Ruangan yang Ingin Aku Tinggalkan Segera
Kini gerbangku sudah terbuka
Ruanganku berbicara kepadaku,
"Kau boleh meninggalkanku sekarang,"
Tapi aku hanya mematung
Aku berkata padanya,
"Aku tak bisa pergi sekarang,
Dengan atapmu yang masih bocor di sana-sini,
Aku harus memperbaikinya,"
Kini aku sudah diusir
Gerbangku juga terlihat semakin menawan untuk dilewati
Padahal rasanya baru kemarin aku memasuki ruanganku
Meskipun tidak melalui gerbang menawan itu
Pun tidak melalui pintu dapur
Bukan pula melalui jendela
Melainkan dengan menjebol atap
Yang hingga sekarang masih berlubang
Ini seperti kau berkata,
"Padahal aku baru saja menjemur pakaian,"
Ketika hujan baru saja turun
Jendela-jendela, pintu-pintu, dinding-dinding, dan lantai
Mereka semua meneriakiku untuk pergi
Tetapi itu lebih berarti mereka menyuruhku untuk memperbaiki atap
Kau tahu, aku tidak pernah menyayangi setiap sudut ruang ini
Jadi bagaimana bisa aku bersemangat memperbaiki atap?
Aku tahu, aku tidak akan pernah menemukan semangatku di sini
Jadi aku tidak mau lagi menghabiskan waktu
Untuk mencari-cari semangatku di laci meja
Apalagi di kolong lemari
Aku hanya tidak suka diteriaki
Aku ingin melewati gerbang menawan itu dengan bangga
Tanpa teriakan, tanpa gonggongan mereka
Aku hanya perlu menyelesaikan apa yang telah aku mulai
Jogja, December 6th 2016 @ 2nd floor
















