#uber #uberjakarta #driveronlinejakarta #1yearwithuber #driveruber #onlinecars #uberx #uberxl #work #workformoney (at Jakarta, Indonesia)

#dc comics#dc#batman#dick grayson#batfam#tim drake#bruce wayne#batfamily#dc fanart


seen from Japan
seen from Brazil

seen from United States
seen from Brazil

seen from Iraq

seen from Canada
seen from Spain
seen from United States
seen from Finland

seen from T1
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
seen from China
seen from Spain

seen from Spain

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from United Kingdom
#uber #uberjakarta #driveronlinejakarta #1yearwithuber #driveruber #onlinecars #uberx #uberxl #work #workformoney (at Jakarta, Indonesia)
Pengalaman Naik Uber Car di Jakarta
Sarana transportasi via aplikasi online sekarang sedang ngehits sekali, misalnya adalah Uber.
Uber adalah perusahaan yang menciptakan mobile application yang menghubungkan penumpang dengan driver melalui aplikasi. Uber bukan taxi, jadi platnya bukan kuning, tapi hitam. Uber semacam mobil rentalan (mobil pribadi), yang dirental oleh perusahaan Uber.
Uber ada di Indonesia (Jakarta) baru tahun 2014 dan belum ada di Yogyakarta, menurut berita terupdate sudah ada di Yogyakarta tapi sebatas di daerah perkantoran.
Saya termasuk pemberani sekaliii, dari Jogja, benar-benar ga mengerti arah di Jakarta, eh pakainya Uber, bukan taxi, it’s because Arini Ibrahim’s recommendation. But it’s not bad, karna kalau naik taksi saya gakuku (read : ga kuat) sama argometernya, kita tau kan Jakarta macetnya subhanallah.
Chek it out. Dari Jogja saya turun di Stasiun Pasar Senen, langsung buka aplikasi Uber di HP, I am so sorry, aplikasinya belum sempet discreenshoot karna sudah keburu di hapus waktu touch down Jogja, maklum Samsung saya teh ga bisa banyak-banyak nampung aplikasi.
Aplikasinya mudah sekali dipakai, step by step, ga ribet, dari mulai pendaftaran dan seterusnya.
Pertama klik picked up locationnya, di Stasiun Pasar Senen, lalu terlihat ada berapa banyak mobil Uber yang ada di sekitar kita. Oiya, jangan lupa pilih Uber apa yang mau kita pakai, kalau saya kemarin pakai Uber X, dapat mobil Avanza, kalau Uber Black mobilnya Alphard, Pajero, BMW dll… tarifnya juga tentu lebih mahal, untuk saya Uber X’s enough.
Lalu kita tentuin lokasi tujuan kita kemana. Saya mau ke Jalan Podomoro Avenue, nanti muncul rutenya, karna kita ga lupa menghidupkan GPS dengan mode high accuracy. Enaknya pakai Uber ini pun kita bisa liat estimasi pembayarannya, jadi bisa memperkirakan berapa rupiah yang harus dibayarkan sampai di tujuan. Ga seperti naik taxi yang kita kudu deg-degkan karna bolak-balik lihat argo.
Setelah itu tinggal klik request your own car lalu tunggu beberapa saat sampai ada konfirmasi bahwa sudah ada supir yang mengambil order kita, nanti kita akan mendapatkan informasi nama supir beserta fotonya, tipe mobil, nopol mobil, lokasi mobil di peta dan estimasi berapa lama mobil akan tiba di lokasi penjemputan kita.
Nah kalau supir sudah berada di lokasi penjemputan, biasanya ditelfon, untuk memastikan kita berada di sebalah mana, pakai baju warna apa misalnya, atau bisa juga kita yang telfon supirnya.
Begitu sampai di lokasi supir akan menghentikan perjalanan kita, dan Uber otomatis langsung mengirimkan tagihan pembayaran ke email kita, insyaAllah ga akan ada supir Uber yang curang naikin tarif, karna kita bisa komplain langsung ke Uber melalui mailto:[email protected] kalau ketahuan supir menagih tarif tidak sesuai dengan tarif yang kita terima di email atau karna ada keluhan lain. Begitu kita cek langsung kita bayar, bisa melalui debit atau cash.
Dari Stasiun Pasar Senen ke Jalan Podomoro Avenue ditempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 jam, saat itu Jakarta sedang macet-macetnya dan sedang diberlakukan sistem plat nomor kendaraan ganjil-genap, saya hanya kena tarif Rp. 67.500, tapi saya hanya membayar Rp. 37.500 karna dapet Rp. 30.000 dari Uber promo code untuk first ride. Hemat kan. Bisa dibayangin kalau naik taxi saya bisa kena argo berapa ratus ribu, 300k sepertinya sampai.
Ketika kita udah naik dalam mobil Uber, kita bisa memantau perjalanan mobil yang kita naiki lewat GPS. Ada juga fitur share ETA untuk mengirimkan peta rute perjalanan dan waktu tiba kita kepada teman atau keluarga melalui social media, jadi lebih aman, bisa terpantau oleh siapa saja yang kita kirimin share ETA perjalanan kita. Saya percaya nasib di tangan Allah, kalau mau kenapa-napa jangankan naik mobil Uber, ga ngapa-ngapain juga bisa kenapa-napa.
Jadi selama masih ada Uber car di Jakarta, saya yang karena Allah bolak-balik Jogja-Jakarta ini sepertinya akan terus memakai Uber.
Uber Taxi-Jakarta
I am a fans of Uber in Jakarta. Been using it for 4 months and so far always happy. Today at Plaza Indonesia, I took the q docket for the blue taxi. Mine was 274 and the current q was in 255. "Light Bulb!" Uber! So I ordered, agreed with 1.6x higher rate and waiting time of 8 minutes. Good deal, right?.. not according to Jakarta's traffic. He got stuck at the roundabout of Selamat Datang, can't made a turn on the round about, going all the way to find a u turn back to Plaza Indonesia. Then he called that he is waiting at the "west gate of... Grand Indonesia" and realized his mistake, tried again to get into Plaza Indonesia. another many more minutes waiting, I did call to asked whether he still coming or not.. He answered politely, he still on the way. The q number for the Blue taxi already in 285.. I was contemplating, if I cancelled, I only paid Rp.30,000 or whatever, but he was on the road for about 50 minutes, stucked in the traffic while I only sitting-people watching-hearing mean words from the master who waited for their driver who was late in picking them up... so as good samaritans, I waited for my Uber. He finally arrived, exactly 58 minutes after ordered and the q number was 325.. Very clean car and polite driver. And I have another 60 minutes nice safe ride home... and still gave him 5 stars... I hope he is well and happy with the crazy traffic that he needs to maneuvers every time.