🧄+🌼
seen from China

seen from United States
seen from Singapore

seen from United States

seen from Canada
seen from Canada

seen from Singapore
seen from India
seen from Singapore
seen from Australia
seen from China
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Nigeria

seen from United States
seen from Yemen
seen from Maldives

seen from United States

seen from Ukraine

seen from United Kingdom
🧄+🌼
Throwback: Arshad Warsi, Boman Irani and Saurabh Shukla made Jolly LLB all 'heart and guts' - Times of India
Jolly LLB which was released on this day thirteen years ago, had the potential to become as big a franchise as Munnabhai if only the producers had not decided to change the lead actor from Arshad Warsi to Akshay Kumar in the next Jolly movie. When it went from Warsi to Akshay, Jolly became more a liar than a lawyer.Jolly LLB was based on a real-life hit-and-run case where a privileged scion of a…
View On WordPress
Warung Simbok
Sempat kebingungan mencari Warung Simbok di peta gugel, akhirnya aku menyerah dan minta shareloc kle pemiliknya, ternyata yang tadi “tak penthelengi” sudah betul, hanya namanya rupanya disingkat jadi War-Si 🙂 Dasar #kuper aku sama sekali tidak berpikir kalau yang kucari-cari itu memang sudah lama ketemukan, sehingga ketika sudah dipastikan bahwa warsi yang kucari ada di sebelah kios foto copy,…
View On WordPress
हिंदी न्यूज़ - urdu shayri waris warsi mushayra/VIDEO: महफ़िल-ए-मुशायरा- 'वो जिधर से भी ग़ुज़रे हैं हंसकर, रास्ते जगमगाने लगे हैं'
हिंदी न्यूज़ – urdu shayri waris warsi mushayra/VIDEO: महफ़िल-ए-मुशायरा- ‘वो जिधर से भी ग़ुज़रे हैं हंसकर, रास्ते जगमगाने लगे हैं’
[ad_1]
News18Hindi
Updated: February 14, 2018, 3:12 PM IST Hindi.news18.com पर आप हर रोज़ कविताएं, शायरी, गज़लें और नज़्म सुनने का लुत्फ़ उठाते हैं. आज की महफ़िल-ए-मुशायरा में सुनिए और पढ़िए वारिस वारसी के क़लाम.
पेश हैं, वारिस वारसी के क़लाम.
हम बड़ी आन-बान वाले हैं मीर के ख़ानदान वाले हैंहम हैं ग़ारिस अमीर-ख़ुसरो के यानी उर्दू ज़बान वाले…
View On WordPress
Penambangan Liar di Sumbar Sebabkan Kerusakan Hutan 2.950 Ha
PADANG – Komunitas Konservasi Indonesia WARSI menyebutkan, akibat terjadi pembalakan secara liar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat (Sumbar) telah menyebabkan kerusakan hutan seluas 2.950 hektare (ha).
Direktur Komunitas Konservasi Indonesia, Warsi Rudi Syaf mengatakan, dari data analisa Citra Satelit TM yang dilakukan unit GIS WARSI, telah terjadi kerusakan seluas 2.950 ha. Luas…
View On WordPress
Warsi: 25 Tahun ke Depan Tidak Akan ada Lagi Hutan di Sumatera
MALANGTODAY.NET - Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi mencatat kawasan hutan di Pulau Sumatera tersisa 11 juta hektare, dan bila laju deforestasi tidak dikendalikan, maka pada 25 tahun mendatang tidak ada lagi hutan di sana. "Dari analisis Cita Satelit Lansat TM 8 yang kami lakukan, pada 2015 lahan kritis atau areal terbuka meningkat jadi 556 persen, peningkatan perkebunan 141 persen dan peningkatan hutan tanaman industri 381 persen," kata Anggota Dewan Pengawas KKI Warsi Sukri Sa'ad di seperti dilansir dari Antara, Jumat (21/07). Dalam kurun waktu 25 tahun, Pulau Sumatera kehilangan sembilan juta hektare hutan atau pada tahun 1990 tutupan hutan di Sumatera masih 20 juta hektare, namun pada 2015 hutan sumatera yang masih tersisa hanya tinggal 11 juta hektare. "Jika kondisi ini masih terus berlanjut dan tidak ada upaya yang nyata, maka dalam waktu 25 tahun ke depan tidak akan ada lagi hutan di Sumatera," kata dia. Hilangnya tutupan hutan dalam jumlah yang signifikan menurutnya, telah membawa dampak terhadap masyarakat yang hidup di dalam sekitar kawasan hutan sehingga menjadi termarginalkan. Dampak lain yang muncul juga kata dia seperti bencana ekologi dan hilangnya plasma nutfah serta cadangan biodversity penting, sehingga kondisi tersebut memicu bencana ekologis dan perubahan iklim. Pihaknya mencatat, pada kurun waktu 2010-2016 di Jambi korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor mencapai 46 orang, dan korban meninggal akibat bencana penambangan liar mencapai 55 orang. "Deforestasi jug menyebabkan berkurangnya sumber pangan dan ketersediaan air bersih, dampak ini yang paling dirasakan oleh kelompok masyarakat yang tinggal di dalam kawasan hutan dengan kondisi ekonomi yang juga masih rendah," katanya. Dampak akibat laju deforestasi itu memberikan peringatan kepada kita bahwa ada ketimpangan yang terjadi di alam, sehingga sangat diperlukan untuk melakukan pemulihan dan penanganan cepat untuk mengatasi dampak yang lebih luas kedepannya, katanya menambahkan. Sementara itu, Direktur KKI Warsi Dicki Kurniawan, mengatakan meskipun pemerintah telah mengeluarkan kebijakan moratorium perizinan pembukaan hutan dan lahan perkebunan pada tahun 2011 namun laju deforestasi juga masih tinggi. Selain itu juga yang disayangkan sampai saat ini data-data terkait perizinan itu belum dipublikasikan oleh pihak terkait. "Selama kurun waktu enam tahun berdasarkan hasil overlay peta indikatif penundaan pemberian izin baru (PPIPB) masih kehilangan tutupan hutan 2,7 juta hektare," kata Dicki.
Source : https://malangtoday.net/flash/nasional/warsi-25-tahun-ke-depan-tidak-akan-ada-lagi-hutan-di-sumatera/
Está bien chida mi pequeña Enterprise-Navofet-Warsiland! 😬 Gracias amigo @furumarupro #warsi #starwars #model #metalhearth #snowspeeder