Antara Khawatir dan Penuh Harap
ุงูููููููู ูู ุณููููู ููููู ุฅูููู ุฑูู ูุถูุงูู ููุณููููู ู ูููู ุฑูู ูุถูุงูู ููุชูุณููููู ููู ู ูููู ู ูุชูููุจูููุงู
Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.
Berbagai keutamaan di bulan mulia telah banyak kita dengar. Mulai dari pahala berlipat, diampuninya dosa sampai dilipat ganda sampai 1000 kali segala kebaikan di malam lailatul qadar.
Namun, rasanya begitu khawatir. Bagaimana dengan segala fasilitas dan kemuliaan ramadhan itu diri ini tidak mendapatkan setitikpun kebaikan di dalamnya. Melewatinya dengan hanya merasakan beratnya menahan rasa haus dan juga lapar. Tubuh lemah dan tidak giat ibadah. Segala alasan timbul untuk tetap berleha-leha di dalamnya.
Ada juga kekhawatiran. Jika semangat hanya di awal saja. Semakin hari semakin melemah. Padahal, garis akhir ialah penentunya. Akhirnya juga sama, menjadi orang yang merugi di bulan yang mulia.
Tapi, semuanya belum terjadi. Masih ada sisa-sia hari untuk bersiap mencegah kemungkinan buruk itu terjadi. Di hari-hari tersisa ini, semoga Allah mudahkan kita untuk mempersiapkan dan memperbaiki diri. Semoga Allah menemukan kita dengan ramadhan dalam keadaan siap bertempur. Berjuang melakukan yang terbaik untuk meraup segala keuntungan.
Masih ada waktu lebih dari sepekan. Semoga masih ada harapan. Mewujudkan ramadhan ini awal mula ramadhan yang paling berkesan. Sehingga setelah berlalunya kita senantiasa dalam kebaikan. Karena hasil kemuliaan di bulan ramadhan.
Ya Allah sampaikanlah kami pada bulan ramadhan dengan sebaik-baiknya persiapan. Dan pisahkanlah kami dengan ramadhan dengan memperoleh sebanyak-banyaknya ampunan dan kebaikan.









