@superlittleastronaut representing Italy for Grade 2-Generosity #UN2014 #MarioMarioLuigiYoshi
seen from Malaysia

seen from Russia
seen from China

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from Poland
seen from United States
seen from China
seen from Japan
seen from China

seen from Japan
seen from China

seen from United Kingdom
seen from Chile
seen from China

seen from China
seen from China
seen from United States
seen from China

seen from United Kingdom
@superlittleastronaut representing Italy for Grade 2-Generosity #UN2014 #MarioMarioLuigiYoshi
I passed in National Examination 2014! Oyeah! Juri-bep, i pass! xD *hagu Juri*
Pertama kalinya nangis karena UN
Dan hal itu aku lakuin didepan ayah secara spontan.
Pagi tadi ayah nanya di ruang tamu “gimana teh UNnya? Susah sebelah mana?”
“semuanya susah yah…”
Ayah Cuma senyum, “ah, masa sih… ada soal Jokowinya ya?”
“teteh mah bukan paket yang ituu, yang Muhammad Hatta – sepatu Bally.”
Lalu kami membicarakan tentang sepatu Bally. Dan aku pun mulai angkat bicara
“yah, kesulitan UN tahun ini ditingkatkan 30% dari tahun kemarin, soalnya juga berstandar Internasional tanpa ada sosialisasi dari dinas sebelumnya, terus soal pada melenceng dari SKL yang udah dikasih pemerintah, bahasa inggris juga logatnya logat Irish”
Ayah nanya “logat Irish gimana teh?”
“ya, yang ngomongnya orang Irlandia, levelnya paling sulit. Biasanya kan teteh latihan pake british, kan tingkatan tuh American, british terus Irish paling tinggi” badan aku udah gemeteran gak kuat nahan nangis.
Ayah cumin ngejawab tenang “lah, biarin sih, toh orang lain juga ngerasain susahnya”
Kemudian aku tak kuasa menahan air mata sambil tersedu sedan “da oranglain mah pake KAJE yah!!! Teteh mah jujur, da mikir, tapi soalnya malah susah!”
Ayah malah nanya “ KAJE itu apa teh?”
“KUNCI JAWABAN yah… dari ibukota, di kota-kota besar pada pake, orang lain licik yah, mereka gak jujur…. Teteh takut gak lulus yah, teteh takut” and finally I’m cried
Aku menangis sebagai pejuang UN yang jujur tanpa Kunci Jawaban.
“da teteh mikir yah, percuma teteh abisin waktu 3 tahun buat belajar, tapi akhirnya malah mengandalkan secarik kertas”
Dan ayah Cuma bilang “ biarin sih teeh, niatnya juga tholabul ilmi lillahi ta’ala . menuntut Ilmu karena Allah, bukan cari ijazah”
Tangisanku semakin menjadi
“gini nih di Indonesia, yang diliatnya hasil nilai bukan kreativitas dan usaha anak” komentar ayah,
Love you ayah! Udah bikin aku makin kuat dan diberi sedikit kekuatan untuk tegar dan legowo.
Dear M. Nuh ...
apakah ini hasil evaluasi bapak tentang ujian nasional?
apa bapak meningkatkan tingkat kesulitan UN karena melihat nilai anak Indonesia selalu tinggi dalam hasil UN?
IT WORST!!!
tentu saja nilai mereka tinggi, karena sistem keamanan di Indonesia belum sempurna.
mereka punya kunci jawaban meskipun UN ada 20 paket!
gimana Indonesia mau maju kalau generasi mudanya gak jujur?
Cikal Bakal Koruptor tuh pak, harus dibasmi...
dengan semakin bapak meningkatkan kesulitan, mereka akan semakin menjadi dalam melihat kunci jawaban.
jadi jangan salahkan jika suatu saat Indonesia dipimpin oleh orang bodoh dan senang memakan uang rakyat.
toh, saat mereka muda saja sudah tidak jujur, apalagi nanti saat usia tua, saat dimana mereka mengahadapi banyak masalah.
tolong kami pak, tolong kami sebagai pelajar yang mencintai keadilan dan kejujuran.
Salam Pelajar Indonesia.
Ratu Gina Azkiya.
yang mengharapkan keadilan di negeri ini :')
Ini dia! #UN2014 (at Technosa)