Cara Hotel untuk survive di masa Pandemi Covid-19
Dampak dari pandemi Covid-19 ini dinilai sangat signifikan dan merugikan. Pasalnya, keputusan yang diberlakukan oleh pemerintah membuat matinya laju ekonomi semua industri termasuk industri pariwisata, banyaknya pembatalan kunjungan menuju Indonesia sejak awal Februari 2020 membuat beberapa pelaku usaha sektor pariwisata memberhentikan operasional-nya sementara bahkan dalam beberapa kasus ditemukan hotel yang ditutup hingga dijual karena mengalami kerugian yang sangat besar.
Pandemi Covid-19 mengakibatkan switching berbagai aktifitas yang biasa disenggelarakan tatap muka atau secara langsung menjadi aktifitas daring atau online yang merupakan upaya yang bisa dilakukan masyarakat didunia untuk menekan laju penyebaran virus Covid-19 tersebut sesuai anjuran dari WHO.
Keuangan atau mitigasi finansial wajib dilakukan oleh setiap pelaku usaha hotel dengan melakukan beberapa langkah langkah yang tepat seperti pemberlakuan unpaid leave dan work from home bagi setiap pegawai yang dimana langkah ini merupakan suatu bentuk surviving effort dan merupakan suatu bentuk reformasi keuangan yang dapat dilakukan oleh manajemen hotel.
Strategi pemasaran yang relevan dengan kondisi pandemi saat ini pun harus dilakukan oleh setiap manajemen hotel untuk keberlangsungan bisnis hotel tersebut dengan tetap mengikuti protokol kesehatan dan regulasi yang dianjurkan oleh pemerintah. Beberapa strategi pun dapat dilakukan seperti buy now stay later yang dimana merupakan sebuah voucher menginap yang memiliki masa berlaku panjang untuk menarik minat pengunjung di masa mendatang. Pihak manajemen hotel pun wajib memperbanyak offering resource sebagai keberagaman produk dan jasa yang dapat ditawarkan oleh pihak hotel yang tidak umum seperti housekeeping to your home dimana pihak manajemen hotel menawarkan jasa kebersihan rumah tamu oleh tim housekeeping yang professional dan menawarkan service excellent langsung kepada tamu dengan tetap mengedepankan healty and safety issue sebagai nilai lebih yang ditawarkan.
Pada masa pandemic dan selama masa pandemic berlangsung online is the most effective channel right now. Hal ini dilatarbelakangi oleh seluruh kebijakan pemerintah mewajibkan seluruh kegiatan yang pada umumnya dilakukan diluar rumah menjadi serba daring atau online. Hal ini berlaku pula pada penawaran food and beverages yang biasa ditawarkan pada tamu hotel menjadi penawaran umum yang langsung diantarkan oleh jasa transportasi seperti Gojek maupun Grab yang menjadi solusi tepat untuk tetap mendapatkan pemasukan selama masa pandemi masih berlangsung.
Pelaku hotel wajib mempersiapkan worst scenario pada masa pandemi untuk mempersiapkan segala kemungkinan buruk yang terjadi di masa depan seperti tidak kunjung berakhirnya masa pandemi dan kebijakan serta regulasi yang berlaku semasa pandemi tidak berpihak kepada para pelaku usaha hotel dan kesampingkan berbagai teori yang berlaku dalam dunia akomodasi perhotelan dengan memfokuskan kepentingan terhadap realita yang sedang terjadi selama masa pandemi berlangsung.