Don't Treat People The Same Way They Treat You
Treat people the same way they treat you.
Jadi, balas dendam gitu ceritanya? Bukan, bukan balas dendam, itu self-love, self-respect dan self-worth. Halah, apa iya?
Sejujurnya dari dulu emang setuju sama kalimat itu. Apakah kalau orang berbuat jahat, kita juga harus berbuat jahat ke mereka?
The way you treat people is a REFLECTION of yourself. The way people treat you is a STATEMENT abaout who they are.
Don't treat people as bad as they are; treat them as good as you are. Don't let someone else's bitterness change the person you are.
How you treat others say a lot about yourself. No matter waht.
Allah SWT berfirman dalam QS. Fushioat ayat 34-35, "Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kajhatan) itu dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar."
KUALITAS diri semestinya tidak ditentukan oleh bagaimana orang memperlakukanmu. Kita harus punya STANDAR. Kalay dasarnya baik, ya baik. Jangan lelah menjadi orang baik. Tidak ada kebaikan yang sia-sia.
Kalau kata joker,"Orang jahat adalah orang baik yang tersakiti?" Masa sih? Sesakit apapun rasa yang dialami tidak seharusnya membenarkan tindakan jahat apalagi membuatmu menjadi orang jahat. Let's normalize this!
Treat people the way YOU want to be treated.
Ini aturan lama (golden rule) dan berlaku di mana-mana. Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan.
Sayangnya, orang-orang memaknainya agak lain, yakni dengan bersikap self oriented. Coba kita renungkan: apakah kita baik ke orang lain hanya karena kita ingin diperlakukan baik juga oleh mereka?
Padahal, maksud yang lebih penting dari golden rule itu sesungguhnya adalah selalulah berbuat baik kapan pun di mana pun, dengan siapa pun.
Stick to ypur stance regardless of externeal conditions. All people deserve to be treated as human beings with intrinsic dignity and given respect.
Jangan hanya ke orang yang kita suka atau kita hormati, melainkan juga ke orang yang kita tidak kenal dan bahkan yang sudah, entah sengaja atau tidak, berbuat tidak baik ke kita. Udah, ga usah dipikir sikap dia bagaimana, yang penting kita baik karena kita memang baik.
Treat people graciously with KINDNESS, not for approval or reciprocal. true kindness lies in the act of giving without the expectation of getting something in return.
Treat everyone with kindness, not because they are kindhearted, but because you are.
Jadi, bukan karena mereka baik atau mereka berlaku baik ke kita melainkan karena memang kita baik. Titik. Ga perlu 'JIKA' atau 'TAPI'.
Treated people the way THEY want to be treated.
Ternyata banyak yang mempertanyakan aturan yang pertama tadi. Orang-orang mulai beralih ke treat people the way they want to be treated (perlakukan orang lain sebagaimana mereka ingin diperlakukan).
Memperlakukan orang lain sebagaimana mereka memperlakukanmu (treat people the same way they treat you) sama aja dengan balas-membalas. Baik kalau dibaikin, jahat kalau dijahatin.
So, how do people actually want to be treated? Tidak ada di dunia ini seorang pun yang ingin diperlakukan dengan buruk atau jahat. Kalau kita memegang PRINSIP ini, seburuk apapun perlakuan orang lain, menghindarkan dari pemahaman self-oriented yang kurang pas.
Kesimpulannya, treating people how they want to be treated adalah kelanjutan dari treating people the way you want to be treated.
Dilandasi dengan pemahaman untuk selalu berbuat baik diperkuat dengan usaha untuk memahami dengan lebih baik (lebih tepatnya saling memahami).
Bersikap manis ke orang yang tidak kita suka atau yang pernah berbuat jahat ke kita itu bukan berarti fake. No, it's not fake. That's an ATTITUDE OF MATURITY.
No matter how educated or talented you believe you are, how you treat people ultimately tells all.












