Sudahkah Kamu Mendengar Hari Ini?
Ada sebuah kutipan dari Adjie Santosoputro yang mengatakan ‘Hearing without listening, the main human problem is not listening’.
Listening menurut seorang kawan saya adalah ketika kita mendengarkan dengan seksama, berbeda dengan hearing. Ketika suara-suara tersebut sudah dapat ditangkap oleh kedua daun telinga kita, itu sudah bisa disebut hearing.
Mendengar memang terkesan mudah, namun mendengarkan dengan sungguh-sungguh? Mungkin belum semua orang menguasainya. Sering kali pada tayangan televisi, sebut saja sinetron, ketika seorang tertangkap berbuat salah dan meminta waktu untuk menjelaskannya dan jawabannya? ‘aku gak butuh penjelasan kamu’ . Ini contoh sederhana dari ketidakmauan kita untuk mendengarkan. Padahal, kalau boleh mengutip perkataan seorang kawan ‘semua pasti ada penjelasannya’.
Dalam setiap tindakan yang diambil, pasti ada alasan dibaliknya. Entah baik ataupun buruk. Namun kembali lagi, sebagai manusia kita memiliki keterbatasan. Kita tidak bisa membaca isi kepala orang lain, yang kita bisa adalah mendengarkan apa yang orang tersebut katakan.
Ketika kita tidak mau mendengarkan, apa yang terjadi? Bisa jadi kita terjebak dalam asumsi dan penghakiman kita sendiri. Berujung pada kesalahpahaman yang tidak berarti.
Apa yang sebenarnya terjadi pada orang lain, hanya orang tersebutlah yang sepenuhnya tahu. Bagaikan fenomena gunung es, yang nampak hanya ujungnya saja. Tapi lewat mendengarkan, gunung es tersebut nampak semakin jelas dan tidak ada lagi penghakiman dan asumsi yang tidak jelas.
Sudahkah kamu mendengar hari ini?