d e v o n

No title available
🪼
macklin celebrini has autism
trying on a metaphor
Cosmic Funnies

titsay
styofa doing anything
h
hello vonnie
occasionally subtle
taylor price

#extradirty
he wasn't even looking at me and he found me
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
AnasAbdin
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

if i look back, i am lost
Misplaced Lens Cap
we're not kids anymore.
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from France

seen from Brunei

seen from Brazil

seen from Jordan
seen from Singapore
seen from Russia
seen from United States
seen from Malaysia
@deintansari
Riry Meria:
*A Letter to Allah*
*Menyelami Untaian Doa 40 Rabbana Dalam Al qur'an*
Ustd. Abu Bassam Oemar Mita
*1. Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaban naar* (Al Baqarah 201)
Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka
*2. Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas samii'ul 'aliim* (Al Baqarah 127)
Ya Rabb kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
*3. Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaitanaa wahab lanaa min ladunka rahmah innaka antal wahhaab* (Ali Imran 8)
Ya Rabb kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.
*4. Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa in lam taghfirlanaa watarhamnaa lanakunannaa minal khaasiriin* (Al A'raf 23)
Ya Rabb kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang2 yg rugi.
*5. Rabbanaaghfirlanaa wa li ikhwaaninaa alladziina sabaquuna bil iimaani wa la taj'al fii quluubinaa ghillal lilladziina aamanu rabbanaa innaka rauufur rahiim.*
Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara2 kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang2 yg beriman. Ya Rabb kami, sungguh Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.
*6. Rabbanaa laa tuaakhidznaa in-nasiina au akhta'na* (Al Baqarah 286)
Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.
*7. Rabbana wala tahmil 'alainaa isran kamaa hamaltahuu 'alal-ladziina min qablinaa* (Al Baqarah 286)
Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang2 sebelum kami.
*8. Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaqata lanaa bih wa'fu 'annaa waghfirlanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa 'alal qaumil kaafiriin* (Al Baqarah 286)
Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yg kami tidak sanggup memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang2 kafir.
*9. Rabbanaa aamannaa bimaa anzalta wattaba'nar-rasuula faktubnaa ma'asy-syaahidiin* (Ali Imran 53)
Ya Rabb kami, kami telah beriman kepada apa yg Engkau turunkan dan kami telah mengikuti Rasul, karena itu tetapkanlah kami bersama golongan org yg memberi kesaksian.
*10. Rabbanaa afrigh 'alainaa shabran wa tawaffanaa muslimiin* ( Al A'raf 126)
Ya Rabb kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan berserah diri kepada-Mu.
*11. Rabbanaa laa taj'alnaa ma 'al-qaumizh zhaalimiin*(Al A'raf 47)
Wahai Rabb kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama orang2 zalim itu.
*12. Rabbanaa anzil 'alainaa maa-idatan minas-samaa-i takunu lanaa 'iidan li-awwalinaa wa aakhirinaa wa aayatan minka war-zuqnaa wa anta khairur-raaziqin* ( Al Maidah 114)
Wahai Rabb kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang2 yg sekarang bersama kami maupun yg datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaaan Engkau, berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik2 pemberi rezeki.
*13. Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa zurriyyaatinaa qurrata a'yunin waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa*
( Al Furqan 74)
Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, pasangan kami, dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi org2 yg bertakwa.
*14. Rabbanaa atmim lanaa nuuranaa waghfirlanaa, innaka 'alaa kulli syain qadir*
(At Tahrim 8)
Wahai Rabb kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami, sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
*15. Rabbanaa 'alaika tawakalnaa wa ilaika anabnaa wa ilaikal mashiir*
( Al Mumtahanah 4)
Wahai Rabb kami, hanya kepada Engkau kami bertawakal dan hanya kepada Engkau kamu bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali
*16. Rabbanaa aatinaa min ladunka rahmatan wa hayyi' lanaa min amrinaa rasyadaa*
(Al Kahfi 10)
Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.
*17. Rabbanagh-firlii wa liwaalidayya wa lilmu'miniina yauma yaqumul hisaab*
(Ibrahim 41)
Wahai Rabb kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari kiamat)
*18. Rabbanaa innaka ta'lamu maa nukhfii wa maa nu'linuu, wa maa yakhfaa 'ala-llaahi min syain fiil- ardhi wa laa fis-samaa-i*
(Ibrrahim 30)
Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yg kami sembunyikan dan ala yg kami tampakkan, dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yg ada di bumi maupun yg ada di langit
*19. Rabbanagh-firlanaa dzunuubanaa wa israafanaa fii amrinaa wa tsabbit aqdaamanaa wan shurnaa 'alal qaumil kaafiriin*
( Ali Imran 147)
Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.
*20. Rabbanaa innaka jaami'un- naasi li yaumin laa raiba fiihi innallaaha laa yukhliful-mii'aad*
(Ali Imran 9)
Wahai Rabb kami, Engkaulah yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya. Sungguh Allah tidak menyalahi janji
*21. Rabbanaa maa khalaqta haadzaa baathilaa subhaanaka faqinaa 'adzaaban-naar*
(Ali Imran 191)
Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
*22. Rabbanaa innaka man tudkhilin-naara faqad akhzaitah wa maa lizh-zhaalimiina min Anshaar*
(Ali Imran 192)
Ya Rabb kami, sesungguhnya orang yg Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh Engkau telah menghinakannya, dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang2 yg zhalim
*23. Rabbanaa innanaa sami'naa munaadiyan yunaadi lil iimani an aaminuu birabbikum fa aamannaa*
(Ali Imran 193)
Ya Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu) "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman."
*24. Rabbanaa fagh-firlanaa dzunuubanaa wa kaffir 'annaa sayyiaatinaa wa tawaffanaa ma'al abraar*
(Ali Imran 193)
Ya Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti
*25. Rabbanaa laa taj'alnaa fitnatan lil qaumizh-zhaalimiin. Wa najjinaa bi rahmatika minal qaumil kaafiriin*
(Yunus 85-86)
Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran kezhaliman oleh kaum yg zholim. Dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari kaum yg kafir.
*26. Rabbanaa wa adkhilhum jannaati 'adnil-latii wa 'adtahum wa man shalaha min aabaa-ihim wa azwaajihim wa dzurriyyatihim innaka antal 'aziizul hakiim*
Ya Rabb kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan org2 yg shaleh di antara bapak2 mereka, dan istri2 mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
*27. Rabbanaa innaka raufurrahiim*
(Al Hasr 10)
Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang
*28. Rabbanaa laghafuurun syakuur*
Sesungguhnya Rabb kami benar2 Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri
*29. Rabbanaa wa taqabbal du'aa*
(Ibrahim 40)
Ya Rabb kami perkenanlah doaku
*30. Rabbana wasi'ta kulla syai-in rahmatan wa 'ilman faghfir lilladziina taabuu wattaba'uu sabiilaka wa qihim 'adzaabal jahiim*
(Ghaafir 7)
Ya Rabb kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada org2 yg bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yg menyala2
*31. Rabbanaa innanaa nakhaafu an yafrutha 'alainaa au an yathghaa*
(Thaha 45)
Keduanya berkata, "Ya Rabb kami, sungguh kami khawatir dia (Fir'aun) akan menyiksa kami atau bertambah melampaui batas
*32. Rabbanaa aamannaa faghfirlanaa warhamnaa wa anta khairur raahiimiin*
(Al Mu'minuun 109)
Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah sebaik2 pemberi rahmat.
*33. Rabbanaa aamannaa fak tubnaa ma'asy syaahidiin*
(Al Maidah 83)
Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang2 yg mjd saksi (atas kebenaran Al qur'an dan kenabian Muhammad)
*34. Rabbanaf-tah bainanaa wa baina qauminaa bil haqqi wa anta khairul faatihiin*
(Al A'raf 89)
Ya Tuhah kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik2nya yakni Engkau sebaik2 hakim
*35. Rabbanaa wa aatinaa maa wa'ad tanaa 'alaa rusulika wa laa tukhzinaa yaumal qiyaamati, innaka laa tukhliful mi'aad*
(Ali Imran 194)
Ya Rabb kami, berilah kami apa yg telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul2 Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.
*36. Rabbanaa-shrif 'annaa 'adzaaba jahannama inna 'adzaabahaa kaana gharaama. Innahaa saa-at mustaqarra wa muqaama*
(Al Furqan 65-66)
Ya Rabb kami, jauhkan azab jahanam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yg kekal. Sesungguhnya jahannam itu seburuk2 tempat menetap dan tempat kediaman
*37. Rabbanaa waj'alnaa muslimain laka wa min dzurriyatina ummatan muslimatan laka, wa arinaa manaasikanaa watub'alainaa innaka antat-tawwaabur-rahiiim*
(Al Baqarah 128)
Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yg tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yg tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara2 dan tempat2 ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.
*38. Rabbanaa afrigh 'alainaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wan shurnaa 'alal qaumil kaafiriin*
(Al Baqarah 250)
Ya Rabb kami limpahkanlah kesabaran kepada kami, kokohkanlah langkah kami, dan tolonglah kami menghadapi org2 kafir
*39. Rabbanaa innanaa aamannaa faghfirlanaa dzunuubanaa wa qinaa 'adzaaban naar*
(Ali Imran 16)
Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka
*40. Rabbanaa laa taj-alnaa fitnatan lilladziina kafaruu waghfirlanaa rabbanaa innaka antal 'azizul hakiim*
(Mumtahanah 5)
Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang2 kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
Tantrum Pada Anak
I dont know why, saya tertarik banget bahasan pola asuk anak...
Ilmu dr Ummu Balqis tentang Tantrum, save duluu
"...karena Allah malu menolak doa hambanya yang tulus dan mengangkat tangannya seperti ini..."
- Tari, dalam Film Wedding Agreement
Baper ngga nonton filmnya?
Jujur baca wattpadnya setelah liat trailer filmnya tuh lebih nyesss rasanya daripada nonton filmnya. Hati rasanya tersayat, nangis bombay sambil baca cerita wattpadnya semaleman wkwk.
Tapi yang mau saya highlight bukan cerita cinta Mas Bian sama Tarinya sihh, tapi kata-kata Tari diatas. Keluar studio bioskop langsung Mbak Denok nyeletuk, "Pesan moral dari filmnya tadi yang disebutin sama Tari, kalau Allah malu mengabulkan doa orang yang mengangkat tangannya seperti ini". "Wuhhh ashiyaapp" kami bertiga menimpali kata-kata Mbak Denok.
Beberapa lama setelah kami sudah tidak ribut-ribut lagi membahas Mas Bian dan Tari dari film Wedding Agreement, saya tanpa sengaja melihat ig story dari salah satu akun yang saya follow. Beliau Ibu muda, anaknya berusia 1,5 tahun kira-kira, namanya Kafa. Di ig storynya diperlihatkan anaknya sedang ingin dibelikan mainan. "Kafa mau mainan? Kafa mau mobil-mobilan itu? Coba nak, kalau mau sesuatu mintanya ke siapa?". Aku berpikir sejenak, minta ke mama papanya lah, lha kesiapa lagi dong. Belum sempat mengutarakan pikiran itu, di video ig story itu Kafa sudah mengangkat tangannya, ditengadahkan sambil bilang "Allah". Dia lagi minta mainan sama Allah donggg. Keren banget orang tuanya ngajarin anaknya gituu. Pingin tak tulis deh biar nanti gak lupa ngajarin gitu juga kalau punya anak. *eh wkwk.
Terus kemarin banget, nonton videonya Wirda Mansur yang bahas tentang sholawat. Iye banget sih ortunya juga ngajarin kalo pingin apa-apa pertama kali mintanya sama Allah.
Dari situ, langsung saya praktikin. Ya Allah, saya sakit gigi minta sembuh ya Allah. Sebelum ke dokter saya minta sembuhin sama Allah dulu ya Allah. Wkwkwkwk
Tak Cukup
Hai, kamu yang menyatakan perasaanmu di saat aku berada di atas.
Di saat karirku cemerlang.
Di saat aku sedang cantik-cantiknya.
Di saat aku membuatmu kagum, entah dari sisi baikku yang muncul tiap kali kita bertemu, entah ide-ide cemerlangku yang ternyata juga menyihirmu, entah aku yang kepergok penuh kehangatan sejauh kamu diam-diam memerhatikanku.
Akankah kamu tetap memertahankan perasaan itu padaku, saat aku sedang kehilangan diriku sendiri? Saat kamu ternyata melihat banyak sekali kurangku? Saat aku sedang jatuh-jatuhnya?
Akankah kamu tetap memertahankan perasaan itu meski rasanya aku saja ingin menyerah dan bersembunyi, atau masuk lorong waktu dan lompat ke masa yang akan datang?
Akankah kamu tetap memertahankan perasaanmu itu…?
Perasaan saja tak cukup untuk memintaku hidup bersamamu. Karena aku tahu, semua sisi burukku belum tentu membuat kamu jatuh cinta setiap hari padaku. Aku sepenuhnya sadar cinta bukan penggerak satu-satunya.
Maka balut semuanya dengan iman dan keteguhan hati…aku tak bakal menjanjikan semua ini mudah, namun aku percaya rahmatNya yang akan menuntun kita terus menjadi versi terbaik kita setiap harinya, atasnama cinta padaNya. Menjalar menjadi pribadi yang patut dicintai dari hari ke hari, karena upaya berbenahnya.
Tak ada yang sempurna, tersisa kita yang tak henti mengusaha.
Mungkin kelak aku melakukan kesalahan-kesalahan, tapi orang beriman lapang hatinya untuk memaafkan.
Mungkin kelak aibku membuatmu terkaget-kaget, tapi yang teguh hatinya bahwa semua makhluk diciptakan dengan cela, akan menerima.
Mungkin kelak aku menghiasi harimu dengan hal-hal bodoh atau menyeretmu ikut serta dalam kegagalanku, tapi orang yang beriman dan teguh hatinya percaya bahwa semua ini sementara. Percaya bahwa Tuhan menilai semua prosesnya. Percaya bahwa masing-masing dari kita akan diuji sesuai kadarnya.
Teguh pula untuk fokus pada jalan keluar tiap masalah, bukan malah merutuki atau menyalahkan satu sama lain.
Kalau itu juga kamu temukan padaku, kalau aku kamu nilai juga sama eratnya memegang iman dan keteguhan hati ini, sepertinya kita cocok jalan bersama :)
Karena jatuh hati saja tak cukup…
Cerpen : Tak Henti
“Kamu yakin sama keputusan kamu?”
“InsyaAllah. Kamu justru ragu sama jalan yang aku tempuh ini?”
“Enggak, apapun keputusan yang kamu ambil, aku doakan itu yang terbaik.”
“Makasih…”
“Makasih untuk apa?”
“Untuk nggak beralasan apa-apa yang bisa menahanku untuk nggak pergi kejar mimpi.”
“Aku suka lihat perempuan yang punya ambisi besar mewujudkan mimpinya, tandanya seorang pejuang.”
Dira tersenyum.
Akmal membalas senyum.
“Meskipun urusan perasaan ini nggak ada ujungnya, aku harap kita sama-sama paham kalau tidak ada yang bisa mengikat kita saat ini, sampai jelas segala sesuatunya.” Dira mencoba mengungkapkannya dengan lugas.
“Sudah jelas, saat ini tidak bisa. Tidak usah menunggu apa-apa. Satu titik kalau kita ditakdirkan bertemu ya bertemu. Kalau tidak, kita tetap berteman baik.”
“Salam buat ibu ya, Mal.”
“InsyaAllah…”
Dira menutup telpon. Menyeka air mata yang menyembul di ujung pelupuknya. Kembali meyakinkan diri bahwa ini adalah pilihan yang tepat.
Akmal di ujung sana, tak henti berusaha berada di tengah-tengah. Tak mau membenci ibunya karena Dira bukan dokter seperti persyaratan mutlak dari orang nomer satu yang dicintainya itu. Juga tak mau menjadi kesal kepada Dira karena berhenti berjuang. Akmal paham, jika diteruskan, pun sampai mereka menikah, nampaknya tak akan jadi baik tanpa ibu yang legawa anak laki-lakinya hidup bersama perempuan yang dasarnya tak beliau suka.
Mereka melanjutkan langkah, kemudian sama-sama paham. Bahwa ini adalah keputusan yang baik. Tak semua urusan perasaan harus berujung pada pernikahan. Sebagian besarnya memang harus larut dengan keikhlasan.
Mereka percaya, ada takdir baik yang menunggu di depan.
Waktu mau menikah, aku bilang pada suamiku yang pada waktu itu masih calon, kalau aku ingin lanjut S2. Aku ingin menikah tidak membuatku berhenti belajar dan upgrade ilmu. Pada waktu itu, beliau bilang begini,
“Aku dukung, sekalipun kamu mau S2 keluar negeri kita capai itu sama-sama. Sekalipun kita harus pakai uang sendiri.”
Dan itu semakin memperkuat diriku menerima lamarannya. Waktu bergulir, dan kini aku menjadi istrinya. Kesempatan untuk S2 itu belum aku ambil, pun kuusahakan dengan serius karena saat ini aku masih fokus di keluarga.
Tapi suamiku tetap suamiku, yang selalu mendorong istrinya untuk tetap belajar dan aktualisasi diri. Semangat menuntut ilmu tersebut, kami masukkan dalam visi misi keluarga. Beliau selalu support agenda-agenda keilmuan yang ingin aku ikuti ataupun mengalokasikan budget khusus untuk memfasilitasiku tetap menuntut ilmu.
Akupun kadang jadi melunjak, hahaha. Ingin ikut kursus ini, itu, seminar ini, itu, beli literatur ini, itu, banyak sekali. Beliau tidak pernah tidak mengizinkan selagi itu baik dan bermanfaat.
Lain halnya kalau aku mau beli baju, skincare, atau sekedar ke salon…harus melobi izin sampai waktu. Sekalipun suamiku mengizinkan, proses acc-nya cukup lama. Misal pengen ke salon besok, di acc baru minggu depan. Kalau hendak membeli baju, sepatu, atau tas–aku bakal dikritisi habis-habisan. Mulai punyaku masih bagus, masih ada banyak, tidak perlulah, ingat hisab blablabla.
Tak apa, aku jadi tahu bahwa ukuran yang beliau gunakan bukan yang tampak, bukan duniawi, dan bukan materi saja. Dia mengukur kedalaman segala sesuatu dengan ukuran lain, yang tidak semua laki-laki memilikinya. Dan aku bersyukur beliau salah satu diantara laki-laki jenis ini.
Mungkin aku juga akan tertekan apabila suamiku adalah seseorang yang selalu mendorong istrinya untuk cantik lahiriah, tanpa mengakomodir urusan cantik batiniah #halah.
Memastikan pasangan juga sama-sama bersemangat menuntut ilmu menurutku banyak untungnya. Selain pola pikir yang terus meluas, biasanya akan lebih terbuka pada diskusi dan ide-ide baru. Dampaknya keluarga bertumbuh sama-sama. Jadi memperpanjang ‘sumbu’. Nggak sering konflik perkara remeh :D
Baik laki-laki maupun perempuan, punya kebutuhan dan kewajiban yang sama dalam menuntut ilmu dan aktualisasi diri di mayarakat. Maka gandenglah tangan pasanganmu, ajak dia untuk sama-sama bersemangat menunaikan hal-hal yang Allah cintai itu. Lillah, demi keluarga yang kompak, untuk peradaban yang lebih baik. #tsaaahhhh 😆
Ma, Ajarkan Aku Ilmu Agama..
Ditulis dari kajian Ummu Balqis | Masjid Al-Falah, Bambu Apus | 29 Desember, 2019
Mendidik anak itu adalah hal yang penting karena tidak selamanya orang tua selalu membersamai anaknya..
(QS an-Nisa’: 9) وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَوَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا Artinya:“Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar”.
Orang tua harus mem-prepare anaknya karena tidak ada yang tahu kapan orang tua diharuskan meninggalkan anaknya.
Pernah dengar cerita-cerita pemuda hebat ini?
Adalah Sosok remaja keren, Zaid bin Tsabit, 13 tahun Usianya tapi sudah dipercaya menjadi penterjemah Rosulullah, sekaligus menjadi sosok paling muda yang ikut Kodifikasi Al-Qur'an Dibalik hebatnya Zaid, terdapat sosok ibunya, tak lain tak bukan Ummahat keceh ibunda An-Nawwar binti Malik, sosok Ibu Hebat yang tak hanya Cerdas dan Jenius... tapi juga pandai melihat potensi Anaknya. Zaid remaja yg berani, menangis manakala mendaftar di perang Badar namun ditolak Rosulullah karena badannya terlalu kecil. Ibunya membangkitkan spiritnya: Saat ini Kamu bisa berguna untuk ummat tidak dengan PEDANGMU, tapi dengan PENA mu! Ibu Zaid faham akan potensi Zaid sang "jenius kids" yang sanggup hafal Kitabullah, pandai membaca dan menulis, keterampilan yg tak banyak orang bisa saat itu. Ibu Zaid kemudian menyampaikannya potensi anaknya dihadapan Rosulullah. Rosulullah tak hanya terkesima dengan kejeniusannya, kemampuan Zaid yang hanya membutuhkan waktu 17 hari saja untuk mempelajari bahasa Ibrani, bahkan beberapa bahasa lain sanggup dipelajari dalam waktu singkat, membuat Zaid yang baru berusia belasan tahun sudah didapuk menjadi penterjemah Rosulullah. ________
Adapun mamak (dan calon mamak) jaman NOW! harus punya kiat untuk mendidik anak yang hebat:
Orang tua harus memiliki Ilmu yang mumpuni
Orang tua harus menjadi sosok teladan bagi anak
Orang tua menerapkan metode parenting ala Rasulullah
Orang tua mempersiapkan konten bahan ajar
Masa Konsepsi dan Kehamilan
Mempersiapkan anak yang hebat dimulai bahkan sejak sebelum menjadi janin loh, yaitu pada masa konsepsi, seperti berdo’a sebelum berjima. Serta kebiasaan-kebiasaan saat kehamilan, memperhatikan kehalalan makanan yang dikonsumsi, kestabilan emosi, majlis yang didatangi, dan bacaan-bacaan yang diperdengarkan pada anak selama dalam kandungan.
Masa Setelah Kelahiran
1. Step pola asuh anak 0-6 tahun
adalah fase mengisi lumbung padi cinta. Pada fase ini anak tidak boleh dimarahi sama sekali. Yagimana dan ngapain dimarahi karena pada usia ini anak belum memiliki rasa bersalah. Perasaan bersalah pada anak baru berkembang sempurna pada usia 5 tahun. Sebaliknya, daripada memarahi padahal anak juga tidak paham rasa bersalah, sebaiknya pada fase ini orang tua:
Lebih banyak memberi contoh atau teladan kepada anak melalui gerakan atau kebiasaan kita sehari-hari. Sesuai adab Rasul dan penelitian, anak pada usia ini suka menirukan hal-hal yang ia amati dan dilakukan berulang-ulang.
Melakukan hypnoparenting, yaitu dengan mendongengi anak. Pada saat sebelum tidur, saat anak mulai rileks tidak banyak bergerak, orang tua dapat memberikan doktrin-doktrin pada anak melalui cerita
2. Step pola asuh anak 7-15 tahun
adalah fase kedisiplinan. Ketika pada fase sebelumnya anak mendapatkan cukup cinta, maka orang tua saat mendisiplinkan anaknya dengan menetapkan beberapa aturan sesuai konten pendidikan pada anak, anak akan mengerti dan menaati walaupun pada awalnya tidak menyukainya. Hal tersebut karena anak menyadari bahwa orang tuanya memberikan aturan tersebut karena mencintainya dan ia mengingat betul cinta orang tuanya pada fase sebelumnya. Berbeda, jika pada fase sebelumnya (0-6 tahun) anak merasakan kurang cinta maka akan berdampak pada fase ini, anak akan cenderung menjadi pemberontak.
3. Step pola asuh anak 15 tahun keatas
adalah fase pendampingan/persahabatan/advise. Anak sudah paham tentang konsep syariah, muamalah, dsb. Anak paham adab berinteraksi lawan jenis bukan mahram dsb. Tugas orang tua adalah mendampingi.
KONTEN PENDIDIKAN UNTUK ANAK:
Tauhid (Allah esa, Allah mengawasi kita)
Akhlak (Sopan, santun)
Ibadah
Muamalah (Batasan lawan jenis, perdagangan, keuangan)
PERILAKU ANAK:
Perilaku anak adalah hasil dari 89% melihat, 10% mendengar, 1% indra lain, Dengan demikian orang tua harus lebih banyak mencontohkan pada anak dengan perbuatan daripada menasehati seperti kaset rusak namun dia sendiri tidak melakukan apa yang dinasehatkan.
Di era jaman now yang apa-apa serba gadget, sikap orang tua sebaiknya
Bijak gadget di depan anak (waktu gadget dan bebas gadget disepakati). Menspesialkan waktu keluarga, waktu meng-asi-hi anak tidak hanya transfer cinta tapi juga transfer doa, melakukan aktvitas dengan anak tidak disambi main gadget tapi sambi dengan mentransfer doa dan dzikir pada anak.
Mendampingi anak dalam bergadget dengan memberi durasi main gadget misal 1,5 jam sehari
Konten dalam gadget: apps yang direkomendasikan (Kids place, kakatu, screen time, appnofilter, kid mode, norton online family)
FYI
Kemampuan anak dalam fokus belajar sebanding dengan umurnya! anak usia 3 tahun hanya kuat fokus belajar 3 menit. oleh karena itu orang tua harus paham cara mengajarkan anak yaitu dengan belajar sambil bermain :)
Tips:
1. Parenting ala ummu balqis, buat beberapa bagian rumah menjadi stasiun-stasiun pemberhentian. Tiap titik pemberhentian ada titik tempat belajar dan bermain. Dengan seolah main kereta-keretaan, stasiun 1 sebagai tempat pemberhentian untuk belajar selama 5 menit, kemudian lanjut ke stasiun 2 untuk bermain selama 3 menit, dan seterusnya :)
2. Parenting ala tengku wisnu biasa diliat di link berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=ljONZopZ2Jk
Kutipan dari ig @ummubalqis.blog
“Tiap anak beda! kadang kita tak sanggup melihat kelebihan anak kita karena kelemahan yg dia punya. Jangan paksa hiu untuk terbang hingga awan, dan burung untuk jago menyelam hingga dasar laut. Tiap anak Hebat dengan potensinya. Dampingi dengan optimal dengan tetap mengapresiasi anak.”
Sebuah Hadiah
Pernah, diri ini memberikan sebuah hadiah kepada seseorang. Entah di momen apa, akupun lupa. Kalau dikira-kira sepertinya itu 2 tahun yang lalu. Di masa ku mulai mempelajari hal baru. Saat itu ku hadiahkan sebuwah jilbab bergo lebar berwarna krem kepadanya. Lebar, lebar sekali. Ku kira itu pertama kalinya ia mendapatkan jilbab selebar itu. Aku tak bertanya apakah ia suka atau tidak. Hanya sepertinya tiap aku bertemu ia selalu memakainya. Aku kira ia melakukannya untuk menunjukkan rasa terima kasih. Alasan mengapa ku hadiahkan barang itu adalah karena aku sendiripun ingin memakainya. Ketika datang ke tokonya aku sudah berniat untuk membeli barang seperti itu akan tetapi entah mengapa aku rasa aku kurang pantas memakainya alias nggak cocok. Wal hasil ku pending dulu, tapi mumpung promo kepikiran beli saja untuk hadiah. Wah, aku terkejut. Nyatanya orang yang kuhadiahi itu kini memiliki barang yang mirip dengan hadiah yang ku berikan. Iya, jilbab lebar itu kini memiliki beberapa teman di gantungan. Ada warna kuning dan ada warna merah. Saat itu aku sadar, ia tak hanya memakainya untuk menyenangkan ku, melainkan ia sendiri senang memakainya. Aku pikir hidayah itu turun kepadaku ternyata hidayah itu yang menerima adalah ia, yang ku berikan hadiah itu. Aku gimana? Aku masih berproses, lagi lagi masalah nggak cocok masih menjadi kendala. Kini aku lihat tidak hanya ia yang jadi pecinta jilbab lebar tetapi adiknya jugaa. Wah aku senang sekali melihat banyak orang berhijrah. Entah itu dengan tujuan apa dibaliknya, yang jelas aku senang melihatnya. Lalu aku gimana? Note: ia adalah ibuku #repost
Ya Allahh udah pegang laptop, refresh-refresh teruss sambil baca semua surat penting yang ada di Quran. Ar Rahman segala macem dibaca sambil tangan klik refresh tanpa henti berharap webnya kebuka. Tetep aja webnya ga bisa dibuka. Ya Allah :" Tiba-tiba dapet ilham buat nyoba pke laptop Abah. Lah dalah baru klik langsung kebukaa. Halah Qonitaaa ini ya karena laptopmu yg ga bisa, ada laptop yang bisa buka web itu ada sebagian laptop yang gabisa. Lha laptopmu tadi itu emang gabisa, ga cocokk! Lha mau baca surat-surat sampe kiamat ya gabakal kebuka webnya! Hahaha
Cerita diatas adalah cerita dari sahabat Qonita. Cerita yang teringat saat keadaan sekarang kayak mirip gitu sama keadaan yang dia alami diatas. Ya mungkin semua itu ada rencana Allah dibalik ketidaktahuan kita, kesulitan kita, usaha kita, jatuh bangun kita. Dan semoga Allah terus mengampuni dan menuntun kita menuju jalan yang benar, yang lurus, terang benderang, kemenangan.
JANGAN KECEWA DULU
Kemarin, saya menggunakan jasa sebuah travel untuk pergi dari sukabumi untuk pulang menuju Bandung. Sudah pukul 8, sudah saatnya berangkat. Namun, saya sebagai satu-satunya penumpang saat itu, tidak diminta untuk naik travel. Malahan, salah satu petugas datang mendekati saya. “Kang, punten. Travelnya telat sedikit ya.” “Kenapa memangnya teh?” “Supirnya ngerokok dulu sebentar” Mendengar jawaban itu, timbul rasa kecewa dalam hati saya. Memang, fenomena travel terlambat itu sering terjadi. Tapi, kali ini alasannya sungguh tidak bisa diterima. Akhirnya, kita pergi terlambat 10 Menit dari jadwal semula. Setelah beberapa saat mobil berjalan, saya bertanya kepada beliau berapa lama perjalanan ini, karena saya harus mengabari orang yang menjemput saya nanti setibanya di Bandung “Kang, berapa lama dari sini ke Bandung?” “kisaran 3 jam kang. Doain aja gak macet” “Oh, memangnya tadi macet?” “Iya kang, tadi jam 8 saya baru banget nyampe ke travel. Langsung saya bersihin dulu mobilnya. Tadi juga ngerokok dulu, tapi baru beres setengah batang, takut akang lama nungguinnya kalau sampai selesai. Soalnya, kalau saya gak ngerokok, nyupirnya nanti gak bener” Di situ saya terdiam sejenak. Mendengar alasan tadi kenapa bapak tersebut merokok dulu, membuat rasa kekecewaan di dalam hati saya hilang seketika. Seringkali kita berjumpa dengan situasi seperti ini, kita kecewa karena sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, kita kesal karena seseorang tidak mengerjakan sesuai dengan baik, tapi seringkali pula kita menutup diri untuk tidak bertanya kenapa hal tersebut tidak terjadi. Kadangkala, hati kita mengeras ketika melihat orang lain melakukan kesalahan, tapi kita selalu mengharap orang lain dapat melunakkan hatinya ketika kita yang melakukan kesalahan. Dan malam itu, Pak Jon sang supir, kembali mengingatkan saya tentang pentingnya bertanya dan bersabar. Beberapa waktu setelah itu, saya langsung tertidur di dalam mobil. Mungkin akumulasi kelelahan dari kegiatan di kota sukabumi. Tiba-tiba, tak terasa, saya sudah tiba di kota Bandung, pukul 11 malam. “Kang, punten kang, bangun kang” Ujar pak jon. “Wah, udah sampe pak?” “Iyah kang, udah daritadi sebenernya. Ini juga, saya sudah selesai nyuci mobil dan beres-beres mobilnya. Tadinya mau bangunin akang, cuman saya liat kayaknya capek banget, dan kan akang dijemputnya masih beberapa menit lagi, jadi yaudah saya biarin aja dulu tidur” Sungguh, mendengar kata itu, saya semakin takjub dengan kebaikan bapak jon, apalagi dia sampai memikirkan hal tersebut. Dari Bapak jon, saya belajar banyak malam itu. Semoga perilaku beliau dapat menginspirasi banyak orang untuk lebih bersabar dalam mengahadapi masalah, dan tidak langsung membenci sesuatu yang kita tidak mengetahui awal masalahnya. JANGAN KECEWA DULU Bandung, 9 Agustus 2017
Bagaimana jika ada seseorang yang datang meminta makanan kepada kita? Akankah kita jadi bagian orang yang menolak? Atau kita akan berbagi walau sedikit?
Ini adalah video social experiment terbaru, yang team kami (Mavens studio) dan juga teamnya @academicus (kitabisa.com) buat.
Sebuah gambaran yang kita dapeting dari video ini, bahwa sesungguhnya,
“Gak perlu nunggu kaya untuk bisa berbagi ke sesama”
Jika berkenan, mari sebarkan semangat kebaikan ini dengan teman-teman yang lain. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi yang lain.
Baru kali ini sholat ied di jalan.. #1438H #STIS #Otista
Bagaimana caranya agar "giat" sholat?
Lagi-lagi resume tausiyahnya ust HA ya gais.. Langsung to the poin aja ya.. ke poin utamanya :) Saat kita nelpon seseorang, trus direject sm seseorang itu gimana perasaan kita? Sedih? :( Saat beberapa saat kemudian kita coba nelfon lagi tp di reject lagi, gimana perasaan kita? Waduh kok direject ya Beberapa saat lagi kita coba telfon lagi direject lagi, trus di kasih teks atas reject telfon itu "saya tidak bisa diganggu". Hari kemudian kita coba telfon lagi, tapi direject lagi pake teks "ganggu banget sih". Kira2 gimana nih perasaan kita? Ternyata eh ternyata kitalah pelakunya, orang yang suka ngereject telfon itu. Ngereject panggilan itu. Woh kok bisa? Dalam sehari ada 5 panggilan yang diserukan Allah lewat adzan. Trus gais gimana sikap kita? Seringnya malah kita mereject panggilan Allah. Tak jarang pula selain kita reject panggilan Allah kita juga berkata "udah adzan lagi, adzan lagi". Nah loh.. makin jadi kita bikin Allah sebel :" Astaghfirullahaladzimm.. Trus gimana yah caranya biar kalo Allah nelfon tuh kita langsung jawab? Tanpa males atau berat gitu bawaannya? Ust HA kasih tips n trik buat kita gais. Caranya adalah saat adzan berkumandang. "ALLAHUAKBAR, ALLAHUAKBAR..." nah saat itu tuh kita pikirin aja kita tuh butuh Allah. Kita harus dateng ke Allah. Butuh gimana? Pikirin salah satu keinginan kita yang bener2 pengen kita capai. Okey? Jadi saat kumandang adzan langsung ingat, "ya Allah, topik skripsi ya Allah" langsung wudhu buru-buru deh sholat trus minta sama Allah. Praktikin itu dulu semoga dengan adanya perasaan selalu butuh Allah kita jadi deket sama Allah dan meminimalkan ngereject panggilannya Allah. Aamiin.. 🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸 Allah azza wajalla berfirman: وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” Al Baqara : 186
Istighfar dan ikhtiar, tapi jangan pake hati 😉
Saat kita hendak mencapai atau menuju sesuatu sudah semestinya kita berikhtiar. Berusahaaa sekeras mungkin. Juga tak lupa berdoaa memohon kepada sang pemilik dan pemelihara dunia dan seisinya, Allah SWT untuk dimudahkan mencapai tujuan kita. Selain berdoa, ketika kita udah bertekad mendapatkan atau menuju suatu tujuan pasti kita berusaha untuk menambah ibadah kita? Iya nggak? Ngajinya ditambah porsinya, makin merdu nan memelas memohon sama Allah. Sholat dan doanya juga semakin khusyu. :) Dikatakan oleh ust HA, ada 3 amalan yang sangat ajaib impactnya ketika kita melakukannya. Diantanya sedekah, tahajud, serta istighfar. Keutamaan istighfar gais ternyata sangat luar biasa. Saat kita mengucapkan satu kali istighfar dan kita _send_ ke Allah pakai *Hati*, sekali lagi pakai *Hati*. Hehe, nggak cuma sekadar di lisan ya, maka InsyaAllah dosa-dosa kita yang terdahulu akan dilupakan sama Allah. Bukan di hapus ya, dilupakan. Sebaaaanyak apapun dosa kita. Sekali saja kita ucapkan istighfar maka dosa itu semua akan dilupakan sama Allah. MasyaAllah bangetkannn. Tapi selayaknya kita sebagai hamba yang banyak dosa, pasti kita rasakan kurang kalau istighfar sekali aja padahal dosa kita buaanyak banget. Kita tambah istighfar kita. Setiaap ada waktu luang usahakan istighfar. Walaupun sati istighfar sudah menghapus dosa, tapi saat kita menabung istighfar InsyaAllah keutamaannya akan kita dapatkan hadiah dari Allah apapun yang kita minta. Apapuun, kalau tidak dikabulkan di bumi, maka dikabulkan di akhirat. :) Jadi begitu keutamaan istighfar. Menghapus dosa dan akan pasti dikabulkan doa kita. Yukk kita sama-sama nabung istighfar ya. InsyaAllah dengan ikhtiar dan istighfar kita akan mendapatkan semua tujuan kita. Tapi ada yang perlu diingat gais, bahwa iktiar itu babnya raga bukan babnya hati. Cukup kita berikhiar dengan tenaga kita, jangan hati kita ikut berikhiar, berhaaraaap kepada sesuatu. Nanti kecewa, babnya hati adalah tawakal. Serahkan semuanya pada Allah sang pemilik segalanya. :) Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, Allah berfirman: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى “Aku (Allah) sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku.” (Muttafaqun ‘alaih). 🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸 "Sesungguhnya Allah bersama prasangka hambaNya. Saat kita melakukan dosa, kita akan sulit berprasangka baik pada Allah karena dosa yang kita buat. Oleh karena itu, mari tinggalkan dosa. Karena tanpa membuat dosapun, kita sudah banyak berdosa akibat hal-hal yang tidak sengaja kita katakan atau perbuat."
My Lord, put my heart at peace for me. ~ The Quran, verse 20:25.