Die Hard
wallacepolsom

★
Keni

oozey mess
ojovivo

Janaina Medeiros
untitled
Three Goblin Art
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
sheepfilms
will byers stan first human second
official daine visual archive
Cosmic Funnies
🩵 avery cochrane 🩵
No title available

Kiana Khansmith

❣ Chile in a Photography ❣

Origami Around
Sade Olutola
Jules of Nature
seen from United States
seen from Maldives
seen from Russia

seen from United States
seen from Canada
seen from Belgium
seen from Malaysia

seen from Singapore

seen from Türkiye
seen from Belgium
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Austria

seen from Brazil
seen from United States
seen from Bangladesh

seen from Indonesia

seen from Japan
seen from Italy
@theunknowntrouble
Die Hard
Meet UNDAS.CO team!
The greatest gift of life on the mountain is time. Time to think or not think, read or not read, scribble or not scribble -- to sleep and cook and walk in the woods, to sit and stare at the shapes of the hills. I produce nothing but words; I consumer nothing but food, a little propane, a little firewood. By being utterly useless in the calculations of the culture at large I become useful, at last, to myself. (at Bromo Tengger Semeru National Park)
Lazy Sunday 😪😴
Trapped official poster for short film by Impromptu Pictures.
Get your first look in the teaser trailer for short movie "Trapped"!!
Coming Soon!!
Favorite lunch place in Bandung 👌 (at Floating Market - Lembang - Bandung)
Castle In The Sky
Pertanyaannya bukan "Apakah kita percaya pada Alien" tetapi "Apakah Alien percaya pada kita"
Morning dew (at Bandara Samsoedin Noor Banjarmasin)
Apa Guna Musik Dalam Politik (Internasional)?
Terus terang tidak banyak studi yang mendokumentasikan peranan musik dalam hubunganinternasional, paling tidak tentang peranan musik populer dengan penulisan yang jugapopuler. Sesungguhnya semua berasal dari kenyataan bahwa masih belum bisa ditemukanhubungan langsung antara musik dan politik, tentang seberapa jauh musik bisa menciptakanperubahan sosial dan/atau politik. Bahkan yang paling mendasar, sesungguhnya belum adakonsensus bagaimana musik mempengaruhi aktivitas otak manusia.
Beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa kemampuan bermain musik bisa memilikiefek yang sangat kuat bagi mereka yang memiliki masalah kognitif di otak atau merekayang memiliki masalah ingatan jangka pendek. Namun pengaruh musik untuk bagi tujuanyang lebih praktis dan lebih luas belum bisa ditemukan. Tidak bisa ditemukan bukti untukmendukung asumsi bahwa mendengarkan Mozart bisa membuat anda menjadi lebih pandaidan cerdas.
Musik adalah satu-satunya stimulus yang bisa membuat semua bagian otak kita bekerja, dibandingkan bentuk seni yang lain. Dalam perspektif yang lebih luas, kesulitan mencari hubungan antara musik dan politik, juga disebabkan karena musik adalah media yang paling cair dan fleksibel yang membuatnya bisa dengan mudah disabotase dan disalahgunakan untuk kepentingan jahat. Contoh paling kerap dipakai adalah bagaimana musik utopis Richard Wagner di(salah)gunakan oleh Hitler untuk kepentingan utopia yang lain, fasisme. Contoh yang lain adalah bagaimana musik dari serial pendidikan anak-anak Sesame Street digunakan sebagai alat untuk melakukan penyiksaan bagi tawanan perang di Iraq, Afghanistan dan Guantanamo. Musik lain yang digunakan dalam teknik penyiksaan ini adalah musik dari band rap-metal Rage Against the Machine, yang justru kita kenal sebagai grup yang sangat Marxis dan menyerukan revolusi melawan kekuatankapitalisme. Majalah Spin melaporkan bahwa dalam metode penyiksaan ini baik musik Sesame Street maupun Rage Against the Machine, bersama dengan Metallica, Eminem dan AC/DC, diputar seharian penuh dengan volume maksimal sehingga tahanan tidak bisa tidur, sehingga mereka mengalami disorientasi dan menjadi lemah.
Juga sebaliknya, musik yang sesungguhnya keras atau penuh ide tentang kekerasan malah bisa digunakan untuk tujuan damai dan mulia, sebagaimana musik Velvet Underground bisa menjadi inspirasi bagi sebuah revolusi yang menumbangkan rezim komunis. Bagaimana pengaruh Velvet Underground terhadap revolusi menjatuhkan rezim komunis di Cekoslowakia melalui Velvet Revolution sudah banyak terdokumentasi. Pemimpin revolusi itu, sastrawan Vaclav Havel, pernah berkunjung singkat ke Amerika Serikat di tahun 1967 dan sempat mendengar Velvet Underground ketika berada di sana. Ketika kembali ke Praha, Havel kemudian berbagi musik Velvets ini kepada seorang seniman bohemian Ivan Jirous. Keduanya kemudian menjadi orang dibelakang sebuah band bernama The Plastic People (di ambil dari nama awal Velvet Underground, the Exploding Plastic Inevitable). Dan ketika Plastic People ditangkap dan dibubarkan rezim komunis, Havel dan Jirous adalah yang kemudian mengobarkan protes sosial yang berakhir menjadi revolusi menggulingkan rezim komunis di Ceko di akhir dekade 1980-an.
Yang tidak terlalu banyak didokumentasikan adalah bagaimana peranan band Sonic Youth dalam menciptakan peluang kebebasan terhadap anak-anak muda Uni Soviet di akhir dekade 1980-an, yang kemungkinan besar telah membantu menciptakan kesadaran baru untuk menjatuhkan rezim komunis di bawah Gorbachev waktu itu. Di liner notes proyek reissue album masterpiece Sonic Youth, Daydream Nation, kritikus Roy Farrell menulis bahwa: “In Kiev, where the venue was packed with enthusiastic kids hungry for a great Western rock band. Here…the entire audience swayed it’s arms to Carpenters’ “We’ve Only Just Begun”. Dan tur ini bahkan terancam tidak berjalan, karena kementerian kebudayaan membatalkan dua pertunjukan awal mereka.
Sonic Youth—sebuah band yang memaikan musik abrasif seperti halnya Velvet Underground, tidak pernah secara literer menulis tentang perlawanan dan lebih sering menulis lagu soal heroin, apatisme dan slackerdom, namun di Uni Soviet mereka menjadi sangat politis. Karena musik mereka di larang masuk oleh rezim komunis, sebuah label lokal, perusahaan milik negara Melodiya Records-lah yang justru membajak album mereka dan mengedarkan secara luas di Uni Soviet.
Contoh kasus Velvet Underground dan Sonic Youth di atas memberi bukti kepada kita tentang kekuatan musik sebagai apa yang disebut oleh Joseph Nye sebagai “soft power”. Ini adalah operasionalisasi dari apa yang disarankan oleh Nye bahwa: The United States can dominate others, but it has also excelled in projecting soft power, with the help of its companies, foundations, universities, churches, and other institutions of civil society; U.S. culture, ideals, and values have been extraordinarily important in helping Washington attract partners and supporters.”
Namun ada sebuah paradoks di sini. Amerika Serikat, atau negara manapun yang ingin berhasil dalam menjalankan strategi dalam kerangka soft-power, ironisnya harus sadar bahwa musik dan kebudayaan justru harus berjalan secara alami, bottom-up, swadaya dan hanya boleh sedikit mendapat dukungan dari negara. Keberhasilan Sonic Youth, Sonic Youth atau musik-musik Indonesia yang menjadiindie darling di Malaysia atau Singapura adalah karena dia adalah sebuah kekuatan organik yang berjalan dengan logikanya sendiri dengan sedikit atau bahkan tanpa campur tangan negara.
Kondisi sebalikanya akan terjadi ketika budaya, dibajak oleh negara sebagai kekuatan diplomasi resmi dan formal. K-Pop tidak akan pernah berhasil menciptakan pengaruh apapun, selain menciptakan generasi konsumsi dan idol-worship, karena dia telah diadopsi sebagai strategi resmi diplomasi budaya Korea Selatan. Anda tahu, birokrat adalah mereka yang paling tidak punya taste dalam musik dan paling tidak mengerti tentang kualitas musik. Menteri Industri Kreatif Mari Pangestu misalnya pernah menyatakan bahwa salah satu strategi budaya kita adalah mengirim penyanyi-penyanyi muda Indonesia ke Korea Selatan untuk belajar tentang K-Pop. Dan itu yang akan sering terjadi jika musik dan diplomasi budaya diserahkan kepada birokrat dan pejabat. Atau yang lebih buruk, musik hanya akan menjadi sarana penyiksaan dalam menjalankan strategi diplomasi hard-power.
Disadur dari : elevationrecords.co
Do you ever wonder how is WiFi signal a looks like while you surf on the internet? This picture sums all of your curiousity. This is the visible WiFi Signal taken with Ethereal Photo.
Minggu
Suatu hari di minggu ceria aku berlibur ke dalam dirimu bermain sesuka hati, tak kenal waktu, dan paling penting, tak ada tugas sekolah kita ke taman panjang, menghabiskan bekal yang ibu buatkan aku punya sekotak crispy cassava rasa senyum dan kau membawa tiga bungkus roti rasa tawar saranmu, supaya adil, kita saling bertukar "menikmati roti rasa tawar dengan suguhan senyuman tak akan mengubah rasanya" Setelah perbekalan kita habis kau memilih bermain petak hati aturannya, kau harus menemukanku, jika ingin permainan ini selesai katamu, caranya mudah kau pergi bersenang-senang dengan orang lain, sedang aku, berusaha menumpuk puluhan buku puisi kesukaanmu jika tugasku selesai, aku harus sembunyi diantara tumpukan buku di lembar yang tak mungkin kau curigai setelah itu, giliranmu yang harus mencariku Jika kau berhasil menemukanku, maka hari itu pasti sudah berganti menjadi senin, jumat, atau kiamat sebab, kau tak pernah merelakan waktumu mencariku yang berharap ditemukan olehmu Permainan kita selesai dan kau tak pernah benar-benar menemukanku sejak itu, aku tak bisa keluar dari hari minggu milikmu terjebak seperti roti tawar yang dimasukkan ke bibir yang menyuguhkan senyuman
The current crisis in Iraq explained in under 5 minutes. There is war in Iraq? Again? And the US and Iran are talking about working together? And who is this ISIS Terrorist group that is all over the news? And Religion? Oh dear… When exactly has the world gone mad again? It is not possible to explain a complicated topic like this without simplification. We are very aware that this video is not painting a full picture of the situation. But we hope that it may lay the foundation on which you can try to do your own research and understand how horribly Fu**ed up the whole situation is.
Are you Alone? To answer this question we have to take a look what “you” are first. What are you made of and where you stand in this universe. Are you your body? Your atoms? And how are your parts connected to the big picture?
When I'm all grown up, come what may, I'll build a boat to carry me away (at Teluk Sumbang)