Tulisan ini didekasikan untuk seseorang Idola yang sudah sejak lama penulis kagumi sebagai sesama manusia yang memiliki jiwa seni. Bagi sebagian banyak teman, pasti sudah paham betul jika penulis sangat suka sekali mendengarkan lagu karya penyanyi Amerika ternama bernama Demi Lovato. Penulis tahu dan jelas jika tidak ada orang yang sempurna di dunia ini, jadi tidak ada salahnya juga mengagumi seseorang yang –setidaknya menjadi panutan dalam beraktivitas atau sekedar semangat hidup.
Namanya Demi Lovato, berangkat dari aktris cilik dalam acara Barney and Friends, sebuah badut dinosaurus berwarna ungu nan lucu. Tidak selama itu juga penulis menyukai Demi. Tercatat sejak tahun akhir tahun 2013, untuk pertama kalinya penulis mendengar lagu Heart Attack karya Demi Lovato. Sejak saat itu, penulis merasa jika lagu tersebut memiliki semacam kekuatan tersendiri yang mampu membawa pendengarnya ada pada titik yang sangat penuh dengan kekuatan. Bukan lagu sedih yang merana dan hanya meratapi kegagalan, tapi lagu yang memiliki kekuatan untuk bangkit dan terus berjalan.
Karena merasa jatuh cinta dengan suara Demi dan juga lagu serangan jantung, penulis memutuskan untuk mencari tahu lebih dalam tentang siapa sebenarnya sosok Demi Lovato ini dan juga mendengarkan lebih banyak lagi karyanya. Benar saja! Setelahnya penulis menemukan lagu Skyscrapper yang mana benar-benar memberikan dampak positif bagi siapapun yang mendengarnya. Lagu ballad yang dikemas dengan berani dan tangguh seolah kegagalan bukan suatu hal yang perlu kita ratapi selamanya. Ditambah dengan karakter vokal Demi yang sangat keras (rock) dan kuat, membuat makna lagu Pencakar Langit lebih pas dan melebur jadi satu kesatuan yang sempurna.
Ada juga lagu Demi dari albumnya yang pertama berjudul Believe in Me, lagu yang benar-benar mampu meningkatkan kadar kepercayadirian pendengar. Ada juga Unbroken yang memiliki makna tak terpatahkan, rapuh tapi tidak melepuh. Tetap kokoh meski banyak halangan dan rintangan yang menghadang. Itulah ciri khas lagu Demi Lovato.
Tidak hanya sampai disitu, pada tahun yang sama Demi merilis album keempatnya yang bertajuk Demi. Ya benar, album yang diberi judul namanya sendiri itu cukup sukses dipasaran, terbukti lewat lagu serangan jantung tadi, yang bisa tembus ke posisi teratas ditangga lagu Amerika. Bahkan sampai tulisan ini dibuatpun, lagu serangan jantung karya Demi masih sering diputar diberbagai macam platform musik atau aplikasi berbasis media sosial. Percayalah, karena lagu itu penulis mengenal Demi.
Lewat album self-titled Demi, ada beberapa lagu favorit yang benar-benar membuat pendengar akan dibuat terbang –bukan secara harfiah. Sebut saja Warrior, lagu ballad yang memiliki arti lirik begitu dalam. Lewat lagu itu Demi ingin menyampaikan jika seberapa banyak luka yang sudah dia dapat, dia akan tetap berdiri tangguh layaknya para pejuang yang gagah berani di medan perang. Juga ada lagu berjudul Really Don’t Care yang lagi-lagi sukses membuat pendengar tidak lagi sedih dengan perkataan orang yang buruk. Ya, ‘cause I really don’t care. Cuekin aja lah, kalo kata Demi.
Di tahun 2015, Demi membuat album kelimanya yang bertajuk Confident, album yang mendapatkan nominasi Grammy untuk kategori Best Pop Vocal Album ini diawali dengan single Cool For The Summer yang benar-benar bisa membius pendengar untuk ikut gabung ke pantai untuk sekedar berjemur atau berenang di pinggir pantai. Lewat album ini, Demi berpesan bahwa siapapun harus percaya diri, tidak boleh ragu ataupun malu. Tunjukkan talenta dan bakat atau kemampuan yang kalian punya. Lewat lagu Confident juga Demi berharap jika tidak ada lagi pendengarnya yang masih ragu untuk menjadi seseorang yang percaya diri. Apa yang salah dengan menjadi percaya diri?
Lanjut di tahun 2017 Demi merilis lagu berjudul Sorry Not Sorry yang kemudian diikuti dengan album keenamnya yang bertajuk Tell Me You Love Me. Bicara soal Sorry Not Sorry, lagu ini memiliki makna jika tidak seharusnya kita menyesal atas penilaian buruk seseorang tentang diri kita. Abaikan saja, selagi itu membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik maka silahkan dipertimbangkan, jika tidak maka abaikan saja. Lagu Sorry Not Sorry sukses menjadi lagu tersukses yang pernah Demi ciptakan. Percaya atau tidak, sejak kemunculan lagu tersebut penulis selalu memutarnya saat sedang bekerja, dan secara tidak langsung membuat banyak rekan kerja ikut mendengarkan Sorry Not Sorry. Jadi, tidak hanya Demi yang rajin promo Sorry Not Sorry di berbagai acara, radio ataupun festival musik. Penulis selaku penggemarnya pun juga ikut aktif mempromosikan lagu tersebut ke semua teman tanpa terkecuali.
Perjalanan hidup Demi sangat berat, sama seperti kita semua. Hanya saja mungkin bukan masalah finansial yang Demi miliki seperti kita. Demi mengalami overdosis di tahun 2018 yang membuatnya harus menjalani pengobatan intensif dan beberapa terapi. Hampir sepanjang tahun 2019 Demi tidak muncul dipermukaan, bahkan saat berita overdosis tersebut, hampir satu dunia memberitakan hal serupa. Jujur, penulis sangat sedih kala itu.
Demi muncul kembali di akhir tahun 2019 dengan mengumumkan jika dirinya tidak lagi berada dalam manajemen yang lama. Kini Demi sudah menjadi bagian dari keluarga besar SB Project. Dan percayalah jika sekarang Demi Lovato sudah satu manajemen dengan penyanyi besar lainnya seperti Justin bieber, Ariana Grande, J Balvin dan BTS. Sungguh mantap sekali. Hingga puncaknya, Demi memiliki lagu kolaborasi pertamanya dengan Ariana dalam album ketujuh Demi yang berjudul Dancing With The Devil…The Art of Starting Over. Lewat lagu Meet Him Last Night, Demi dan Ari sukses membuat telingga pendengar terberkati. Lagu yang begitu indah dan penuh makna positif, sangat sangat legendaris.
Kembali ke tahun 2020, di awal tahun Demi mengatakan jika dia akan kembali naik ke panggung setelah hampir 2 tahun pasca overdosis. Demi tampil di Grammy dengan membawakan lagu barunya kala itu yang berjudul Anyone, lagu yang sebenarnya lebih kepada “tangisan minta tolong”. Anyone sukses membius pendengar dengan suara Demi yang khas, ditambah lirik sederhana yang mampu membuat siapapun pendengarnya pasti ikut menangis dan terbawa suasana. Ya, itu lah kekuatan Demi. Dia salah satu penyanyi yang benar-benar berbakat yang mampu membuat para penikmatnya kagum sekaligus takjum. Saat pertama kali melihat penampilan Demi di Grammy pasca overdosis, jujur, penulis ingin sekali datang ke Staples Center di Los Angeles dan memeluk Demi seraya berkata “I am here Demi, I am here for you”.
Berbicara soal album Dancing with The Devil…The Art of Starting Over, ini jadi album Demi dengan judul terpanjang baik secara harfiah ataupun secara maknawiah. Untuk pertama kalinya Demi memiliki album yang berisi 18 lagu pada pada versi originalnya, dan total ada 23 lagu untuk beberapa versi seperti Deluxe dan Target. Sangat banyak, dan begitu emotional. Hampir semua lagu dalam album ini merupakan perjalanan panjang Demi selama menjalani terapi pasca overdosis. Maka dari itu, lagu-lagu dalam album ini begitu dalam dan sangat menyentuh maknanya. Jika ditanya mana yang favorit secara personal, maka penulis sangat menyukai semuanya tanpa terkecuali. Namun, ada satu lagu yang sangat mencuri perhatian penulis baik dari segi musik ataupun liriknya yang sangat membangun dan memberi semangat. Judulnya California Sober, lagu ini sempat menjadi bahan perdebatan banyak orang karena abiguitas dalam label atau judul yang Demi berikan. Terlepas dari kontroversi yang ada, lagu ini sangat nyaman untuk didengar kala berkendara di tengah gurun dengan nuansa musik awal 2000s, angin sepoi-sepoi, kacamata hitam, kalian harus mendengarkan semuanya!
Penulis bisa katakan jika Demi salah satu penyanyi terbaik pada dekade ini, lewat suaranya, lagunya, karyanya, dia mampu membuktikan bahwa untuk menjadi seseorang yang sukses tidak melulu soal angka. Dalam hal ini uang, tangga lagu, jumlah penghargaan ataupun yang lainnya. Ya benar, Demi adalah Demi. Lewat Demi, penulis sadar bahwa kesuksesan tidak semata-mata diukur dari angka, tapi kebahagiaanlah tolak ukur sesungguhnya. Untuk apa kita “sukses” punya banyak harta tapi tidak bahagia. Lewat Demi juga penulis belajar banyak hal, seperti lebih percaya diri dalam membuat sebuah tulisan, sebuah karya. Tidak peduli sedikit banyaknya orang yang membaca, tidak peduli sedikit banyaknya orang mengapresiasi, yang terpenting itu bisa membuat diri sendiri bahagia dan senang, itu yang utama.