yang kedua - lani utami
fase tersulit
Hal tersulit dalam fase menyembuhkan diri dari luka kekecewaan adalah menerima. Bahwa kenyataan terkadang tak sesuai dengan yang kita harapkan.
Menerima bahwa segala tentangmu kini hanya tinggal sebagai cerita.
Satu lagi hal tersulit dalam fase menyembuhkan diri dari kekecewaan adalah memaafkan.
kamu berhasil. selamat!
Aku pernah berada di titik di mana aku sangat membencimu. Bahkan mendengar namamu saja telingaku enggan.
Kamu tega melibatkanku ke dalam rencanamu yang dipenuhi dusta. Kamu datang membawa segudang harapan, melambungkanku hingga ke atas awan, lalu menghempaskannya ke permukaan.
Selamat, Tuan. Semoga kamu tidak dihantui penyesalan.
ketika dia pergi
Tidak ada yang bisa baik-baik saja setelah ditinggal pergi, sekalipun perginya itu dengan janji akan kembali. Apalagi yang ditinggalkan tanpa alasan, pastilah hancur berantakan.
jangan takut kehilangan
Barangkali setiap permasalahan yang kita anggap susah, rasa kecewa yang kerap kali singgah, semua itu adalah buah dari kelalaian kita dari memahami apa yang terbaik untuk diri sendiri.
kepada yang pernah singgah
Terima kasih telah membuat hatiku patah.
Terima kasih telah membuat seluruhku rapuh. Membuatku terdiam dalam keheningan panjang. Membawaku ke kesunyian yang paling menyeramkan. Aku tenggelam di dalam keheningan, hingga lupa ingatan mengapa aku bisa menjadi seperti ini? Ke mana perginya separih hatiku?
Terima kasih sudah datang dengan seribu kalimat basa-basi, lalu pergi tanpa permisi.














