Alhamdulillahi robbil alamin... Mungkin ucapan itu yang sangat pantas kuhaturkan atas baiknya Allah padaku hingga tak terhingga nikmat yg selalu diberikan olehNya, termasuk masih diberikan kesempatan masih bersama keluarga yang utuh dan tentu saja bahagia. Sedikit kuuraikan (tentu dr sudut pandangku) ttg org2 berharga disamping kiri dan kananku. Menggunakan baju batik biru, beliau Bapakku (Drs. Suwanto), sosok kuat dan tegar yang menjadi panutanku, mengajari bagaiman menjadi laki2 yg tangguh. Mengenakan gamis hijau adalah ibukku (Dra. Ninik Nofiyantini), ibu terbaik di seluruh dunia, mengajari kelembutan hati tanpa harus merendahkan diri, mengajari tanpa memarahi apalagi menghujat. Aku, yang pake toga, anak sulung karena takdir, mau tidak mau harus jadi contoh yg baik dan acuan bg adik2ku. Samping kiri bapakku, dia adik pertamaku (Dinda), sosok yg lebih kuat dan tangguh dari kelihatannya, walau layaknya perempuan lain dengan air mata untuk mengurangi lara. Disamping kiriku ada ole (adik kedua), dia yg sering angkuh dan cuek dalam beberapa kondisi tapi sebenatnya baik. Orang terakhir yang kusebut dalam foto, adik terakhirku, terakhir pula dilahirkan di dunia di era millenium, adl copyan dr semuanya, plagiat tanpa protes yg bisa dilakukan karena begitulah kebanyakan org belajar, smg yg baik2 aja yg dicopy. Inilah keluargaku, ditakdirkan di dunia bersama tanpa memilih dan dipilih, hanya bisa mensyukuri dan menjalani, seperti keluarga yg lain kekurangan selalu ada sbg ujian yg harus dihadapi. Semoga Allah memberikan umur panjang yg barokah pada semuanya dan tetap setia serta ikhlas dalam menghadapi semuanya ujian dr Allah hingga menggapai surgaNya, aamiin 🙏 #latepost #wisudaums #keluargaku (di Universitas Muhammadiyah Surakarta)











