#MonthlyProject - Halte Transit Dukuh Atas
Seperti biasa, aku menunggu bis transjakarta untuk membawaku pulang secepatnya. Bawaanku hari ini lebih berat dari biasanya dan aku hanya ingin segera merebahkan badan di kasur kosanku yang sudah mulai apek.
Sayangnya, bis jurusan yang biasanya aku naiki tidak muncul di layar pemberitahuan bis selanjutnya. Hanya ada bis-bis lain dengan waktu sampai yang berdekatan. Selang 5 menit aku menunggu, aku memutuskan untuk naik bis jurusan Ragunan-Dukuh Atas. Biarlah meski harus transit 3x, yang penting aku mau duduk dan tidur sejenak.
Tanpa basa-basi aku pun langsung duduk dan mencari kursi dekat jendela supaya kepalaku bisa bersender di badan bis dan terlelap sebentar. Entah di halte ke berapa, ada seorang laki-laki yang duduk di sebelahku sambil memainkan handphonenya. Aku hanya sempat melirik sebentar tanpa memfokuskan pada wajahnya. Lalu kembali asik dengan playlist musikku.
Lagu Adhitya Sofyan- Dunia Parallel terputar secara shuffle, tanpa disengaja aku menyandarkan kepala ke jendela bis dan mulai ikut bernyanyi pelan sambil melihat jalananan yang sudah lebih sepi. Bisa aku rasakan beberapa kali orang yang duduk disebelahku melirik, tapi aku terlalu malas untuk menolehkan kepala.
Tanpa sadar, aku pelan-pelan mulai tertidur.
Aku terbangun ketika petugas pintu bis menginformasikan halte terakhir,Halte Transit Dukuh Atas. Perlahan-laha ku regangkan kembali otot-ototku yang terasa kebas akibat tertidur di bis. Kini giliran Ali Gatie dengan lagunya It’s You yang bermain.
Aku pun mulai bersiap-siap turun. Laki-laki yang duduk disebelahku sudah lebih dulu berdiri di pintu belakang sedangkan aku berjalan ke pintu depan. Karena pandanganku yang buram aku tidak bisa jelas melihat mukanya, apalagi hanya terlihat profil kirinya dari arahku berdiri. Pintu terbuka, penumpang bis pun turun berhamburan berusaha untuk keluar secepatnya.
Aku masih harus naik transit satu kali lagi sebelum sampai ke kosan. Bis tujuan selanjutnya masih belum tersedia, terpaksan masih harus menunggu sekitar 15 menit lagi. Bosan, aku hanya bermain dengan aplikasi yang ada di handphone pintarku. Laki-laki yang tadi duduk disebelahku juga ternyata sama-sama menunggu bis yang sama. Tapi kini dia berdiri jauh dibelakang dan aku ada di barisan paling depan. Tas laptop berwarna merahnya mencolok, makannya kenapa aku bisa tahu walau tidak harus melihat wajahnya.
Penantian 15 menit pun selesai, petugas bis transjakarta mengumumkan jurusan Pulo Gadung-Harmoni segera datang. Aku pun memasukan handphone ke saku depan tasku. Maroon 5 - Memories baru saja terdengar dari aplikasi musikku. Pintu bis terbuka, penumpang yang sudah menunggu mulai berebutan untuk masuk supaya dapat tempat duduk. Aku terpaksa harus berdiri di dekat pintu, lagi pula aku harus turun untuk transit di halte Manggarai.
Tepat ketika pintu bis mulai tertutup, laki-laki yang duduk disebelahku di bis pertama berdiri tepat di depan pintu yang tertutup. Mataku terbelalak kaget, dan dia hanya tersenyum lebar melihat wajahku. Bis pun mulai melaju dan dia melambaikan tangan sambil menggerakkan mulutnya tanpa suara “Hati-hati”.
Bis melaju dengan kecepatan stabil, dan aku masih saja mematung tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Laki-laki itu, orang dari masa lalu yang tidak akan pernah aku sangka akan bertemu di kota ini. Masih dengan perasaan campur aduk, lagu Memories pun berhenti bermain namun aku sudah tidak lagi peduli.
Toast to the ones here today Toast to the ones that we lost on the way 'Cause the drinks bring back all the memories And the memories bring back, memories bring back you
Maroon 5 - Memories
1.41 pm
sn
Stasiun Gambir, Jakarta 23 Oktober 2019
Sengaja disimpen di draft dulu, kan judulnya monthly project.






