Dan satu-satu pergi. Tembalang akan sepi. Mau seramai apapun wisma kampus maskam, rasanya akan tetap sepi. Ramainya dibawa pergi. Dibawa pergi mereka yang akan pergi. ‘kompor'nya juga mati. Bakal kangen diskusi (yang padahal rumpi).
Berharap Allah beri penjagaan selalu atas mereka dimanapun berada, pula persatukan para hati :“ Karena dipertemukan dengan mereka adalah bagian dari kesyukuran tiada henti.
Udah ah segini aja, bakal melow terus nanti. Meski kata mbagita, sebenernya yang ninggalin jauh lebih melow dan 'sakit’ dari yang ditinggal sih. Kuatkuat, hey kalian.
Aku, Yang ditinggal pergi
















