedari awal yang membangun benteng itu adalah kamu sendiri. Maka yang mampu merobohkan benteng itu adalah dirimu juga.