Update Tempat Tinggal
Hai, aku kembali. Masih ada rasa bersalah ketika sudah memulai nulis tapi enggak dilanjutkan setiap hari, hahaha. Jadilah aku kembali login ke Tumblr untuk menulis dan menemukan beberapa hal menarik sebelum memilih tombol "Create".
Selain Aci yang komentar di postingan sebelumnya, aku sempat mengintip beberapa menu di dasbor Tumblr dan menemukan akun-akun lain yang dahulu ku-follow. Ternyata banyak banget yang login terakhirnya bertahun-tahun, wkwk. Rekornya bahkan sampai 13 tahun, artinya sekitar tahun 2013 dong ya terakhir dibuka?
Tiga belas tahun berlalu pasti ada banyak sekali perubahan dan perkembangan. Kuharap teman-teman bisa mensyukuri segala yang terjadi dan menjadikannya bahan bakar untuk berbuat lebih baik selagi ada umur kita di dunia.
Saat ini, aku nggak akan bahas soal 13 tahun lalu, ataupun empat tahun lalu (terakhir aku posting di blog ini). Sekalipun menarik sekali membandingkan perkembangan diri, wkwk. Seperti yang aku bilang kemarin, aku mau update beberapa situasi terkini soal diri.
Ada beberapa hal yang berubah, ada juga yang tetap. Yang belum berubah misalnya aku masih tinggal di Jerman. Alhamdulillah masih dapat perpanjangan izin tinggal dan semoga ketika perpanjangan izin tinggal berikutnya situasinya sudah lebih baik.
Perihal izin tinggal ini menarik, karena bahkan pekan lalu di Senin pagi aku masih bertanya-tanya, apa konsekuensinya jika kita tinggal secara ilegal karena belum mendapat perpanjangan visa? Teman-temanku menyarankan untuk pergi saja ke ABH (Ausländerbehörde, semacam kantor imigrasi) karena belum dapat termin walau berkas sudah kami kumpulkan per email sejak lama.
Sebenarnya ada bagian yang belum kuceritakan ke mereka. Satu hal yang mengganjal terkait aplikasi izin tinggal kami berkenaan dengan bukti finansial. Saat ini Jerman menetapkan biaya hidup minimal per orang 992€ per bulan dan sayangnya pendapatan bulanan kami dianggap tidak mencukupi. Beberapa skenario terlintas di kepala, tapi kami sudah mengikhtiarkan yang paling rasional, yaitu menyampaikan argumen. Mengingat kami hanya mengajukan permohonan untuk enam bulan ke depan, seharusnya biaya hidup masih cukup karena masih ada juga dari tabungan. Lagi pula kami tinggal bersama, jadi logikanya pengeluaran untuk tempat tinggal, dsb, tidak dikali 2.
Kami tidak tahu apa yang menyebabkan ABH memproses lebih lama kemarin. Di email terakhir mereka hanya bilang antreannya sedang panjang. Biasanya kami akan dapat tawaran janji temu dari jauh hari, untuk 2 pekan sebelum izin tinggal habis. Namun saat itu izin tinggal sudah sisa kurang dari sepekan dan belum ada penawaran. Bisa dibayangkan kalau nggak yakin Allah akan bantu gimana kalutnya kami. Masa iya harus buru-buru kembali ke tanah air dan meninggalkan banyak urusan menggantung?
Idealnya, jika kita sudah tidak akan tinggal di sini, kontrak rumah, langganan listrik, internet, bank, dll perlu diterminasi bahkan dari 3 bulan sebelumnya. Ah, kayaknya nggak akan sanggup deh kalau kami buru-buru cari tiket lalu urus izin tinggal ulang nanti dari Indonesia. Jadi insyaAllah kami nggak akan diuji dengan itu, kan?
Alhamdulillah Allah Maha Baik. Senin sore, di waktu yang sangat tidak terduga, selepas magrib-waktu yang harusnya petugas ABH juga sudah lewat jam kerjanya, tiba-tiba kami mendapat email. Penawaran untuk hari Rabu pagi :)
Singkat cerita kami perpanjang seperti biasa, hanya ada tambahan biaya dan tambahan dokumen pernyataan yang perlu ditandatangani, kelihatannya berkaitan dengan kondisi finansial kemarin. Kami juga tidak mendapat kartu baru, hanya satu lembar Fiktionsbescheinigung yang harus dibawa kemana-mana bersama dengan kartu lama dan paspor. Jadi berdoa banget nih di akhir Juli nanti pemasukannya sudah lebih secure dan bisa perpanjang izin tinggalnya untuk jangka waktu yang lebih lama (serta dokumen identitas yang lebih praktis).
Mimpi untuk bisa pergi haji dari Jerman-nya masih sama, walau sampai saat ini belum terlihat hilalnya. Selain butuh biaya, kami juga butuh izin tinggal yang tersisa setidaknya enam bulan lamanya.
Banyak isu yang masih bisa dibahas nih terkait ini dan itu, hahaha. Tapi aku cukupkan dulu ya ....
Yah begitulah. Tinggal merantau tidak selalu mudah dan banyak juga tantangannya sekalipun dari kacamata lain terlihat indah. Namun, selagi kita punya Allah, di mana pun insyaAllah akan selalu ada yang jaga dan ada yang Allah gerakkan untuk memudahkan. Jadi, teruslah berusaha dan berbaik sangka! 😆









