Kenangan Ramadhan #1
Jejak Langkah Kecil di Hari Pertama Ramadhan
Sejak semalam, aku mendengar pengajian Ramadhan di masjid sekitar. Banyak teman mengunggah momen pengajian Ramadhan melalui Insta Strory maupun WA Story. Sampai di sini, aku teringat kenangan masa kecil di bulan Ramadhan yang masih lekat hingga kini.
Sampai detik ini, aku meyakini bahwa kenangan adalah hal yang paling tidak bisa diulang. Sebaik apa pun kita berusaha mengulangnya, tidak akan pernah bisa sama. Masa itu sudah tertinggal jauh di belakang. Kenangan itu hanya tersimpan dan bisa kita bayangkan selama ia masih ada di dalam pikiran. Begitulah yang terjadi dengan kenangan Ramadhan masa kecilku. Seberusaha apa pun aku ingin mengulang, tidak akan pernah bisa sama. Momen itu sudah tertinggal jauh di belakang.
Aku masih berusia 7 atau 8 tahun ketika itu. Satu hari jelang Ramadhan, aku akan sibuk menyiapkan tas, Iqra', baju untuk TPA, dan sibuk membuat janji dengan teman-teman sepermainan untuk berangkat TPA bersama-sama. TPA akan rutin setiap sore selama bulan Ramadhan.
Di rumah, satu hari jelang Ramadhan aku akan sibuk memastikan Ibu sudah menyetrika mukena yang hanya kukeluarkan saat bulan Ramadhan. Mukena itu khusus untuk salat tarawih di malam bulan Ramadhan. Selain TPA, tarawih di masjid juga menjadi momen yang paling aku nantikan. Berangkat bersama teman-teman dan bermain mercon setelahnya, menjadi bagian yang tidak pernah terlupakan.
Tarawih pertama. Aku lebih sering berangkat bersama teman-temanku. Lalu duduk di shaf paling belakang supaya aku bisa ngobrol, pergi jajan, dan sesekali ikut salat. Kami akan saling pamer buku kegiatan bulan Ramadhan yang kami dapatkan dari sekolah. Di sela obrolan kami yang setengah bisik-bisik, tentu akan ada teguran dari para orang tua yang kebetulan ada di depan kami.
Aku masih sering rindu masa-masa itu. Apalagi jelang Ramadhan seperti ini. Oh, ya, kenangan ini akan berlanjut untuk menemani Ramadhan! Nantikan ya!














