“Mungkin saya satu-satunya orang yang paling nggak tahu kopi di ruangan ini”
Begitu ujar mas Ian dari Sure Pictures, saat acara Movie Screening Telusurasa yang merupakan rangkaian kegiatan Wonosobo Manual Brew Competition 2020 kemarin (8/9). Disitu, saya pingin teriak dan bilang, “Sini Mas, toss dulu laaah!”. Tapi, ketika mas Rofik dari desa Bowongso, berucap,
“Bagi saya, kopi adalah penyambung silaturahmi.”
Makdeg. Iya. Iya. Bener banget. Mungkin ini adalah salah satu alasan yang paling masuk akal ketika banyak orang mempertanyakan motivasi mas Ian kenapa mau bikin film tentang kopi bersama mas Muhammad Aga dan mas Radiv Annaba. Dan pertanyaan kepada saya tentunya, kenapa kok ada di acara ini.
Saya bertemu dengan banyak teman baru, teman lama, dan bahkan saudara! Ada beberapa teman-teman antar kota dan antar provinsi : mas Faqih, mas Bagus Adi, Schumy, mas Salmi sepaket dengan mbak Jasmine. Ketemu solmet guilty pleasure music playlist, mas Aji! Eh, akhirnya ketemu mas Ape, yang ternyata playlistnya juga nganu nganu. Partner perghibahan, Chan! Geng scoresheet sertifikat dan ubres : Bawon dan Hanna dengan tagline 2020, “Paham si, Han?”.
Bahkan, sempat diladeni kopi sama mas Eed, dan tentunya silaturahmi dengan keluarga Bowongso! Oiya, nggak ketinggalan, sang MVP WMBC 2020, mas Andri Mahardhika yang selalu menyemangati kami dengan senyumnya! Tim dokumentasi on the spot dengan kekuatan same day edit dan real time upload : Randi, Bagas, Hurtoni, dan masih buanyak lagi.
Dibikinin dan diladenin kopi sama pak Ketua !
Pak Chris lagi cerita abis makan durian, katanya durian Wonosobo enak banget. Kok kita-kita nggak dibawain sih Pak Chris?
belum full team. tapi cobak screening, mana yang mukanya keliatan lega, mana yang masih ada tanggungan, wkwkwk
#gallery-0-9 { margin: auto; } #gallery-0-9 .gallery-item { float: left; margin-top: 10px; text-align: center; width: 33%; } #gallery-0-9 img { border: 2px solid #cfcfcf; } #gallery-0-9 .gallery-caption { margin-left: 0; } /* see gallery_shortcode() in wp-includes/media.php */
Bisa nggak si candidnya yang mirip Dian Sastro?
Tapi, tentang pertanyaan-pertanyaan yang kadang agak mengganggu, tentang bagaimana atau apa motivasinya untuk sesuatu hal, apa harus selalu masuk akal? Memang sih, kalau dibilang masuk akal pun, sebenarnya masuk akal siapa? Kepala orang juga beda-beda kan ya. Dan saya ingat kalimat sahabat saya, nggak tau dia masih ingat apa nggak, tapi kurang lebih gini nih,
“Harusnya ada yang masuk akal buat kita yang nglakuin, tapi mungkin tidak masuk akal untuk yang ndengerin. Jadi, kita sepenuhnya sadar, percumah untuk njelasin. So it goes better unspoken.”
Tapi, saya setuju dengan mas Rofik. Bahwa kopi adalah penyambung silaturahmi.
Oiya, maaf ini bukan review Wonosobo Manual Brew Competition 2020 ya, ini curhat, hehe. Yang itu masih di draft. Besok ya!
Photo Credit : temen-temen tim dokumentasi WMBC 2020 !
Maaf, Ini Bukan Review Wonosobo Manual Brew Competition 2020 "Mungkin saya satu-satunya orang yang paling nggak tahu kopi di ruangan ini" Begitu ujar mas Ian dari Sure Pictures, saat acara Movie Screening Telusurasa yang merupakan rangkaian kegiatan Wonosobo Manual Brew Competition 2020 kemarin (8/9).











