Yang Fana Adalah Ganteng , Mapan Finansial Abadi ..
Sore itu sepulang kerja kita berencana akan menjenguk seorang rekan yang baru pulang dari rumah sakit pasca operasi, karena jam pulang kerja yang kelewat siang terlebih dahulu kami nongkrong ganteng di sebuah restoran nasi kandar untuk mencicipi sup daging sapi/lembu yang harganya tidak lebih mahal dari daging kambing , entah kenapa menu daging kambing di malaysia selalu lebih mahal dari pada daging sapi .
Sambil memutar-mutar sendok dan me-ngunyah batu-es sisa esteh yang saya pesan, sesekali gigi ini terasa ngilu karenanya , batu es jaman sekarang memang kelewat dingin ,
obrolan berlanjut dari penilian rasa sup daging ke tema yang lebih dewasa , kali ini bahasana tentang alasan kenapa pada akhirnya mbak mbak yang utamanaya cantik lebih memilih si mapan ketimbang si ganteng ?
Coba bro , apa menurutmu yang jadi pertimbangan seorang wanita dalam memilih pasangan ? celetuknya di suatu sore di bangku hijau teras warung nasi kandar , saat itu pula terparkir mobil proton biru yang sesekali aku lirik karena aku memang suka warnanya.
ku jawab singkat .. , “ mapan ” !
“Benar !! mapan adalah prioritas utamanya , seorang wanita pastilah mencari pasangan yang menjamin masa depannya hidup bersama dengan layak dan sejahtera.., !” tukasnya
Nyatanya kawan saya sepakat dan membenarkan jawaban , ganteng itu bukan prioritas , .
berdasarkan kajian satu jam-setengah di warung kandar maka disimpulkan ke-gantengan akan memudar dari sudut pandang ekonomi seiring dengan berjalannya usia , saya pun lantas membaginya dalam 3 fase yang mengantarkan kegantengan dalam gerbang ke fana an.
Adalah normal seseorang yang dipersenjatai fitur ganteng ini pasti mampu mengguncang selera pasar dan sangat laku pada usia usia remaja SMA atau Mahasiswi tingkat pertama , meskipun tidak sepenuhnya benar kondisi ini tumbuh dengan kejujuran emosi bahwa ganteng adalah parameter pertama dalam memilih pasangan, fase dimana simpul ghaib mengenai pemenuhan kewajiban bayar pajak masih samar atau belum sepenuhnya terbuka, saya menyebutnya ini adalah fase insensible.
Menginjak usia lebih dari seperempat abad sang mahasiswi sudah bukan mahasiswi lagi ia telah tumbuh menjadi mbak mbak bernama Cinta yang cerdas dan lebih bijak , dia tahu bahwa fitur ganteng-ness dapat memudar seiring waktu dan keadaan, dia sudah berfikir tentang indikator penting bahwa mencari pasangan itu harus serius dengan hidupnya dan harus tahu bagaimana merencanakan sesuatu secara finansial, saya menyebutnya ini Fase Reseptif pada fase ini tabir mengenai komplektifitas dan problema kehidupan mulai tersingkap dan sekedar ganteng saja itu berat dan nggak akan cukup dijadikan pilihan.
Karena usia yang yang terus bertambah , ganteng hanyalah serpihan debu yang hinggap pada autofocus lensa mata para wanita matang , usia dapat memper-sempit dan membatasi parameter , pada kondisi ini mulai muncul kekhawatiran , si Cinta seyogyanya membutuhkan kepercayaan bahwa mereka akan diurus dan memulai berbagi tanggung jawab dalam memilih Rangga-nya bersama keluarga / orang tua. Ganteng lagi tidak primer , sudah bisa dibilang yang fana adalah ganteng , mapan finansial yang abadi.
Fase yang terkhir adalah si Cinta dalam kondisi tak sadarkan diri dan akan memilih seseorang seperti sosok penulis yang baik santun , peduli , sopan , ringan tangan, bijaksana, bertanggung jawab , jujur, taat rambu , ga parkir sembarangan , rajin menabung beriman dan aktif membayar zakat , fase ini harus menjadi pertimbanganya mutlak sebelum cinta siuman dari ketidak sadaran.haha *ini terserah serah saya lah wong tulisan saya suka suka saya haha ha, abaikan fase ini.
Dan lalu pada akhirnya cinta akan mencari laki laki yang dapat memberikan fondasi terbaik untuk kehidupan masa depan bersama , pesona kegantengan akan memudar hilang bak instagram story yang rentan akan waktu, saya pun seperti tidak punya alasan yang bagus untuk membela wajah wajah ganteng diluaran sana jika disandingkan kemapanan namun ini tidak berarti kegantengan akan diabaikan , semuanya akan kembali bermuara pada si Cinta , jika cinta mengagap ganteng itu penting dan manakala mendapatkan pasangan yang mapan lagi ganteng melibihi Rangga yang ada dipasaran itu bisa menjadi bonus dan rejeki nomplok.
Cinta boleh saja tidak setuju dengan subyektifitas tulisan saya yang sifatnya mungkin, , mungkin lho ya ini,, mungkin., saya juga kurang pasti, jadi tolong jangan di bully.