Dia hanya sosok maya yang jauh dari pandangan. Bahkan tidak terdefinisikan dengan kata-kata. Namun ia sempat terekam dalam sebuah citra yang hampir menua. Menua olah waktu yang terkubur oleh jarak.
Siapa sosok yang terselubung dibalik kaca dan berlindung di tengah susunan kayu nan rapi. Dia sedikit tersenyum dan menyeringatkan mata. Padahal tiada sinar matahari yang menghalau dan membuatnya tak sanggup menatap sempurna. Matanya seolah terpaksa, atau hanya mencoba bersembunyi di balik rasa.
Siapakah dia yang bersembunyi di balik rasa?
Ditemukan terkubur bersama kesibukan dan kesemrawatun pikiran yang membuatnya semakin terasa jauh. Terbentengi oleh keinginan yang keras tak terbendung. Terpisah oleh jalan pikiran yang kian berlawan arah. Terjebak oleh terkaan yang kian menyesatkan. Terbakar oleh amarah yang tiada beralasan.
Sosok di balik kaca yang kian dirindukan.