Himbauan Bima Arya untuk Bersiaga Banjir #bimaarya #walikotabogorbimaarya #katulampabogor (di Katulampa, Bogor Timur) https://www.instagram.com/p/CFZ2Eq1heyE/?igshid=5pzbcjaf8jhy
seen from Singapore
seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from Germany

seen from Switzerland

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Canada

seen from Switzerland
seen from United States
seen from Finland
seen from United States

seen from United States
seen from Canada

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
Himbauan Bima Arya untuk Bersiaga Banjir #bimaarya #walikotabogorbimaarya #katulampabogor (di Katulampa, Bogor Timur) https://www.instagram.com/p/CFZ2Eq1heyE/?igshid=5pzbcjaf8jhy
Tak Ada Program Kerja 100 Hari, Bima-Dedie Fokus Selesaikan Masalah Macet di Bogor
Inanews - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, tidak akan ada program kerja 100 hari saat dirinya menjabat untuk kedua kalinya sebagai Wali Kota Bogor. Hal itu disampaikan Bima setelah dirinya dilantik menjadi Wali Kota Bogor periode 2019-2024 bersama Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim. Meski begitu, Bima berjanji akan menyelesaikan pekerjaan rumahnya yang belum tuntas di periode sebelumnya. Salah satu fokus yang bakal digeber oleh politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu adalah mengatasi masalah kemacetan dan transportasi di kota hujan itu "Saya ingin sampaikan pada hari ini, tidak akan ada program 100 hari karena Pemkot Bogor setiap hari akan terus berlari," kata Bima, saat berpidato dalam acara Inaugurasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, di Balai Kota, Minggu. Bima menambahkan, bersama dengan Dedie Rachim, dirinya juga akan menata kawasan Sungai Ciliwung agar menjadi pekarangan depan Kota Bogor. Termasuk, kata Bima, penataan pedagang kaki lima (PKL), pembangunan infrastruktur, serta peningkatan di sektor pariwisata sehingga menambah pendapatan asli daerah (PAD). "Yang paling berat adalah menjaga kebersamaan. Kebersamaan akan kita kuatkan dengan pembangunan. Setiap sudut kota harus menghadirkan kebersamaan," tutur Bima. Read the full article
Tak Ada Program Kerja 100 Hari, Bima-Dedie Fokus Selesaikan Masalah Macet di Bogor
Inanews - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, tidak akan ada program kerja 100 hari saat dirinya menjabat untuk kedua kalinya sebagai Wali Kota Bogor. Hal itu disampaikan Bima setelah dirinya dilantik menjadi Wali Kota Bogor periode 2019-2024 bersama Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim. Meski begitu, Bima berjanji akan menyelesaikan pekerjaan rumahnya yang belum tuntas di periode sebelumnya. Salah satu fokus yang bakal digeber oleh politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu adalah mengatasi masalah kemacetan dan transportasi di kota hujan itu "Saya ingin sampaikan pada hari ini, tidak akan ada program 100 hari karena Pemkot Bogor setiap hari akan terus berlari," kata Bima, saat berpidato dalam acara Inaugurasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, di Balai Kota, Minggu. Bima menambahkan, bersama dengan Dedie Rachim, dirinya juga akan menata kawasan Sungai Ciliwung agar menjadi pekarangan depan Kota Bogor. Termasuk, kata Bima, penataan pedagang kaki lima (PKL), pembangunan infrastruktur, serta peningkatan di sektor pariwisata sehingga menambah pendapatan asli daerah (PAD). "Yang paling berat adalah menjaga kebersamaan. Kebersamaan akan kita kuatkan dengan pembangunan. Setiap sudut kota harus menghadirkan kebersamaan," tutur Bima. Read the full article
Bambang Widjojanto: Pengamat Sebut Pemilu 2019 Terburuk Pasca-reformasi
Inanews - Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto hadir dalam pernyataan pers sejumlah tokoh pendukung calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di SCBD, Jakarta. Bambang mendapat giliran kedua untuk menyampaikan pendapatnya tentang pelaksanaan pemilihan presiden dan pemungutan suara pada 17 April 2019 lalu. Bambang mengawali penyampaiannya dengan menyebut pemilu kali ini sebagai yang terburuk pasca reformasi. "Pemilu kali ini oleh pengamat disebut pemilu terburuk pasca reformasi," ujar Bambang. Menurut mantan anggota tim sukses Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada pilkada DKI itu, pemilu kali ini tidak memenuhi asas langsung, umum, bebas dan rahasia. Serta tidak memenuhi prinsip jujur dan adil (jurdil). Bambang mengklaim telah banyak terjadi kecurangan dalam pemilu 2019. Menurut dia, perlu ada suatu gerakan masif dari masyarakat untuk menuntut kecurangan yang terjadi selama pemungutan suara. "Kehadiran kami hari ini adalah bagian mendukung suatu kesadaran masif. Kekuatan publik yang tidak suka kecurangan terjadi saat ini," kata Bambang. Sementara itu dalam wawancara dengan Wakil Pemimpin Umum harian Kompas Budiman Tanuredjo, Kamis (18/4/2019), Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa penyelenggaraan pemilu di negara sebesar Indonesia bukan hal mudah. Ada 800.000 tempat pemungutan suara yang tersebar di 17.000 pulau. Oleh karena itu, wajar jika ada permasalahan terkait logistik dan masalah teknis lainnya. Namun, Jokowi menilai, pelaksanaan pemilu 17 April 2019 berjalan baik. "Kita apresiasi kerja keras KPU, Bawaslu, dan DKPP," kata Jokowi. Read the full article