minggu pagi, biasanya sih kalo pas hari pasaran kayak gini rame. tapi tapi tapi... jaga dari pagi sampai siang gak ada pasien.
hahaha.. ya udah, jobles. magabut (makan gaji butaaaa...)
cuma ngobrol sama oktha, (adiknya mbak tika) temen seangkatanku yang barusan sumpah dokter dan ujian UKDGI kemarin. sebenernya soal-soalnya katanya gak terlalu susah, semua udah dipelajari waktu koas. yang bikin horor itu ujian OSCE nya, alias ujian yang dipraktekin langsung ke pasien (atau pantom), dinilai langsung oleh dokter bagian yang bersangkutan.
lucunya, pasien yang dipakai adalah karyawan2 yg notabene udah akrab sama anak2 ex-koas ini. misalnya waktu ujian bagian orto, pasiennya adalah bapak yang tugas di klinik ikga. padahal, pada skenario soal menceritakan pasien laki-laki berusia 15 tahun datang dengan keluhan giginya tidak rapi. kemudian akan dilakukan pengukuran freewayspace sehubungan akan dilakukan perawatan orto dengan alat lepasan.
namanya juga pasien seadanya, hihi..jadi ya pura-puranya si bapak itu masih anak usia 15 tahun (tapi berkumis lebat). oke, ini kurang lebih percakapan okta vs. pasien anak waktu ujian OSCE berlangsung
okta : selamat siang adek, mari silakan. saya dokter fitri (nama depannya okta) (terus berjabat tangan)
oke, intinya waktu OSCE dinilai juga tata cara kita memperlakukan pasien, gak cuma langsung suruh buka mulut aja. bangun komunikasi yang baik dulu dan anamnesis. terus okta ngejelasin cara ngukur free way space dan fungsinya ke pasien.
Pengukuran free way space pasien dimaksudkan untuk mengetahui berapa besar jarak interocclusal pasien pada saat posisi istirahat. Ini berguna untuk menentukan ketebalan bite plane jika diperlukan pada perawatan nanti.
Pasien duduk tegak pandangan lurus kedepan sejajar lantai.
Dengan spidol beri tanda posisi titik:Subnasal (Sn) dan Pogonion (Pog).
Bibir tertutup pada posisi istirahat, dengan jangka sorong (sliding caliper) ukurlah jarak Sn – Pog.
Kemudian pasien diinstruksikan oklusi sentrik, ukur lagi jarak Sn – Pog.
Catat selisih pengukuran tadi. Besar free way space normal 2- 4 mm.
(pogonion adalah bagian paling menonjol proyeksi anterior dari dagu, Subnasal adalah titik paling bawah dari hidung)
nah waktu ujian OSCE saat itu, buat nandain Sn sama pogonion gak disediakan spidol, tapi pake isolasi yang ditempelin ke pasien.
pasien : bu dokter, nanti waktu nglepas isolasinya pelan-pelan ya..
okta : iya mas, nanti pelan-pelan. kenapa, takut sakit kena kumisnya ya..
okta : wah mas nya ini masih 15 tahun tapi kumisnya lebat ya...
kok jadinya jayus gini ya, tadi waktu okta cerita, kita bisa sambil ketawa2 gitu
anyway, pasien resesi gingiva kemaren gak kembali, semoga ibunya gak sakit lagi... :)
sumber : petunjuk pelaksanaan praktikum klinik profesi program pend. dokter gigi ortodonsia FKG UGM