"Wahai Asma', sesungguhnya seorang wanita, apabila telah baligh (mengalami haidh) tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (seraya menunjuk wajah dan telapak tangannya)". [HR. Abu Daud]
Tentang hadits di atas, saya rasa banyak dari kita (mayoritas) yang sudah saatnya untuk menutup 'aurat secara Kaaffah. Kita sudah cukup baligh untuk melakukannya. Bukan cuma kamu, saya juga masih belajar kok. Jangan khawatir! Nggak usah takut atau merasa sendiri. Kita nggak akan saling menjudge kan? Kita semua masih dalam proses belajar, sederhananya (paling tidak) kita belajar menjadi muslimah (pribadi) yang baik, muslimah yang shalihah. Mungkin lebih luasnya menjadi hamba yang to'at (waduh, agak berat ya? hehehe).
Memang, bukan berarti (dan tidak selalunya melulu) si jilbab lebar akan bertemu dengan si peci, atau si jenggot akan bertemu dengan si cadar. Tapi, si baik akan bertemu juga dengan si baik, si shalih akan bertemu dengan si shalihah, si yang lagi belajar untuk menjadi lebih baik juga akan bertemu dengan si yang lagi belajar untuk menjadi lebih baik pula. Dan, menuju baik itu baik. Jadi, secara tidak langsung, saat kita mau belajar untuk menjadi lebih baik itu berarti kita telah mencapai satu proses untuk menjadi baik (In syaa' Allooh). Jadi, mungkin nggak kita bertemu dengan si baik? Ya mungkin banget! (Biidznillaah). Allooh sendiri yang mengatakan dalam Alqur'an:
"Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji (pula). Sedangkan, wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik, untuk wanita-wanita yang baik (pulalah)". [Annur:26]
Kita adalah seorang wanita yang menginginkan pasangan yang shalih. Tentu. Maka, jadilah wanita yang shalihah pula. Bagaimana caranya? Banyak! Berhijab menjadi salah satu caranya, salah satu sarana menuju shalihah. Mudah saja kan? Berhijab, salah satu upaya yang bisa dilakukan para muslimah agar bisa menjadi wanita yang baik. Dengan begitu, In syaa' Allooh, Allooh akan menetapkan satu laki-laki baik pilihanNya untuk disandingkan dengan kita (jadi ada bonusnya kan :)). Aaamiin
Motivasinya apa? Karna memang kadang untuk istiqomah itu berat (wajar sih). Sederhananya gini, sebejat apapun laki-laki pasti ia menginginkan istri yang shalihah, ia tidak mau sembarangan memilih pendamping hidup, ia pasti menginginkan ibu yang baik, yang shalihah untuk anak-anaknya kelak. Itu aja sih. Wanita shalihah itu selalu menarik bagi laki-laki manapun, sebejat apapun laki-laki tersebut pasti yang diincer (dijadikan sasaran) untuk menjadi istrinya ya si shalihah😁. Apalagi laki-laki yang baik kan?
Oh iya, satu lagi ya! Hijab mampu membantumu menghemat kata-kata demi menjelaskan siapa dirimu kepada orang lain. Dengan mengenakan hijab, secara tak langsung kamu menyampaikan pesan tersirat bahwa kamu merupakan wanita terhormat, tidak murahan, tidak gampangan. Kamu pantas untuk diperjuangkan oleh laki-laki baik. :)
Hijab bukanlah pakaian penutup keindahan, melainkan menjadi pelindung keindahan wanita dari yang bukan mahromnya. Hijab adalah pakaian taqwa.












