Masing-masing kita berhak memilih menikahi orang baik, yang sekiranya bisa mendidik anak - anak dengan baik, lalu membangun akhlak anak yang tidak keberatan rajin mendoakan orang tua.
Masing-masing kita berhak memilih berbuat baik ke semua orang, yang bersedia memaafkan kesalahan dan hanya mengingat kebaikan.
Pilihan-pilihan sudah selalu disediakan. Di dalam setiap pilihan ada masing-masing pertimbangan. Maka melibatkan Tuhan adalah mutlak dalam setiap urusan.
Sesulit apapun yang pernah menimpamu, ketika kau sudah bertemu dengan orang yang menurutNYA tepat untukmu, maka dengan penerimaan seluas semesta kau akan terima dengan bahagia.
اللَهُمَّ إِنِّي لَقَد أَحبَبتُ عَبدًا مِن عِبَادِكَ، فَيَسِّر لَهُ طَاعَتَك، وَاحفَظهُ لِي أَينَمَا كَان، وَاجعَلهُ رَفِيقِي فِي الدَّارَين.
Allohumma inni laqod ahbabtu ‘abdan min ‘ibaadik, fayassir lahu to’atak, wahfazhu li ainama kan, waj’alhu rofiqi fiddarain.
"Ya Alloh, sesungguhnya aku telah terjatuh hati kepada seorang hamba daripada hamba-hambaMu, maka permudahkanlah untuknya mentaatiMu, dan jagalah dirinya untukku, dan jadikanlah dia peneman hidupku di dunia dan akhirat.”