My self note : "Aku dan Kebahagiaan" Cerita ini adalah pengalaman ku sekitar dua tahun lalu. Saat itu aku dan beberapa teman baik ketika kuliah dulu, menyisakan waktu untuk bepergian mencari kesenangan dan kebahagiaan di Bromo. Tetapi dari perjalanan kami untuk mencari kesenangan dunia itu, aku teringat sebuah kejadian yang seharusnya mengubah hidupku. Walaupun aku sering melupakannya demi ambisi dan ego ku yang kadang berakhir sia-sia. Maka patut aku bagikan pengalaman ini. Kejadian itu berawal ketika aku turun dari jip sewaan hasil patungan kami berempat. Lalu kami berjalan jauh dan menaiki anak tangga agar sampai di unung lereng Bromo. Harusnya ini bukanlah rintangan. Karena menurit teman-temanku proses menaiki lereng itu tidak lah sulit. Aku dengan kondisi fisik yang tidak ideal ini tertatih berjalan sembari merasakan pasir yang lembut, angin semilir ditemani bau feses kuda dan celotehan warga sekitar yang menawarkan tumpangan dengan kuda mereka. Semakin dekat semakin murah. Dengan segala susah dan payah ku serta kata-kata kebun binatang, aktifitas seksual, dan sumpah serapah yang tergabung menjadi ego dan semangatku menemaniku hingga akhirnya tiba di pinggir lereng itu. Ketika aku tiba, tidak ada yang istimewa kala itu. Aku melihat lereng dan hamparan bumi yang terukir indah di sekitarku sembari menghirup udara dan asap belerang dari bawah kawah lereng itu. Aku pun mencoba mencari makna bahagia dari pengalaman itu, sembari terhanyut lamunan hampa. Tidak lama, aku pun tersadar. Kesempatan untuk menaiki bukit yang menjadi rintangan pribadi ku, lalu berdiri tegak di atas hamparan bumi dengan pemandangan indah yang aku dapatkan dari hasil tabungan ku dan bantuan orang tua ku ketika kuliah dulu, bukanlah kebahagiaan sejati. Walaupun cerita ini cukup menarik untuk dibagikan kepada teman, sanak saudara, hingga gadis yang aku cintai atau anak-anak ku nanti. Akhirnya aku menemukannya, makna dari perjalanan itu. Pergi jauh merasakan keindahan bumi di sisi manapun bukanlah jawaban atas kebahagiaan. Karena kebahagiaan itu sukar untuk dirasa dan tidak pernah sejati. Kebahagiaan adalah ketika aku merasakan keistimewaan di dalam kesederhanaan. #notetoself #bromo










