Girl at the show. Kafe 44, Stockholm Sweden.
https://i-d.vice.com/en_uk/article/zmyevj/anarchy-in-scandinavia-photos-from-the-swedish-punk-scene
seen from China

seen from Australia
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from China
seen from United States

seen from Germany
seen from Ukraine
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from Japan
seen from China

seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from China
seen from United States
seen from China
Girl at the show. Kafe 44, Stockholm Sweden.
https://i-d.vice.com/en_uk/article/zmyevj/anarchy-in-scandinavia-photos-from-the-swedish-punk-scene
Lindungi Anak dari Pelecehan Jepang Kembangkan Aplikasi Pendeteksi Foto Vulgar
Lindungi Anak dari Pelecehan, Jepang Kembangkan Aplikasi Pendeteksi Foto Vulgar https://ift.tt/ZYfJtdS Perusahaan Jepang tengah mengembangkan aplikasi yang secara otomatis mendeteksi dan menghapus foto tanpa busana dari ponsel anak-anak. Ini upaya terbaru negara melindungi anak-anak dari jeratan penjahat seksual. Aplikasinya menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang dapat mengenali bentuk anggota tubuh seperti alat kelamin, perut bagian bawah dan dada. Jika ada foto yang terdeteksi menampilkan fitur-fitur ini, aplikasi langsung menghapusnya dan mengirim pemberitahuan kepada orang tua atau wali. Startup Smartbooks menggandeng para peneliti Universitas Kesehatan Fujita dan Kepolisian Nakamura di Prefektur Aichi dalam rangka mewujudkannya. Aplikasi tersebut baru masuk tahap uji coba versi beta sejak dikembangkan bulan lalu. Pada 2021, kepolisian prefektur Aichi bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk memerangi eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur. Isu pelecehan anak mendapat perhatian khusus selama pandemi Covid-19, terutama setelah Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCF) dan Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan betapa rentannya anak-anak mengalami pelecehan online lantaran mereka menghabiskan sebagian besar waktu di rumah. Laporan tersebut mendorong sejumlah negara memberlakukan undang-undang yang lebih ketat guna mencegah terjadinya pelanggaran tersebut. Pada September lalu, Kementerian Kehakiman Jepang mendesak penegak hukum mengawasi praktik “grooming”, atau modus pelecehan seksual yang melibatkan orang dewasa merayu anak di bawah umur yang pemikirannya belum matang. Data kepolisian Jepang menemukan ada sekitar 1.811 anak-anak yang menjadi korban kejahatan seksual online pada 2021. Sepertiga kasusnya termasuk dalam pelanggaran “pornografi anak-anak”, yang mana banyak anak ditemukan berfoto telanjang. Naoto Tomita selaku co-founder Smartbooks berharap aplikasinya dapat mengakhiri permasalahan ini. “Banyak orang tua mengaku khawatir anak mereka akan mengalami kejahatan di internet jika diberikan HP, sehingga mereka menginginkan aplikasi ini sesegera mungkin,” terangnya kepada VICE World News. Begitu aplikasinya diunduh ke ponsel, orang tua akan memberikan izin program untuk mengakses folder foto. Saat ini, tim Tomita masih berupaya membuat aplikasinya tidak dapat dihapus dari ponsel tanpa izin orang tua. Aplikasinya dijadwalkan rampung akhir tahun ini, dan kemungkinan akan diberi nama “Kodomamo”, yang secara harfiah berarti perlindungan anak dalam bahasa Jepang. Follow Hanako Montgomery di Twitter dan Instagram. via VICE ID https://ift.tt/eqRPlDm July 08, 2022 at 11:31AM
Mantan PM Jepang Shinzo Abe Ditembak Saat Berpidato Kondisi Kritis
Mantan PM Jepang Shinzo Abe Ditembak Saat Berpidato, Kondisi Kritis https://ift.tt/zJZbLiI Mantan perdana menteri Jepang Shinzo Abe ditembak di bagian dada saat berpidato di pinggir jalan Kota Nara, pada Jumat 8 Juli 2022, pagi waktu setempat. Pelaku menembaknya dari belakang panggung pidato. Insiden ini mengejutkan warga Jepang. Video situasi pasca penembakan politikus gaek tersebut banyak beredar di media sosial. Abe, nampak tergeletak dan berdarah setelah terdengar bunyi tembakan merujuk laporan stasiun televisi NHK. Pelaku sebelum beraksi sudah berada di kerumunan dekat lokasi pidato Abe. Politikus yang kini berusia 67 tahun sebetulnya sedang berkampanye meminta warga mendukung politikus dari Partai Liberal Demokratik Jepang menjelang pemilu legislatif pada akhir pekan ini. Kepolisian Prefektur Nara masih menyelidiki motif pelaku. Sosok lelaki penembak Abe itu langsung dibekuk polisi. Kejahatan melibatkan pistol terhitung sangat langka di Jepang, yang memiliki angka kriminalitas rendah. Selain luka tembak di dada, Abe juga ditengarai petugas mengalami serangan jantung. Saat dilakukan pertolongan pertama, petugas terlihat khawatir karena tidak ada tanda-tanda vital dari Abe. NHK melaporkan mantan PM itu telah dievakuasi dengan helikopter ke rumah sakit rujukan di Tokyo. Kondisinya masih kritis dan hingga artikel ini dilansir, perkembangan kesehatannya belum diumumkan ke publik. Abe menjabat sebagai perdana menteri Jepang dalam dua kali periode. Kurun pertama pada 2006 hingga 2007, kemudian berlanjut lagi 2012 hingga 2020. Dia adalah PM paling lama menjabat sepanjang sejarah Jepang modern. Laporan ini masih akan dimutakhirkan dengan data-data terbaru. Follow Hanako Montgomery di Twitter dan Instagram. via VICE ID https://ift.tt/eqRPlDm July 08, 2022 at 11:14AM
Benarkah Meme dan Tren TikTok Penyebab 'Minions: The Rise of Gru' Rajai Box Office?
Benarkah Meme dan Tren TikTok Penyebab 'Minions: The Rise of Gru' Rajai Box Office? https://ift.tt/Ad2E4Do Minions: Rise of Gru sukses merajai box office Amerika Serikat sepanjang akhir pekan lalu. Film kelima dari franchise Despicable Me ini meraup hasil penjualan tiket sebesar $125 juta (setara Rp1,9 triliun) di pekan pertama penayangannya. Terlepas kita suka atau tidak, makhluk mini bertubuh kuning merupakan salah satu tokoh kartun paling ikonik sepanjang masa. Para penggemarnya pun datang dari berbagai kalangan usia. Anak kecil menyukai Minion karena menggemaskan, para remaja sok-sokan benci karakter ini padahal suka, sedangkan generasi tua sering menyebarkan meme Minion di Facebook. Belakangan ini, pengguna TikTok juga tampak terobsesi dengannya. Contohnya seperti gerombolan lelaki berjas yang menghebohkan bioskop di berbagai negara demi nonton Minions: Rise of Gru. Semua video TikTok yang mempertontonkan anak muda mengenakan pakaian formal dan bertingkah aneh di dalam bioskop, pasti diiringi “Rich Minions”, soundtrack Minions: Rise of Gru yang diciptakan oleh musisi TikTok Yeat. Entah mengapa trennya bisa populer, dan apa alasan mereka bertingkah laku seperti itu. Tapi satu yang pasti, konten semacam ini mendadak beken di platform medsos lainnya. Pemandangan anak muda berpakaian hitam putih berbondong-bondong menonton Minions: Rise of Gru mengingatkan kita pada flash mob yang sempat melanda dunia. Tren ini biasanya melibatkan sekelompok orang berkumpul pada waktu dan tempat yang telah ditentukan untuk melakukan sesuatu. Namun, tindakan para #gentleminions dianggap meresahkan, sehingga banyak bioskop mulai melarang anak remaja datang beramai-ramai sambil berpakaian formal. Menariknya, beberapa pengguna TikTok tidak terima dengan larangan ini, karena menurut mereka, filmnya bisa laris manis dalam waktu singkat berkat #gentleminions. Tak ada yang bisa memastikan kebenaran klaim ini, mengingat film garapan Illumination sudah sangat digemari sejak dulu kala. Despicable Me, misalnya, menghasilkan pendapatan total di atas $500 juta (Rp7,5 triliun), dan meraup $50 juta (Rp750 miliar) di awal penayangan. Selanjutnya, film Minions meraup $115 juta (Rp1,7 triliun) di akhir pekan pertamanya pada 2015. Dengan kata lain, film franchise selalu menembus angka penjualan fantastis di bioskop. Jadi kayaknya terlalu berlebihan apabila ada yang mengatakan kesuksesan Minions: Rise of Gru berkat pengguna TikTok. Tapi yah… mana kita tahu? via VICE ID https://ift.tt/jWSLP6k July 07, 2022 at 11:24AM
Dinilai Mirip Nokia Desak Kreator 'Notkia' Ubah Merek Gawainya yang Berbasis Linux
Dinilai Mirip, Nokia Desak Kreator 'Notkia' Ubah Merek Gawainya yang Berbasis Linux https://ift.tt/qzfOxvg Seorang kreator kecil terancam menghadapi gugatan hukum apabila dia tak segera mengganti nama proyeknya yang dianggap mirip merek ponsel jadul, Nokia. Dikenal dengan nama online Reimu NotMoe, dia memimpin proyek pembuatan gawai portable dengan sistem operasi Linux, yang keseluruhan perangkat lunaknya bisa diunduh secara cuma-cuma. Perangkat genggam ini diberi nama Notkia, dan kebetulan komponennya dirakit dalam cangkang Nokia 168x—produk Nokia yang tak terlalu populer, tapi berukuran sekecil model 3310. Menurut keterangan seputar proyeknya di Hackaday, NotMoe bertujuan menciptakan perangkat genggam yang lebih ramah privasi dan menunjang aktivitas hacker. Model ponsel yang populer saat ini terlalu besar dan berat, sehingga dia bertekad mengeluarkan gadget berukuran kecil dan praktis. Setelah membongkar pasang cangkang berbagai ponsel jadul, pilihannya jatuh pada Nokia 168x. Proyek ini berjalan lancar selama tiga tahun, sampai akhirnya dia menerima email dari Nokia Corporation pekan lalu. Pesan email tersebut berisi desakan agar ia segera menghapus semua referensi nama “Notkia” dari postingan Hackaday-nya. NotMoe juga diminta berhenti menggunakan nama tersebut karena dikhawatirkan akan “membuat orang berpikir” ciptaannya adalah produk resmi Nokia. NotMoe tak pernah menyangka akan berurusan dengan perusahaan besar, mengingat produksinya sudah lama disetop. Meski Nokia telah merilis ulang model lamanya, keluaran terbarunya tidak sepopuler dulu. Paten desain Nokia pun akan kedaluwarsa tahun depan. Kehadiran Notkia seharusnya tidak akan merugikan produk asli. “Ternyata perusahaan sangat memedulikan merek ‘Nokia’-nya. Tapi permintaan ini aneh sekali,” tutur NotMoe. “Notkia dirancang khusus untuk para hacker perangkat keras, pendukung perangkat lunak gratisan, dan orang-orang yang peduli dengan privasi. Perangkat ini jelas takkan menjangkau orang yang tidak paham teknologi. Mereka bahkan tak akan mengerti caranya membeli, merakit dan menggunakan perangkat semacam ini.” Walaupun begitu, NotMoe memutuskan untuk menuruti permintaan Nokia agar masalahnya cepat kelar. Saat ini, dia masih mencari nama yang bagus untuk proyek open-source tersebut. Saat dihubungi Motherboard, rubrik teknologi milik VICE, juru bicara Nokia mengapresiasi kesediaan NotMoe bekerja sama dengan pihaknya. “Penggunaan nama Notkia dalam kaitannya dengan ponsel atau perangkat lunak sudah termasuk pelanggaran terhadap merek dagang Nokia. Kami bersyukur [NotMoe] telah sepakat untuk mengubah namanya dan kami dapat menyelesaikan masalah ini secara damai.” Nokia berulang kali terlibat dalam sengketa kekayaan intelektual dengan perusahaan telepon seluler lain, seperti Apple, Oppo dan Vivo. via VICE ID https://ift.tt/JZqAxiw July 06, 2022 at 02:05PM
Pemburu Spesialis Binatang Eksotis di Afsel Tewas usai 'Diburu' Pembunuh
Pemburu Spesialis Binatang Eksotis di Afsel Tewas usai 'Diburu' Pembunuh https://ift.tt/BTa79je Seorang pemburu satwa terkenal asal Afrika Selatan secara tragis tewas dalam perjalanan menuju lokasi perburuan. Polisi menduga kemungkinan besar dia sejak sebelum kejadian sudah “diburu” oleh sosok yang membunuhnya. Riaan Naude, sosok pemburu yang tenar di medsos itu, ditemukan polisi tergeletak mati di kawasan Taman Nasional Kruger, Provinsi Limpopo, akibat luka tembak di kepala. Naude merupakan pendiri Pro Hunt Africa, ormas pelobi pemerintah yang agendanya mendesak agar perburuan binatang eksotis bisa terus digelar untuk turis kaya. Lelaki 55 tahun itu juga rutin mengunggah fotonya yang berpose usai membunuh singa, jerapah, gajah, hingga zebra ke medsos. Sosoknya menjadi musuh para pecinta binatang di Afrika Selatan. Tubuh Naude ditemukan polisi lokal pada 4 Juli 2022, di samping mobilnya yang kemungkinan mengalami kerusakan sebelum pembunuhan terjadi. “Korban ditembak di kepala dari jarak dekat,” ujar juru bicara Kepolisian Limpopo. Awalnya polisi menduga insiden ini adalah upaya perampokan berujung pembunuhan. Namun satu-satunya barang yang diambil oleh pelaku hanyalah senapan milik Naude yang hari itu akan dipakai berburu. Olah TKP menunjukkan ada indikasi kendaraan pelaku cukup lama menguntit mobil Naude menuju kawasan taman nasional sebelum melakukan penembakan. Polisi masih belum menyimpulkan apakah pembunuhan ini dilatari motif politik, mengingat Naude adalah musuh pegiat konservasi satwa liar. Wisata berburu binatang eksotis seperti singa atau jerapah sampai sekarang masih menjadi industri legal di Afsel, meski sudah sering dikritik berbagai pihak. Pada Februari lalu, pemerintah Afsel justru mengumumkan kebijakan baru yang semakin mengecewakan pegiat hak binatang. Sebab, Afsel menambah daftar hewan eksotis yang boleh diburu oleh turis tajir, mencakup badak hitam dan leopard. via VICE ID https://ift.tt/JZqAxiw July 06, 2022 at 11:15AM
Tragedi Penembakan Massal Kembali Guncang AS Polisi Tetapkan Rapper Jadi Tersangka
Tragedi Penembakan Massal Kembali Guncang AS, Polisi Tetapkan Rapper Jadi Tersangka https://ift.tt/pPhNvsE Tragedi penembakan massal kembali menimpa Amerika Serikat. Kepolisian Kota Chicago menangkap seorang rapper lokal yang ditengarai terlibat penembakan massal saat parade kemerdekaan pada 4 Juli 2022. Insiden penembakan itu menewaskan enam orang, dengan nyaris 30 orang lainnya mengalami luka tembak serius. Tragedi di Negara Bagian Illinois itu mengejutkan masyarakat, karena terjadi saat ribuan orang sedang tumpah ruah di jalanan kawasan Highland Park, pinggiran Chicago. Pelaku penembakan memberondongkan peluru dari atap salah satu gedung dekat lokasi pawai tanpa pandang bulu, menyasar orang dewasa maupun kanak-kanak. Beberapa jam setelah menyelidiki TKP, kepolisian menyatakan bahwa Robert E. Crimo III ditetapkan sebagai tersangka yang terkait dengan penembakan massal tersebut. Seperti dilaporkan oleh Chicago Sun-Times, Crimo “telah diamankan petugas kepolisian tanpa perlawanan dan kini berada dalam tahanan.” Lelaki 22 tahun itu merupakan rapper yang aktif merilis lagu di berbagai platform streaming dan cukup populer. Lagu-lagunya di Spotify didengarkan hingga jutaan kali. Polisi mendasarkan dakwaan karena Crimo mengendarai mobil secara mencurigakan di sekitar lokasi penembakan. Aparat juga mengaku ada bukti lain yang memberatkan. “Dari catatan kami, dia adalah indivu yang sangat berbahaya,” ujar juru bicara kepolisian, tanpa merinci lebih lanjut apa yang jadi motivasi Crimo melakukan penembakan saat pawai hari kemerdekaan AS. Nama panggung Crimo sebagai musisi adalah ‘Awake the Rapper’. Merujuk rekam jejaknya sebagai rapper, Crimo beberapa kali menyinggung topik penembakan massal. Pengguna medsos di AS kini membagikan lagu maupun video klip Crimo yang bertema kekerasan, tak lama setelah polisi menetapkannya sebagai tersangka. Foto profilnya, menampilkan wajahnya yang penuh tato serta rambut diwarnai, turut beredar dengan massif di medsos. Hingga artikel ini dilansir, Crimo belum dijerat dengan pasal pidana apapun. Korban tewas penembakan Highland Park merentang dari bocah lima tahun hingga lansia 85 tahun. Belasan orang dilaporkan masih dalam kondisi kritis di rumah sakit akibat luka tembak. Total ada lima anak-anak yang menjadi korban penembakan massal di Illinois. Seorang dokter yang sedang berada di lokasi saat kejadian dan menjadi penolong pertama, mengaku pemandangan pasca-terjadi penembakan sangat mengerikan. “Banyak orang yang tewas di tempat mengalami luka tembak sangat brutal,” ujarnya, ketika diwawancarai stasiun televisi NBC. "Kondisi jasad korban tewas yang saya saksikan begitu mengerikan, setiap dokter yang harus merawatnya pasti akan mengalami trauma,” imbuhnya. via VICE ID https://ift.tt/guDlP5n July 05, 2022 at 12:35PM
Tewaskan Klien Seniman Modikasi Tubuh Ekstrem Dibui 10 Tahun
Tewaskan Klien, Seniman Modikasi Tubuh Ekstrem Dibui 10 Tahun https://ift.tt/O3I4GFf Brendan Leigh Russell, seniman Australia yang menawarkan jasa modifikasi tubuh, divonis 10 tahun penjara pada Senin, 4 Juli 2022, setelah terbukti melakukan pemotongan alat kelamin perempuan dan dengan sengaja menyebabkan luka parah pada tubuh kliennya. Lelaki 41 tahun, yang lebih dikenal sebagai BSlice, awalnya dinyatakan bersalah tahun lalu oleh Pengadilan Distrik New South Wales. Dia dilaporkan ke polisi terkait dugaan mengabaikan keamanan klien saat memodifikasi anggota tubuh mereka. Tiga perempuan di Australia mengalami komplikasi usai memakai jasa Russell antara 2015 dan 2017. Klien pertama tewas karena keracunan darah setelah silikon berbentuk kepingan salju yang dicangkok ke tangan kanannya terinfeksi. Dalam persidangan, pengadilan diberi tahu, sang pelaku melarangnya berobat ke dokter. Russell juga menangani operasi pengangkatan labia terhadap perempuan lain. Branding iron, semacam hot stamp, digunakan dalam prosedur tersebut. Akibatnya, klien merasakan sakit yang luar biasa pada selangkangan selama setahun lebih. Dia sampai tak bisa pakai celana dalam atau tampon saking sakitnya. Klien ketiga terpaksa menjalani operasi lantaran Russell memotong sebagian besar lemak dari perutnya selama prosedur tummy tuck, atau operasi plastik pengencangan perut, yang “sangat berbahaya” di studio tatonya di NSW. Hakim Helen Syme mengungkapkan, sepulangnya dari tempat Russell, perempuan itu terbangun dengan rasa sakit yang menyiksa dan mengalami pendarahan hebat. Russell kemungkinan besar menusuk dinding perut klien ketika dia menanamkan kembali pisau bedah pada luka. Menurut Syme, Russell menjuluki dirinya “seniman modifikasi tubuh ekstrem”, tetapi dia “tak terdaftar sebagai praktisi kesehatan”. Dia bahkan sempat diagung-agungkan oleh kliennya yang meninggal dunia. Beberapa minggu setelah pencangkokan pada Maret 2017, Russell membuka kembali jahitan dan mengubah posisi silikonnya. Darah yang disertai nanah keluar dari bekas jahitan baru, tapi Russell hanya menyarankan klien untuk minum obat penghilang rasa sakit. Katanya tidak usah ke dokter. “Andai saja perempuan itu cepat mengambil tindakan medis, mungkin dia bisa memiliki peluang yang lebih tinggi untuk bertahan hidup,” ujar Hakim Syme, dikutip Sydney Morning Herald. “Bisa ditarik kesimpulan bahwa pelaku tidak mementingkan keselamatan klien. Dia hanya peduli dengan reputasi dan bisnisnya sebagai seniman modifikasi tubuh.” Hakim Syme mengklaim ketiga prosedur dilakukan tanpa memperhatikan standar kebersihan dan perawatan pascaoperasi. Follow Gavin Butler di Twitter. via VICE ID https://ift.tt/guDlP5n July 05, 2022 at 11:58AM