Centro Financiero Confinanzas / Torre David : Melihat Self Organized Community membuat Bangunan Tertinggi ke-3 di Venezuela menjadi Vertical – Slums Tertinggi di Dunia
Tulisan ini dibuat dalam rangka tugas UAS AR 6151 Arsitektur, Pembangunan dan Budaya Indonesia dan terinsiprasi oleh buku Torre David yang saya beli. Sangat mubazir apabila ilmu yang ada di dalam buku dan bangunan ini jika tidak di share kepada semuanya.
Penulis :
( Patriot Negri - 25213035 - Mahasiswa S2 Arsitektur - Institut Teknologi Bandung - Indonesia )
Kontak :
087825500570 - [email protected]
Abstrak
Sekitar empat puluh persen penduduk ibukota Venezuela, Caracas, hidup secara informal di tanah ilegal. Dalam beberapa tahun terakhir pemukiman yang tidak sah mulai bermunculan di kota ini. Penduduk berpenghasilan rendah mulai memasuki bangunan-bangunan yang tidak dipakai dan menciptakan bangunan vertical slums . Salah satu bangunan yang dihuni oleh penduduk tersebut adalah Torre de David. Bangunan ini merupakan bangunan 45 lantai yang awalnya dirancang sebagai bangunan kantor pusat bank yang bernama Centro Financiero Confinanzas. Bangunan ini dibuat oleh seorang developer bernama David Brillembourg pada tahun 1980 dan dimulai pengerjaannya pada tahun 1990. Pengerjaan bangunan ini hampir 90% selesai hingga pada tahun 1993 pemilik bangunan ini meninggal dan pada tahun 1994 negara di Venezuela mengalami krisis perbankan yang mengakibatkan dana dari pembuatan bangunan tersebut tidak ada. Bangunan ini akhirnya diberikan kepada pemerintah dengan FOGADE sebagai pemegang aset dan tidak dipakai selama hampir 13 tahun. Pada tahun 2007, Venezuela dilanda hujan lebat yang mengakibatkan penduduk permukiman kumuh yang dilanda banjir berpindah dan mencari bangunan yang dapat ditempati yaitu bangunan Torre de David. Bangunan ini sekarang telah menjadi bangunan vertical slums tertinggi di dunia dan terdapat sekitar 750 keluarga yang tinggal disini yang dibangun secara self-organized community. Makalah ini melihat bagaimana bangunan ini dapat menjadi bangunan vertical slums, dan bagaimana cara hidup penduduk yang tinggal di bangunan ini untuk dapat membuat suatu perumahan vertikal di bangunan highrise yang kosong.
Kata-kunci : Venezuela, Vertical Slums, Torre de David, self-organized community
Latar Belakang
Venezuela adalah sebuah negara di ujung utara Amerika Selatan. Negara ini berbatasan dengan Laut Karibia dan Samudra Atlantik di sebelah utara dan terdapat negara tetangga di bagian timur yaitu Guyana, selatan yaitu Brasil, dan Kolombia di sebelah barat. Ibukota negara ini adalah Caracas yang memiliki luas total yaitu 916.445 km2. Menurut World Population Prospects, total populasi di Venezuela pada tahun 2010 adalah 28.980.000, dibandingkan pada tahun 1950 yaitu 5.094.000(wikipediia.com). Venezuela menjadi negara dengan standar hidup yang relatif tinggi. Sebagai salah satu negara minyak terkaya, hal ini menarik banyak imigran untuk bertempat tinggal di negara ini.
Ibukota, Caracas, adalah salah satu kota yang paling modern dan menarik daerah. Metropolis memiliki bangunan tinggi dan infrastruktur yang mengesankan. Seperti banyak kota-kota lain di negara-negara berkembang, Caracas mengalami pertumbuhan yang pesat sebagai akibat dari migrasi orang-orang dari pedesaan mencari peluang ekonomi yang lebih baik. Pada tahun 1968, penduduk Caracas adalah sekitar 1,1 juta, yang telah berkembang menjadi sekitar 4 juta penduduk pada tahun 2013 (INE, 2013). Pertumbuhan penduduk perkotaan bukan hanya karena migrasi dari pedesaan tetapi juga karena kedatangan ribuan imigran yang ingin menjadi bagian dari booming minyak di Venezuela.
Sekitar 40% penduduk yang tidak memiliki tempat tinggal di Caraca hidup dengan membuat sendiri permukiman informal. Para imigran yang tidak memiliki biaya untuk mempunyai rumah akhirnya membuat bangunan sendiri di lahan publik dan privat yang akhirnya menjadi suatu kesatuan di dalam kota. Menurut Pemerintah Venezuela, penduduk yang tidak memiliki rumah yaitu sekitar dua juta unit, dan terdapat 400.000 penduduk di Caracas yang tidak memiliki rumah (Garcia,2013). Masalah lain adalah bahwa Venezuela rawan terhadap banjir dan tanah longsor. Hampir setiap tahun, hujan lebat menghancurkan berbagai daerah dan meninggalkan ratusan orang tanpa rumah. Dengan akses terbatas untuk pinjaman, kurang lahan ilegal yang tersedia untuk dapat ditempati dan pemerintah baru-baru ini dengan sikap permisif terhadap invasi dan pengambilalihan lahan ilegal, squatting telah menjadi salah satu pilihan perumahan bagi beberapa masyarakat berpenghasilan rendah (Lopez , 2011) .
Ketika kemungkinan untuk menempati lahan ilegal menjadi sulit, penduduk miskin di Caracas memutuskan untuk menempati bangunan yang belum selesai dan tidak ditempati untuk menjadi tempat tinggal mereka. Fenomena ini dimulai pada tahun 1999, ketika hujan deras menghancurkan ribuan tempat tinggal di Caracas. Pemerintah menyediakan solusi cepat dengan memberikan akomodasi gratis untuk para penduduk yang mengalami bencana dan mendorong para politisi untuk membuat bangunan yang tidak ditempati agar dijadikan tempat sementara bagi para penduduk. Pada Januari 2013, sekitar 400 kantor, apartemen, dan mal di Caracas diduduki oleh penghuni liar. Di antara bangunan tersebut adalah "Centro Financiero Confinanzas" atau "Torre de David", yaitu sebuah kompleks bangunan seluas 221.000 m2 yang pada tahun 1990 ingin dijadikan sebagai bangunan perkantoran tetapi saat ini menjadi bangunan vertical slums tertinggi di dunia.
Torre de David
Gambar 1 Kondisi sekitar bangunan Torre David
(Sumber : Torre David, Urban Think Tank)
"Torre de David", yaitu sebuah kompleks bangunan seluas 221.000 m2. Terdapat 5 bangunan pada kompleks ini dan terdapat satu bangunan yang memiliki 47 lantai. Gambar 1 menunjukkan kawasan di daerah bangunan Torre David. Bangunan ini merupakan bangunan 45 lantai yang awalnya dirancang sebagai bangunan kantor pusat bank yang bernama Centro Financiero Confinanzas. Bangunan ini dibuat oleh seorang developer bernama David Brillembourg pada tahun 1980 dan dimulai pengerjaannya pada tahun 1990. Pengerjaan bangunan ini hampir 90% selesai hingga pada tahun 1993 pemilik bangunan ini meninggal dan pada tahun 1994 negara di Venezuela mengalami krisis perbankan yang mengakibatkan dana dari pembuatan bangunan tersebut tidak ada. Bangunan ini akhirnya
diberikan kepada pemerintah dengan FOGADE sebagai pemegang aset dan tidak dipakai selama hampir 13 tahun. Pada tahun 2007, Venezuela dilanda hujan lebat yang mengakibatkan penduduk permukiman kumuh yang dilanda banjir berpindah dan mencari bangunan yang dapat ditempati yaitu bangunan Torre de David. Bangunan ini sekarang telah menjadi bangunan vertical slums tertinggi di dunia dan terdapat sekitar 750 keluarga dan 3000 penduduk yang tidak memiliki tempat tinggal dan menempati Tower David setinggi 28 lantai.
Gambar 2 Bangunan Torre David pada tahun 1994, 2012 dan keadaan di dalam bangunan saat ini
(Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Centro_Financiero_Confinanzas (kiri) dan http://www.iwan.com/photo_Venice_Biennale_2012_UTT-Iwan_Baan_Torre_David.php (kanan) )
Menara utama adalah bangunan tertinggi ketiga di Caracas dan salah satu yang tertinggi di Amerika Selatan. Bangunan ini kosong hingga 17 Oktober 2007 ketika 200 keluarga datang menara, beberapa karena kehilangan tempat tinggal mereka setelah hujan lebat dan karena mereka ingin mendapatkan rumah sendiri setelah tinggal di rumah-rumah anggota keluarga atau di gubuk-gubuk sewaan. Pemimpin perpindahan ini adalah Alexander Daza, preman yang pernah dipenjara selama lima tahun sebelum ia menjadi seorang pastor (Bodzin, 2012). Kemudian pada tahun 2007, ia membantu memimpin pengambilalihan bangunan "Torre de David". Dia sekarang pemimpin menara dan juga pendeta dari gereja injili terletak pada bangunan, (Anderson 2013). Selama berbulan-bulan, setelah pengambilalihan bangunan Torre de David, penduduk yang tinggal di tenda-tenda mulai membangun partisi dengan dinding batu bata untuk membuat tempat tinggal. Penduduk membangun sistem air yang belum sempurna dan sambungan listrik. Pada tahun 2009, penduduk yang telah menempati bangunan tersebut mencari untuk menemukan status hukum tempat tinggal mereka (Casiques de Venezuela RL).
Gambar 3 Ground Plan Kompleks Tower David
(Sumber : Torre David, Urban Think Tank 2012)
Kompleks bangunan Tower David terdiri dari 5 bangunan, yang terdiri dari Tower setinggi 45 lantai, gedung parkir setinggi 10 lantai, gedung B setinggi 19 lantai, gedung K setinggi 19 lantai yang digunakan sebagai bangunan penghubung pada lantai 6-17 untuk kedua bangunan, dan bangunan atrium setinggi 7 lantai. Saat ini tower setinggi 45 lantai yang dikenal sebagai Tower David dipusatkan sebagai tempat untuk tinggal para penduduk ilegal dan sebagai tempat untuk kegiatan publik. Pada gedung B saat ini digunakan sebagai tempat tinggal penduduk baru dan gereja Evangelical Pentecostal. Pada gedung parkir saat ini digunakan sebagai akses bagi para penduduk untuk mencapai tempat tinggal mereka di Tower David yaitu dengan menaiki ramp yang dapat digunakan untuk kendaraan mobil ataupun motor. Pada gedung atrium saat ini digunakan sebagai tempat untuk berkumpul para penduduk di Tower David. (Alfredo Klumpner and Hubert Klumpner, Urban-Think Tank Chair of Architecture and Urban Design, 2012). Saat ini bangunan sudah diadaptasi secara komunitas oleh warga setempat untuk memenuhi keperluan mereka sehari-hari mulai dari keperluan untuk umum ataupun individu masing-masing. Adaptasi ini dinamakan self organized community.
Self Organized Community
Gambar 4 Building Program dan Fungsi penunjang yang ada di Tower David
(Sumber : Torre David, Urban Think Tank (2012) dan http://www.iwan.com/photo_Venice_Biennale_2012_UTT-Iwan_Baan_Torre_David.php (kanan) )
Penduduk ilegal mengadaptasi struktur beton dan kaca yang ada pada bangunan dengan mendirikan partisi bata sesuai dengan kebutuhan mereka. Menara sekarang sudah memiliki apartemen, toko, gereja dan bahkan sarana olahraga. Masyarakat relatif terorganisir dengan pengelolaan menara yang dibagi menjadi tiga wilayah yang berbeda, yaitu pengawasan dan keamanan, pelayanan kesehatan dan kegiatan rekreasi. Masyarakat beroperasi layaknya sebuah kota di dalam kota dan sistem administrasi diadaptasi dari organisasi narapidana ilegal dari penjara Venezuela. Masyarakat saat ini memiliki beberapa layanan komersial, pasar kecil, toko daging, warnet, salon kecantikan, barbershop dan bisnis lain yang terletak di sudut toko atau di dalam apartemen. Bangunan parkir merupakan struktur yang terhubung pada menara, sehingga penduduk dapat memindahkan barang dagangan relatif mudah sampai ke lantai 10 dengan menggunakan mobil atau motor. Serupa dengan lapak diri dibangun dari Caracas, masalah utama di lingkungan adalah kurangnya layanan sanitasi yang tepat. Ketika penjajah tiba, mereka tidak memiliki air atau listrik berjalan. Self- instalasi air dasar dan layanan listrik yang hampir tidak cukup untuk hidup di kompleks.
Gambar 5 Ground Level sebelum dan sesudah ditempati
(Sumber : Torre David, Urban Think Tank, 2012)
Pada lantai dasar, diantara gedung parkir dan Torre David, terdapat lapangan serba guna yang digunakan sebagai tempat bersosialisasi dan berolahraga. Olahraga yang terdapat pada lapangan serbaguna adalah bola basket, dimana penduduk terdapat tim tersendiri di masing-masing blok dan sering terdapat pertandingan persahabatan diantara masing-masing blok. Pada lantai ini juga terdapat majalah dinding yang digunakan sebagai pengumuman bagi para penduduk mengenai informasi yang penting untuk diketahui.
Gambar 6. Lantai 6 sebelum dan sesudah ditempati
(Sumber : Torre David, Urban Think Tank, 2012)
Pada lantai 6 pada Torre David terlihat keadaan sebelum dan sesudah ditempati. Disini penduduk membuat ruangan kamar mereka dengan menggunakan dinding bata. Ukuran ruangan bervariasi yaitu pada ruang H yaitu 55 m2, I yaitu 45 m2, K yaitu 35 m2, L yaitu 25m2, N yaitu 15 m2, dan 1 adalah toko (Torre David, Urban Think Tank, 2012).
Gambar 7 Lantai 10 sebelum dan sesudah ditempati
(Sumber : Torre David, Urban Think Tank, 2012)
Pada lantai 10 pada Torre David terlihat keadaan sebelum dan sesudah ditempati. Ukuran ruangan kamar bervariasi yaitu pada ruang A yaitu 110 m2, D yaitu 75 m2, E yaitu 70 m2, H yaitu 55 m2, J yaitu 40 m2, M yaitu 20 m2, N yaitu 15 m2, 1 yaitu toko, dan 2 yaitu ruang workshop (Torre David, Urban Think Tank, 2012).
Gambar 8 Lantai 28 sebelum dan sesudah ditempati
(Sumber : Torre David, Urban Think Tank, 2012)
Pada lantai 28 pada Torre David terlihat keadaan sebelum dan sesudah ditempati. Ukuran ruangan kamar bervariasi yaitu pada ruang B yaitu 100 m2, C yaitu 85 m2, D yaitu 75 m2, G yaitu 60 m2, N yaitu 15 m2, K yaitu 35 m2, dan 3 adalah ruang gym. Lantai teratas untuk ditempati penduduk adalah lantai ini. Lantai 29 hingga 45 masih merupakan lantai yang belum digunakan karena masalah keamanan bagi penduduk karena lantai terlalu tinggi (Torre David, Urban Think Tank, 2012).
Layanan Air
Gambar 9 Distribusi Utilitas Air Bersih pada Torre David
(Sumber : Torre David, Urban Think Tank, 2012)
Air didapat dari air perkotaan yang langsung dihubungkan ke pompa air. Penduduk menggunakan dua pompa air lalu air didorong ke lantai 11 pada bangunan B dan dari sana ditarik lagi ke tangki utama yang terletak di lantai 16 bangunan Torre David dimana di setiap lantai terdapat pompa tambahan yang akan mendistribusikan air ke seluruh lantai. Terdapat tangki air di masing-masing tempat tinggal karena air tidak langsung didapat oleh penduduk, tetapi ke titik-titik distribusi air. Pompa pusat yang terletak di lantai 16 bangunan Torre David memiliki ruangan sebesar 22 m2. Untuk memonitor air, terdapat terdapat seorang penanggung jawab dari masing-masing lantai untuk mengecek ketersediaan air disetiap lantainya. Di setiap ruangan warga di terdapat 500 liter tangki air untuk dikonsumsi pribadi.
Sistem air ini dioperasikan dua kali seminggu karena kekurangan infrastruktur yang diperlukan untuk terus beroperasi dan distribusi (Fonseca & Schlueter, 2013). Ada kelangkaan air pada kota dan beberapa daerah di Caracas, terutama di musim kemarau, yang merupakan tantangan yang lebih besar untuk pasokan air bagi masyarakat. Penduduk di Torre David masih kekurangan ketersediaan air, sehingga mereka harus membeli dari supplier air untuk memenuhi kebutuhannya.
Layanan Listrik
Gambar 10 Distribusi Utilitas Listrik pada Torre David
(Sumber : Torre David, Urban Think Tank, 2012)
Untuk penduduk di Torre David, listrik merupakan elemen penting untuk dapat hidup di bangunan ini. Distribusi listrik didapat dari jalur listrik kota yang langsung dihubungkan ke bangunan dengan terdapat consumption board sebelum didistribusikan ke dalam bangunan. Terdapat 2 arah yang dihubungkan dari kota ke dalam kompleks bangunan, yaitu untuk bangunan B setinggi 19 lantai, dan bangunan Torre David setinggi 28 lantai. Dari consumption board, lalu dihubungkan ke masing-masing lantai dimana di setiap bangunannya terdapat building breakers untuk mendistribusikan listrik. Listrik ini dipakai untuk warga untuk pencahayaan dan penggunaan barang elektronik seperti televisi, lemari es, komputer, mesin cuci, dan setrika.
Sewage dan Pembuangan Sampah
Pada lantai basement di gedung parkir sering terjadi banjir dari black water dan rain water. Disini penduduk menggunakan water pump truck untuk memompa air keluar. Diperlukan sekitar 100 cistern trucks untuk dapat mengkosongkan area yang banjir tersebut. Untuk pembuangan pada lantai 7 hingga 16 karena di dalam perancangan bangunan Torre Davidf sebelumnya ditujukan untuk pembuatan hotel, maka pada area tersebut terdapat pipa pembuangan yang penduduk membuat sendiri agar perpipaan untuk pembuangan air kotor dapat bekerja. Pembuangan sampah dianggap masalah yang kecil bagi para penduduk Torre David yaitu penduduk membuang sampah ke dalam kontainer yang terletak di area kompleks dan penduduk bertanggung jawab secara individu di dalam pembuangan sampah mereka masing-masing.
Lokasi dan transportasi
Gambar 11 Diagram Sirkulasi pada Torre David
(Sumber : Torre David, Urban Think Tank, 2012)
Tangga dan ramp pada bangunan parkir dan torre david merupakan satu-satunya jalur sirkulasi vertikal yang dapat digunakan oleh warga. Elevator tidak terdapat pada bangunan karena setelah bangunan ini tidak dipakai pada tahun 1994, elevator langsung dijual setahun kemudian. Torre David memiliki dua tangga, tangga pertama digunakan untuk penduduk, dan tangga kedua tetap terkunci untuk berjaga-jaga apabila tangga pertama rusak. Warga dapat mengendarai kendaraan pribadi yaitu mobil ataupun motor hingga ke lantai 10, setelah itu warga harus menaiki tangga untuk dapat mencapai rumahnya yang disetiap lantainya memiliki ketinggian sekitar 3,6 meter. Hidup di kompleks Torre David memiliki kelebihan, yaitu selain biaya yang murah untuk keperluan servis, di kompleks ini merupakan lokasi utama untuk perekonomian di Caracas.
Kejahatan dan keamanan
Bagi banyak penduduk Caracas, Torre de David adalah sebuah perkampungan kumuh yang sangat berbahaya dan mereka percaya banyak mantan tahanan seperti pemimpin masyarakat utama menciptakan sebuah kota dalam kota di dalam gedung. Di banyak daerah tidak ada pagar dan setidaknya dua anak meninggal akibat jatuh dari lantai yang lebih tinggi. Ia juga melaporkan bahwa sebuah mobil jatuh dari lantai lima pada gedung parkir (Espinoza, 2012). Walaupun demikian, Torre David masih dapat bertahan hidup hampir 7 tahun dimana warga bertahan hidup secara komunitas di dalam memngembangkan tempat tinggalnya.
Tempat Tinggal di Torre de David
Untuk memahami lebih lanjut tentang kondisi hidup di Torre David, beberapa contoh denah dari jenis tempat tinggal yang ditempati oleh penduduk. Rumah tinggal dari Torre David yang terletak di sekitar area sirkulasi vertikal yang terdapat lift, layanan dan tangga. Penduduk yang terorganisasi dengan baik secara komunitas, pada masing-masing lantai membuat suatu peraturan untuk dapat secara bergiliran untuk membersihkan koridor yang digunakan secara publik.
Gambar 12 Tempat Tinggal Denah A dan Denah B
(Sumber : Jean Caldieron, 2012)
Denah A adalah hunian keluarga yang beranggotakan empat orang. Mereka tidak memiliki layanan sanitasi. Terdapat dua tempat tidur, sudut yang berfungsi sebagai dapur dan meja dengan satu kursi. Penduduk menggunakan toilet dari anggota keluarga di lantai yang sama. Hunian ini tidak memiliki jendela ataupun tirai sehingga mereka mencoba untuk menjaga pintu terbuka siang hari. Denah B adalah apartemen satu kamar tidur dan ditempati oleh keluarga multi-generasi nenek dan putrinya, yang merupakan ibu tunggal dari tiga anak. Hunian ini memiliki toilet tetapi tidak terhubung kepada pipa bangunan. Mereka membangun pemisahan yaitu dengan membagi ruangan menjadi dua wilayah utama, ruang tamu yang juga berfungsi sebagai kamar tidur utama dan kamar tidur kecil untuk dua anak. Hunian ini memiliki bukaan yang memungkinkan untuk balkon tapi tanpa jendela dan tidak ada perlindungan terhadap angin ataupun hujan.
Gambar 13 Tempat Tinggal Denah C dan Denah D
(Sumber : Jean Caldieron, 2012)
Denah C adalah sebuah ruangan kecil adalah keluarga dari dua orang. Tidak terdapat jendela, ventilasi atau layanan sanitasi pada ruangan ini. Ruang yang mereka tempati merupakan ruang mekanik yang terdapat di dalam inti bangunan. Keluarga menghabiskan sebagian besar waktu mereka di luar untuk bekerja sebagai pedagang. Denah D menunjukkan denah sudut dimana hunian yang memiliki lantai panjang untuk jendela. Para pemukim memecahkan jendela di salah satu sudut untuk menyediakan ventilasi alami. Hunian ini memiliki toilet yang terdapat disamping pintu. Denah ini dapat digunakan untuk 3 orang karena hanya memiliki 2 tempat tidur.
Gambar 14 Tempat Tinggal Denah E dan Denah F
(Sumber : Jean Caldieron, 2012)
Dua tempat tinggal terakhir diwakili adalah denah E dan denah F. Denah E adalah sebuah ruangan kecil yang telah dibagi menjadi tiga kamar tidur. Terdapat teras kecil dengan ruang yang dialokasikan untuk dapur. Terdapat toilet dan ruang tamu pada denah ini. Denah F adalah hunian kecil dengan ruang dapur, ruang tamu kecil dan dua kamar tidur kecil. Hunian ini tidak memiliki ventilasi, cahaya alami atau layanan sanitasi.
Melihat keenam denah tersebut, kondisi perumahan sebagian besar tempat tinggal sangat jauh dari optimal. Ruang yang padat dan beberapa bukaan tidak dilindungi dari angin, cahaya yang berlebihan dan hujan. Sebaliknya, beberapa rumah tidak memiliki apapun sinar matahari atau ventilasi dan kurangnya layanan sanitasi yang memadai pada kamar.
Kesimpulan
Hal yang dapat disimpulkan dari bangunan Torre David setinggi 45 lantai yang ditempati oleh sekitar 3000 penduduk adalah :
Bangunan yang tadinya digunakan untuk gedung perkantoran dan kompleks komersial, sekarang menjadi bangunan yang ditempati oleh penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal. Hal ini merupakan suatu kegagalan pemerintah dan arsitektur dimana bangunan tidak lagi difungsikan selayaknya bangunan yang semestinya.
Penduduk membuat sendiri secara self organize community untuk dapat memfungsikan bangunan yang tadinya kosong menjadi dapat bekerja seperti layaknya bangunan tinggi mulai dari pembuatan dinding untuk rumahnya, listrik, air, keamanan, ruang publik, tempat untuk menjual kebutuhan sehari-hari, keamanan, sampah, air kotor dan transportasi.
Torre David merupakan salah satu contoh bangunan yang menggambarkan perbedaan bahwa kaum informal hingga saat ini masih membutuhkan tempat tinggal yang layak untuk dihuni, tidak lagi di daerah permukiman kumuh yang jauh dari standar untuk berhuni.
Saran
Kebersamaan untuk memecahkan masalah secara bersama-sama di dalam bangunan dapat dijadikan contoh yang baik untuk diterapkan pada warga kampung. Hal ini dapat dijadikan contoh untuk mengembangkan kampung menjadi vertikal karena sampai saat ini mereka dapat hidup secara komunitas hinggal kurang lebih 7 tahun.
Pemerintah Caracas disarankan dapat menjembatani kebutuhan suatu penduduk miskin untuk dapat mendapatkan tempat yang layak untuk dihuni, terutama di Torre David.
Dibutuhkan solusi desain arsitektural untuk dapat membuat bangunan Torre David untuk lebih layak dihuni, mulai dari pembuatan pengelolaan air yang lebih baik, pengelompokkan pertokoan yang digunakan untuk umum di setiap beberapa lantai, sirkulasi vertikal yang layak untuk dipakai, pengelolaan air kotor yang terhubung oleh kota, bukaan pada dinding rumah untuk ventilasi udara ataupun cahaya dan membuat faktor keamanaan pada bagian terluar bangunan
Daftar Pustaka
Caldieron, Jean. From a Skyscraper to a Slumscraper : Residential Satisfaction in “Torre de David” Caracas, Venezuela, Florida Atlantic University School of Architecture, USA, 2013.
Urban Think Tank, 2012, Torre David Informal Vertical Communities, Chair of Architecture and Urban, Design ETH Zurich.
INE (Instituto Nacional de Estadística de Venezuela), 2013. Censos de población y vivienda.
Grant, W., 2010. Torre Confinanzas, Venezuela squatter Skyscrapper, BBC News Caracas
Davinson, David, Emergency Architecture: Occupy Caracas, New York Magazine, Oct 9 th 2011.
Bodzin, Steven, Monocle 24, Caracas’s Torre de David poses soaring dilemma. Blog at WorldPress.org. Theme: DePo Masthead by Automatic, 2012.
Kallipoliti, L., 2013. Torre David/Gran Horizonte: Urban-Think Tank: Alfredo Brillembourg and Hubert Klumpne, August 29–November 25, 2012, 13th International Architecture Exhibition in Venice, Common Ground, La Biennale di Venezia (David Chipperfield, director), Venice, Italy. Journal of Architectural Education.
www.ine.gov.ve.17 Desember 2013
http://id.wikipedia.org/wiki/Venezuela.17 Desember 2013
http://en.wikipedia.org/wiki/Centro_Financiero_Confinanzas.17 Desember 2013
http://www.iwan.com/photo_Venice_Biennale_2012_UTT-Iwan_Baan_Torre_David.php.18 Desember 2013










