BOYFRIENDS could come and go, but GIRL FRIENDS STAY FOREVER.
Special thanx to @hardrockfmbdg yang udah ngasih VOUCHER nginep semalem di HOTEL HARRIS BANDUNG…:D
25 Januari 2013
#toogoodtoremember

Discoholic 🪩

No title available

izzy's playlists!
Mike Driver
trying on a metaphor
No title available

JVL
hello vonnie
Stranger Things
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

No title available
taylor price
DEAR READER

tannertan36

Kiana Khansmith
dirt enthusiast

pixel skylines
NASA

PR's Tumblrdome
almost home
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from Germany

seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Italy
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from T1
seen from Canada

seen from Japan
seen from United Kingdom

seen from Singapore
seen from Germany

seen from United States
@terbitfajar
BOYFRIENDS could come and go, but GIRL FRIENDS STAY FOREVER.
Special thanx to @hardrockfmbdg yang udah ngasih VOUCHER nginep semalem di HOTEL HARRIS BANDUNG…:D
25 Januari 2013
#toogoodtoremember
Tiga besar yang menjadi penyesalan di hari tua bagi banyak orang adalah tidak cukup traveling, pilihan karir, dan salah pilih pasangan. Mumpung masih muda dan belum terlambat, tanyakan kembali pada diri sendiri: Sudahkah melangkah lebih jauh, melihat dunia, membuka cakrawala? Sudahkah mencintai apa yang dikerjakan saat ini? Apakah dia memang orang yang tepat? Pertimbangkan matang-matang, sebelum semuanya menjadi penyesalan. :)
What a nice statement!
What a big question to answer right now.
Foto-foto bersama Irda Apriyandini buat menangin tiket liburan ke Korea. Doain ya guys!!
Lokasi foto : Perpustakaan Jurusan Arsitektur ITB
Fotografer : Kemal
Foto waktu masih jadi mahasiswa itebe. #toogoodtoremember
Meeting and dating with you. #latepost
Mau Marah Silakan
Pontianak. 16:57. 20022018. Kantor.
Nih ya.
Curhat.
Sebenarnya tugas seorang atasan ya mengatur-atur.
Kalau mentalnya penguasa ya jadinya mengatur dengan menyuruh.
Kalau mentalnya pemimpin ya jadinya mengatur dengan mencontohkan.
Gitu aja, ngatur-ngatur / menyuruh / mencontohkan.
Kadang juga tugas atas sekedar menghukum dan menghadiahkan.
Menghukum itu diam-diam saja. Cukup dua pasang mata. Karena dinding pun bisa mendengarkan.
Lain halnya dengan menghadiahkan, upayakan agar selalu ada yang melihat. Supaya terpacu. Ah, kalau kemudian ada yang berkomentar kenapa itu dia dia saja si anak emas, kan kita memang tak bisa kendalikan komentar orang. Upayakan ada saksi, supaya tak dikiran transaksi rahasia.
Kemudian tiba jenis tugas satunya.
Menegur.
Iya, sebenarnya memarahi.
Maunya marah itu pakai diam saja. Seperti di beberapa acara drama. Si wanita diam, kemudian dibujuk, dijanjikan akan berubah.
Nah kan enak ya kalau kayak gt.
Tapi ternyata marah itu seninya wuwwwwwww. Sulit dijabarkan.
Berhati-hati memilah kata, memilah ekspresi, memilih media marahnya.
Karena marah itu urusannya dengan perasaan. Jelas ada benar salahnya. Yang tak jelas bagaimana respon penerimanya. yang tak jelas bagaimana maksud sebenarnya.
Karena kadang kalau terlalu marah, maunya nangis aja karena marah memang bikin capek, yang enak ya ketawa aja.
Dari kemarahan diharapkan sama-sama bisa dewasa. Yang salah jadi berniat memperbaiki. Yang benar melatih diri untuk lebih sabar.
Itu teorinya.
Bagaimana menurut Anda?
Mau ikutan tjurhat. Saya ngga suka sama yg mentalnya penguasa. Kalo ketemu org macem gitu, rasanya pengen saya jitak 😶
3 Points
Gue pernah baca di sebuah artikel. Kata penulis di artikel itu, ada 3 hal yang akan disesali orang ketika tua. Pertama, kurang traveling. Ke dua, salah memilih jalan karir. Ketiga, salah memilih pasangan hidup.
Untuk poin yang pertama, gue sudah mengusahakan itu terjadi pada hidup gue. Gue bersyukur karena masih bisa menyisihkan sedikit uang untuk pergi berjalan-jalan.
Untuk poin ke dua, gue pun sudah mengusahakannya ketika lulus kuliah S1 dan S2. Gue berusaha untuk menemukan posisi dan tempat kerja yang nyaman. Bahkan sampai saat ini pun, gue masih mempertanyakan apakah gue berada di jalan karir yang benar? Yang sesuai dengan semua yang ada di diri gue?
Untuk poin ke tiga, gue masih mencari jalannya. Siapa orang yang bisa berjalan di samping gue? Ngga bisa bohong lah kalo jalan berdua itu lebih menyenangkan dari pada jalan sendiri. Kalo jalan berdua, sejauh dan seterjal apa pun jalan itu, pasti akan lebih menyenangkan. So, who is the one?
* Ku menemukan tulisan ini di draft. Dan kalau dilihat dari timeline posting-an gue di Tumblr, ternyata gue cuma nulis dikit ya sepanjang 2017 ini. *
#lyfe
Kalau kamu berhenti berdo'a, tandanya ada yang salah dengan dirimu, dengan isi kepalamu, dengan isi hatimu, dengan caramu berpikir, dan dengan caramu bermimpi. Mulailah curiga, jangan-jangan kamu sudah berhenti percaya.
— Taufik Aulia
Mari kembali berdoa.
There will be the day, when you realize that a good one isn't really a good one.
There will be the day, when you couldn't trust anybody, except you and yourself.
There will be the day, when you feel so lonely, no body cares of you, or appreciate what you've done.
Stay the same since 10 years a go or later.
Drama at work By Edith PS Gue tertarik untuk beli dan baca buku ini karena judul dan latarbelakang penulisnya. DRAMA AT WORK (Drama di dunia kerja). Penulisnya adalah Edithya Permata Sari, yaitu seorang sarjana ilmu psikologi yang saat ini bekerja untuk sebuah korporat di Jakarta. Dengan background yang dimilikinya, Edith berhasil menggambarkan sebuah kisah drama dengan setting kehidupan di kantor (khususnya Jakarta) dengan sangat nyata, yang juga didasari dari berbagai riset mendalam. It's a great novel with depth research. Membaca cerita di novel ini seperti berkaca pada kehidupan kita sehari-hari, yang cukup sering dipertemukan dengan karakter-karakter custom yang digambarkan si penulis. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa good guy and bad guy itu memang ada di dunia nyata. Dan kisah sinetron Indonesia itu memang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari. Novel ini juga menceritakan tentang sebuah pencarian. Pencarian untuk Tuhan dan cinta sejati. Melalui cerita di novel ini gue mendapatkan pemahaman bahwa orang yang memilih untuk tidak beragama (atheis) adalah orang yang sedang bingung dan mendalami agama yang kita anut adalah satu-satunya jalan untuk menemukan cinta sejati. Bintang lima. Very recommended! #NovelIndonesia #Recommended
Welcome to 2017
Now is 2017, day 2. This is Monday and still on holiday. Yeay!
Sumber gambar : https://id.pinterest.com/pin/312859505348773205/
Gue memulai hari ini dengan berolah raga di pusat kebugaran, di mana gue adalah member di sana. Hari pertama di tahun 2017 pun gue mulai dengan datang berolah raga di pusat kebugaran tersebut. Ngomong-ngomong, gue ngga menghabiskan malam pergantian tahun dengan pesta. Meskipun dengan sekedar membakar ikan atau ayam bersama kerabat. Gue cuma butuh tidur nyenyak, tanpa gangguan dari apa pun. Termasuk suara nyokap gue yang membangunkan gue pagi-pagi. Sepertinya gue melewatkan tahun 2016 dengan kelelahan yang amat sangat, sehingga butuh waktu istirahat cukup untuk mulai beraktifitas kembali di tahun 2017.
Well, tentunya ada cerita yang mau gue share kepada stranger reader gue (Hehehe). Terutama untuk cerita tentang karir dan asmara gue (Uhhh..interesting, right?). Dua hal ini adalah ujian yang harus gue lewati sepanjang tahun 2016 lalu.
1. Karir
Gue yang merupakan seseorang dengan background ilmu riset arsitektur, di dunia nyata ini (baca : dunia kerja) harus berhadapan dengan desain. Pada dasarnya, riset dan desain adalah dua hal yang saling mempengaruhi satu sama lainnya. Sebuah desain ada karena didahului oleh proses riset. Sebelum proses desain, para designer pasti melalukan survey, wawancara dengan user, dan menganalisis apa saja kebutuhan-kebutuhan user untuk dijadikan dasar dalam proses perencanaan (Iya, kan?). Secara sadar, designer telah melakukan riset. Riset bukan sekedar data. Riset dilakukan untuk menghasilkan pengetahuan baru. Dan 'pengetahuan baru' dalam project yang gue jalani saat ini adalah sebuah desain yang sesuai dengan kebutuhan user.
Untuk perjalanan karir gue di tahun 2016 lalu bisa dikatakan berjalan tidak terlalu mulus. Ada berbagai hal yang terjadi, sehingga semuanya tidak terlihat sempurna. Sebagai seorang designer, gue berharap apa pun yang sudah direncanakan bisa sesuai dengan kondisi di lapangan. In fact, perfectly...nothing is perfect. Jadi, yang perlu gue lakukan adalah menikmati perjalanan saja dengan mengikuti alur yang tepat.
Tahun 2017 ini, gue genap 2 tahun berada pada posisi sebagai designer (perencana). Ilmu bertambah? itu pasti. Wawasan berkembang? Bisa dibilang iya, karena gue praktik langsung mulai dari survey, planning, sampai perhitungan budget. Pola pikir berubah? ya...setidaknya otak gue udah ngga kebanyakan nanya 'kenapa begini/begitu?' ketika menghadapi challenge dari berbagai pihak.
Gue berharap karir gue di tahun 2017 ini lebih berkembang, dan...begitu juga dengan pendapatan gue (Amin Ya Allah!). Hahaha...
2. Asmara
Tahun ini ada sesuatu sih tentang hal ini. Sebagai seorang single happy, gue berhak dong menerka-nerka siapa sebenarnya yang menjadi belahan jiwa gue a.k.a soulmate gue. Iya, kan?
Sebagai seorang perempuan, gue berharap bertemu dengan seseorang yang bisa menghargai gue, dan juga berharap bisa hidup nyaman bersamanya di hari tua nanti. Se-sederhana menikmati subuh dan petang di teras atau balkon rumah sambil menikmati kopi atau teh bersama.
Tahun 2016 lalu gue menerka bahwa ‘dia’ adalah seseorang yang gue cari, dan mungkin adalah soulmate gue (baca : http://terbitfajar.tumblr.com/post/153130411616).
Gue dan dia 'mungkin' saling suka satu sama lain. Saling tertarik satu sama lainnya, namun sayangnya...ternyata kita ngga punya visi yang sama mengenai sebuah hubungan.
Jadi, buat lo yang suka menghabiskan waktu dengan menonton pertandingan sepak bola di televisi sambil menikmati secangkir cappucino..., gue mau bilang 'maaf' dan 'terima kasih'.
Maaf karena pernah tiba-tiba aja muncul dalam hidup lo, dan terima kasih karena pernah membuat gue tersenyum saat membaca pesan singkat dari lo di WA, dan juga terima kasih untuk satu hari yang pernah kita lewati untuk dating.
Semoga kita sama-sama menjadi pribadi yang lebih baik dan menemukan cinta sejati di tahun 2017 ini. Aamiin.
Sumber gambar : https://id.pinterest.com/pin/ATZXd7xDpUC2hzRju9u9vB2vtYpmIjeqrmkzzVkJ3qKL5xDQF41jhJ8/
JAKARTA
Jakarta punya banyak cerita. Sama seperti Bandung yang selalu bersenandung. Menyenangkan. Menggairahkan. Menengangkan. Jakarta ngga pernah tertidur pulas. Selalu ada nadi yang berdetak di setiap sudut jalannya. Meskipun malam telah larut. Meskipun pagi siap menjelang.
Semua orang berhak punya ceritanya sendiri di kota ini. Entah cerita yang menyenangkan atau cerita yang kurang menyenangkan. Ada banyak orang datang ke Jakarta. Mereka siap untuk menantang diri dan berkompetisi. Bagaimanapun caranya. Bagaimanapun peran yang dipilihnya. Terserah.
Siapa suruh datang ke Jakarta?
Jakarta ngga pernah aman. Selalu ada lawan di mana-mana. Entah di kereta listrik atau pun jalan raya. Bagaimana menyikapinya? terserah. Apakah kita ingin tetap menjadi pribadi yang baik dengan selalu ‘mengalah’ demi perdamaian dunia atau melawan untuk memperlihatkan sisi ‘arogan’ kita supaya terlihat dominan. Itu semua pilihan.
Mungkin terkadang kita mesti meninggalkan diri kita yang sebenarnya sesekali supaya bisa dapat diterima oleh semua orang (Well, I really hate to use mask actually). Ya...setidaknya menyenangkan orang lain termasuk perbuatan terpuji. Asal masih sesuai dengan norma-norma kehidupan di muka bumi ini ngga masalah sih.
Itu lah Jakarta, dengan segala pilihan yang ada.
Sumber gambar : https://www.wtca.org/world-trade-center-jakarta
LOVE (?)
I really need space to talk about love. It’s not about ‘menye-menye’ things. I just want to share what I’ve done in my last saturday night with someone.
Awal minggu lalu gue berjanji untuk menghabiskan weekend bersama seseorang, yang bahkan ngga pernah kepikiran bahwa gue akan ngopi dan nonton pelem bareng dia hari sabtu kemarin. Awalnya sih gue cuma menganggap kalo janji yang kita buat di sabtu sore kemarin itu hanya sebagai ‘janji yang akan dilupakan di kemudian hari’ alias ngga serius. Akan tetapi, saat gue melakukan konfirmasi ‘pembatalan janji kami tersebut’ melalui WA, gue malah mendapati diri gue sebagai makhluk yang bersalah, karena ternyata hari itu dia sudah merangkai jadwal untuk ‘sabtu sore bersama meinisa’. Jadilah gue terduduk manis dengan gincu merah merona di Anomali Coffee-Setiabudi One Building.
Sumber foto : http://www.inijie.com/2013/12/28/top-5-best-coffee-shops-cafe-in-jakarta/
I know a little bit about this guy.
Dia adalah seseorang yang gue kenal, karena kami pernah berada dalam satu divisi di kantor yang sama. Gue hanya mengenal dia sebagai teman satu divisi, dan ngga pernah bertemu berdua privately. We just talked in that coffee shop. Obviously, we’re attracted each other. As I know, we’ll attract with someone in the same passion. Kesamaan di antara kami adalah kami pernah menekuni ilmu yang sama dan pernah bekerja di kantor yang sama.
So that’s why we’re attracted each other.
He held my hand suddenly, and I asked him a silly question for the girl in late twenties, “So, are we dating now? Do you like me that much?” He just smile, and said “Yes”.
Sebagai seorang yang pernah mendapatkan judge bahwa gue adalah ’seorang peragu’, gue mulai bertanya-tanya dalam hati, kenapa ya dia bisa suka ama gue? (yaelahh...), bagian mana ya yang bikin dia tertarik ama gue? Trus...kedepannya gimana ya? kalo ternyata dia emang jodoh gue, gimana ya hidup gue?
Sebagai seorang perempuan berusia 28 tahun, wajar dong ya kalau gue mulai bertanya-tanya dan penuh kekhawatiran ketika ‘tiba-tiba’ menjalin hubungan dengan seseorang. Bahkan gue belum yakin apakah gue sama dia benar-benar menjalin suatu hubungan. Apalagi setelah jomblo sekian tahun. Proses move on ngga gampang cuy. Sakit hati gegara putus sama seseorang itu lebih sakit dari pada putus hubungan kerja, juga lebih beracun dari sianida (Baca: Lebay Mode On).
Gue bukan lagi seseorang yang bisa menggunakan konsep ‘just let it flow’ ketika harus berhubungan dengan seseorang. Dan dengan orang ini, dengan segala pengetahuan gue mengenai karakter manusia, gue cuma berfikir : Is it about a pure love or just for lust? If it’s about a pure love, we talk about our life in the future. If it’s about a lust, we just talk about the joy.
Sumber foto : http://inspiring-pictures.com/post/135257744415/visit-inspiring-pictures-for-more-life-quotes
*
Sebuah catatan tentang ‘REUNION’
Reuni...
Sebuah kata mengenai ‘seberapa jauh kita sudah melangkah selama ini’.
Baru-baru ini teman-teman masa SMA gue membicarakan rencana reuni karena sudah 10 tahun tamat SMA. Kadang gue memandang acara reuni secara ‘nyinyir’.
Buat apa sih reuni? toh di social media juga masih sering ketemu.
Reuni tuh buat pamer ya? pamer sama temen-temen lo? pamer kalo sekarang lo tuh udah punya ini-itu? pamer kalo lo sekarang udah punya karir?
Gilak! Kotor banget kan hati gue?
Seruput dulu ah black coffee-nya....
Let’s think positively...
Sepuluh tahun terakhir ini, banyak hal yang telah kita lalui. Entah itu cerita senang atau pun duka. Perubahan pasti lah ada. Baik secara fisik, secara karir, dan secara kehidupan pribadi yang pada akhirnya membentuk karakter kita semua di masa ini, setelah 10 tahun tamat SMA.
Buat apa merasa iri dengan kehidupan seorang teman yang lebih baik?
Kita semua sama. Sama-sama pernah duduk di bangku sekolah yang sama, mendapat pengajaran dari guru yang sama, bermain bola di lapangan yang sama, duduk di bawah pohon rindang yang sama, dan makan di kantin yang sama. Bahkan kita pernah bolos sekolah bersama, bukan?
Officially...
Gue bersyukur ngga ada satu pun dari kita semua yang menjadi seorang pelaku tindak kriminal,
Gue bersyukur banyak teman gue yang berhasil menyelesaian studinya di kampus-kampus ternama negeri ini, bahkan di luar negeri ini,
Gue bersyukur bangunan fisik sekolah kita jauh lebih baik, bahkan fasilitasnya pun lebih mumpuni,
That’s all...
Let’s have reunion...
Mari lihat perubahan kita semua setelah 10 tahun sebagai pemicu untuk lebih baik di 10 tahun selanjutnya.