"...karena Allah malu menolak doa hambanya yang tulus dan mengangkat tangannya seperti ini..."
- Tari, dalam Film Wedding Agreement
Baper ngga nonton filmnya?
Jujur baca wattpadnya setelah liat trailer filmnya tuh lebih nyesss rasanya daripada nonton filmnya. Hati rasanya tersayat, nangis bombay sambil baca cerita wattpadnya semaleman wkwk.
Tapi yang mau saya highlight bukan cerita cinta Mas Bian sama Tarinya sihh, tapi kata-kata Tari diatas. Keluar studio bioskop langsung Mbak Denok nyeletuk, "Pesan moral dari filmnya tadi yang disebutin sama Tari, kalau Allah malu mengabulkan doa orang yang mengangkat tangannya seperti ini". "Wuhhh ashiyaapp" kami bertiga menimpali kata-kata Mbak Denok.
Beberapa lama setelah kami sudah tidak ribut-ribut lagi membahas Mas Bian dan Tari dari film Wedding Agreement, saya tanpa sengaja melihat ig story dari salah satu akun yang saya follow. Beliau Ibu muda, anaknya berusia 1,5 tahun kira-kira, namanya Kafa. Di ig storynya diperlihatkan anaknya sedang ingin dibelikan mainan. "Kafa mau mainan? Kafa mau mobil-mobilan itu? Coba nak, kalau mau sesuatu mintanya ke siapa?". Aku berpikir sejenak, minta ke mama papanya lah, lha kesiapa lagi dong. Belum sempat mengutarakan pikiran itu, di video ig story itu Kafa sudah mengangkat tangannya, ditengadahkan sambil bilang "Allah". Dia lagi minta mainan sama Allah donggg. Keren banget orang tuanya ngajarin anaknya gituu. Pingin tak tulis deh biar nanti gak lupa ngajarin gitu juga kalau punya anak. *eh wkwk.
Terus kemarin banget, nonton videonya Wirda Mansur yang bahas tentang sholawat. Iye banget sih ortunya juga ngajarin kalo pingin apa-apa pertama kali mintanya sama Allah.
Dari situ, langsung saya praktikin. Ya Allah, saya sakit gigi minta sembuh ya Allah. Sebelum ke dokter saya minta sembuhin sama Allah dulu ya Allah. Wkwkwkwk










