New Post has been published on INTELIJEN
New Post has been published on https://www.intelijen.co.id/mutilasi-apbn-jokowi-plintir-otak-rakyat-agar-ikuti-kebodohan-pemerintah/
“Mutilasi APBN, Jokowi Plintir Otak Rakyat Agar Ikuti Kebodohan Pemerintah”
intelijen – Pengurangan atau “mutilasi” alokasi anggaran di setiap kementerian/lembaga negara terkait RAPBN Perubahan 2016, memperlihatkan bahwa Presiden Joko Widodo tidak mempunyai kapasitas sebagai pemimpin.
Penegasan itu disampaikan Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi (13/06). “Ini artinya pemerintah Jokowi memakai istilah penghematan anggaran, sengaja untuk memplintir otak publik agar bisa ikut membebek ikut kebodohan pemerintah,” tegas Uchok.
Terkait hal itu, Uchok meminta DPR agar menolak mutilasi anggaran yang diusulkan Presiden Jokowi.
Tak hanya itu, Uchok menantang Ketua DPR, Ade Komarudin, selaku mantan aktivis untuk menunjukkan keberpihakannya kepada kepentingan publik.
“Dengan melakukan penolakan atas mutilasi anggaran berarti DPR menunjukan kewibawaan lembaga parlemen. Karena DPR sekarang setara dengan Presiden, maka jangan mau jadi stempel presiden Jokowi. Kalau DPR hanya jadi stempel Presiden Jokowi, lebih baik pulang kampung saja, tidak usah jadi wakil rakyat karena memalukan sekali,” kata Uchok.
Kata Uchok, mutilasi anggaran itu akan berdampak kepada terganggu kepentingan atau pelayanan publik. Misalnya Polri dimutilasi sampai Rp1.5 triliun, maka banyak penjahat yang begitu senang dan gembira karena polisi tidak sanggup untuk memproses secara hukum.
“Atau Komisi Yudisial tidak akan bisa lagi melakukan pengawasan atas hakim hakim yang nakal lantaran tidak punya anggaran. Apakah ini yang diinginkan oleh Presiden Jokowi dan DPR?” tanya Uchok.
var hupso_services_c=new Array("twitter","facebook_like","facebook_send","google","pinterest","linkedin");var hupso_counters_lang = "en_US";var hupso_image_folder_url = "";var hupso_url_c="";var hupso_title_c="“Mutilasi APBN, Jokowi Plintir Otak Rakyat Agar Ikuti Kebodohan Pemerintah”";