setiap kamu terbangun / di atas platform lingkaran / dikerumuni lampion kertas levitasi / kamu akan mengingat ini, / ada di luar garis utama

Kiana Khansmith
occasionally subtle
𓃗

Love Begins
Keni

JVL

ellievsbear

roma★
Misplaced Lens Cap
No title available

pixel skylines
ojovivo
Fai_Ryy

Discoholic 🪩
KIROKAZE
Peter Solarz

No title available
Game of Thrones Daily
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

izzy's playlists!
seen from Canada

seen from Mexico
seen from United States
seen from Ukraine
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Argentina
seen from Australia
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
@tlagarespati
setiap kamu terbangun / di atas platform lingkaran / dikerumuni lampion kertas levitasi / kamu akan mengingat ini, / ada di luar garis utama
Melihat kerukunan dan kerja sama warga di sini, aku bisa mengerti alasan ketakutanmu pada kami. Sampai-sampai kamu memintaku merahasiakan ke
/ kita selalu sama / menyembunyikan kelahiran / di reruntuhan bangunan lama / tergantikan jenis baru menjulang / sebagai penghuni transisi
/ kita telah sepakat / untuk selalu berjalan tuntas / di setiap jenis dunia / kita berada /
/ ini desa yang mati / bangkit sebagai roh mandiri / mesti kususuri mayat-mayat bangunan / sisa pemukiman dan / hamparan padang rawan petir
/ kubuka pintu, menyibak gelombang beku / sisa dentang menara jam gereja / arlojiku hilang kedip / hanya jam astral kuasai waktu /
/ jernih batin / hening pikir // lapisan luar / garis hidupku // lapisan dalam / terima aku /
/ cahaya yang kukira salib / adalah sebuah layang-layang kertas wajik / tersegel dalam pengawetan lapis mika / dan kumparan lampu-lampu keci
Sesi Duduk Seorang Pendatang
menyatu cair bersama air,
kamu bersirkulasi dalam pori-pori tanah
dihembuskan sebagai genangan
dan sampailah di muara napas planet ini
membasahi kaki-kaki bulus hutan
rekonstruksi wujudmu,
memadatkan cairnya tubuhmu
kembali pada jantung dan nadi
tulang dan otot
bungkusan kulit bertekstur
para bulus bergerak menjauh
meninggalkan sisa air genangan
yang kini refleksi citramu
pohon tinggi akar tunggang
batang lebar sandaran punggung
dalam sesi dudukmu, bola matamu menghijau
secara gradual
tertular warna hutan
garis punggungmu tersengat
gerigi kulit pohon,
tersengat kambium
dalam ungkapan
selamat datang di Bumi.
Roh Desa Mati
ini hari yang pucat
perkebunan liar meliuk
oleh sisiran angin muson
yang sedang mencapai puncaknya
ini desa yang mati
bangkit sebagai roh mandiri
mesti kususuri mayat-mayat bangunan
sisa pemukiman dan
hamparan padang rawan petir
aku disewa seorang kepala keluarga
mencari seorang putri tunggal
hilang di tubuh desa mati
dirayu formasi kunang-kunang
peliharaan roh desa ini
kulitku mulai memucat
tertular atmosfer desa ini
aku berjalan meliuk
menggunakan pedangku
sebagai tongkat keseimbangan
ketahananku mulai mati
aku tumbang perlahan
di atas tanaman rambat
yang mulai melilitku
mencegah lari kehangatan tubuhku
menjaga nyala hidupku
sedang kuhidupkan ulang ketahanan
dalam rebahku | ia berbicara
melalui gerak lilitan spiralnya:
”
beredar kabar
desa mati
bangkit sebagai roh mandiri
kuberi kabar
roh desa terlahir lagi
menjadi seorang putri
seorang putri
menyusuri desa mati
untuk mengenali tubuh lamanya sendiri
”
Setelah Misi Terakhir
pagi tiba di depan bengkel senjataku
aku tiba pada perkakas dan tungku tempa
seorang petualang telah tiba lebih dulu
daripada pagi dan aku
ia berdiri mematung
memandangi patung bola bercincin dua
di pucuk menara Kota Utama
apa lagi yang bisa kutempa darinya
ia telah mengenakan
zirah tebal level maksimal
dan pedang mistik terlangka
aku mengenalnya,
seorang petualang
seorang kampiun
yang telah
menamatkan misi terakhirnya
ia berdiri mematung
memandangi patung monumennya sendiri
di bawah menara Kota Utama
cahaya pagi melata menjelajahi dapur besiku
pandanganku melata pada draf senjata pesanan
mata petualang itu melata mencari arah baru
ia melepas zirah dan pedangnya
menyandarkan pada dinding bata
padaku, ia menengok menyandarkan pertanyaan
“bagaimana rasanya menjadi pandai besi
yang selalu punya misi?”
Pohon Raksasa Putih
setiap kamu terbangun
di atas platform lingkaran
dikerumuni lampion kertas levitasi
kamu akan mengingat ini,
ada di luar garis utama sejarah hidupmu
seperti kucing-kucing lain
pada formasi platform berlampion ini
pupil matamu akan membesar
jika menengadah,
pada hitam pekat langit itu
sedangkan sumber kerlipan
ada di bawah telapak kakimu yang lunak
pada lantai translucent yang memantulkan separuh cahaya
cahaya dari lampion kertas,
dari bulu mengembang di tubuhmu,
dan dari urat kayu pohon raksasa putih
pohon raksasa putih bergemerisik
bergemerisik dedaunannya
mengetuk naluri diri setiap kucing
yang baru melangkah turun
dan kamu mengeong menyahut panggilan
melangkah dengan telapak lunak
lari kecil dalam barisan
jadi bunyi celupan-celupan ringan
mengitari pohon raksasa putih
kucing-kucing besar berjanggut
berdiri di bawah pohon itu
menyusun langkah-langkah ritmismu
dengan dengung getar bibir
senandung puja-puji pohon raksasa putih
pupil mata seluruh kucing meruncing
menangkap cahaya dari dedaunan putih
yang gugur menjadi baling-baling
keabadian seringan bulu-bulu di tubuhmu
seringan lari kecil ritmis
seringan lampion kertas levitasi
kamu akan mengingat ini terjadi
tapi di luar garis utama sejarah hidupmu