WIFE AND HUSBAND
20 Oct 17
Totally conscious about what is wife and husband.
Dan bener lohh, sebutan itu bukan buat anak ABEGEH yang gatau pasti apa itu, pastinya disini bukan arti secara harfiah yah. Tapi deep meaning-nya. Hey, calling husband and wife not a cute thing, which you make it as a darling nickname to someone who is not your truly partner forever.
Pagi ini, di telepon dari seseorang yang aku cintai dari sana. Dan kami ada sedikit bahas soal ini. What I got is, wife and husband is about "MINDSET". Betul sebelum menikah bisa memanggil itu ke pasangan, tapi betul2 yakini kalau dia yang tepat. Aku panggil dia "my husband" beberapa kali, cause I confident that he is the one. Sebelumnya? Never! And he also called me "my wife/wifey", which is I am very touched for this darling nickname. What a nice, sincere, deep and sweet, but also have a big responsibility.
Responsibitily? Yes, tanggungjawab! Using that nickname, also impact to your angle when you looking into life! Not only yours, but also with your partner. Kenapa tanggungjawab? Man!! Jadi istri atau suami itu perlu tanggungjawab yang besar. Bukan cuma ceremonial! Sebagai istri, perlu bangun lebih pagi, siapkan sarapan, beresin rumah, kalau masih kerja yah harus siap2 ke kantor juga, harus bersihin ini itu, masak lagi untuk suami dan anak (OMG I can't cook well - tepok jidat), pulang kerja masih harus lihat cucian kotor, atau baju yang harus disetrika.
**Really, the part of ironing clothes is too horror for me xx **Better I wash the clothes, rather than ironing **But, be a good wife, Laura!!! **Ayok belajar masak! **Ayok lebih rajin! **Ayok rajin nyetrika!
Let's make it!
Dan aslian sebutan husband and wife itu bikin aku ngerasa punya tanggungjawab yang lebih besar. Bukan 'berat', yah mungkin berat, tapi bisa dijalankan. Dan sekarang di otak dan hati aku gimana biar bisa jadi istri yang 'baik' dalam arti yang sebenarnya. Dengan tanggungjawab sebesar itu, harus punya stamina yang kuat, harus sehat selalu, harus tahu prioritas, harus bisa mengimbangi suami yang kecerdasannya diatas rata-rata ini, harus pintar membagi waktu, harus terus memperkaya diri dengan apapun yang kita suka. Justru itu, dari sekarang, persiapkan diri sebaik-baiknya. Bukan berpikir kalau itu akan mudah, jadi kita underestimate, dan baru akan melakukan itu setelah menikah. Ga bisa sist xx Susah merubah kebiasaan itu. Ga bisa kamu berubah gitu aja setelah menikah, yah mungkin bisa, tapi itu susah. Jadi biasakan dari sekarang yah untuk jaga makanan, keep healthy dan semuanya yang terbaik yang kamu rasa penting buat kamu dan kelangsungan hidup keluarga kamu (well being). Ide-nya, gimana sih kesehatan keluarga kita kalau kita nya ga bisa jaga kesehatan diri sendiri -> khusus soal kesehatan.
Aku banyak lihat contoh dari Mom aku, wanita yang kuat, luar biasa menurut aku, dedikasinya buat keluarga itu 1000% walaupun Mom masih kerja juga. Ga ada yang sempurna, tapi Mom itu keren buat aku.
Believe me, being a mom and wife is sometime exhausted, pasti up and down, need something to make us triggered to always up. But don't expect from others if you can't manage yourself. Bahagia dulu dari hati kamu! Jadi walaupun kamu ngerasa exhausted, kamu tahu kalau kamu itu harus tetep waras dan itu ada semacam chemical yang bakal bikin kamu bahagia, inget masa-masa terbaik dalam hidup dan jadi kuat lagi.
Jadi buat adik-adik yang manggil "papi mami - istri suami - mama papa" endebre yang berhubungan sama hidup rumah tangga tapi belum memaknai itu, please STOP! Nanti kamu bisa lost feeling when you really in a menage with another person, cause someone who you call "papi" now, hurt you. Kan ga asik nanti di rumah tangganya. Better you keep it for the best person.
(But if you can manage it, that's fine too. Cause it bounced back to you.)
**Tulisan hari ini panjang juga yah, ga kerasa :D















