YANA YANG CURANG ( fan request )
Yana, 24 tahun, tubuh langsing, kulit sawo matang, payudara montok, pinggang ramping, dan pantat kenyal.
Dia sudah setahun bersama Aiman. Tapi Aiman selalu sibuk kerja, jarang menyentuhnya, dan seks mereka makin dingin.
Malam itu Aiman lagi overtime. Yana duduk di sofa rumahnya hanya pakai tank top tipis dan panty hitam. Dia mengusap-usap paha sendiri sambil membayangkan tangan kasar orang lain. Tiba-tiba telefon bergetar.
" YANA , SAYA DAH ADA DEPAN RUMAH AWAK NIE " Suara itu milik Reza, rakan sekerja Aiman.
Reza lebih tinggi, lebih berotot, dan selalu memandang Yana dengan mata lapar. Yana tahu dia tak sepatutnya buka. Tapi dia buka juga.
Reza masuk tanpa banyak cakap. Dia tutup pintu, kunci, kemudian tarik Yana ke dinding. Bibirnya menghentam bibir Yana. Ciuman kasar, lidah masuk dalam, menghisap lidah Yana sambil tangan besarnya meremas payudara di bawah tank top.
" AIMAN TAK PERNAH SENTUH KAU MACAM NIE KE YANA " desis Reza di telinga Yana.
Yana hanya mengeluh. Tank topnya ditarik naik. Payudara montoknya terdedah. Reza menunduk, menggigit puting kiri sambil menghisap kuat. Tangan kanannya masuk ke dalam panty, jari kasar terus mencari celah basah. Yana sudah basah sejak dia buka pintu.
" SIAL ... KAU DAH BASAH DAH YANA "
Dua jari Reza masuk sekaligus. Dia mengorek ke dalam, mencari titik yang membuat Yana menggigit bibir dan mengangkat pinggang. Bunyi basah
" CEK ... CEK "
memenuhi ruang tamu. Yana meremas bahu Reza, kaki sudah goyah.
Reza tarik jari keluar dan jilat jarinya yang basah itu di depan muka Yana.
Kemudian Reza dorong Yana ke sofa. Panty hitam ditarik turun sampai ke lutut. Reza berlutut, buka paha Yana lebar-lebar, dan langsung menanam muka di antara peha.
Lidahnya menjilat dari bawah ke atas, menghisap klitoris dengan kuat, sambil dua jari terus mengorek. Yana menggeliat, tangan meraih rambut Reza, menolak kepala lelaki itu lebih dalam.
" AHHH ... REZA ... AHHHH ... DALAM LAGI SAYANG "
Reza tak berhenti... Dia menghisap, menjilat, menggigit lembut peha dalam, kemudian menjilat lubang belakang Yana sekali-sekali. Yana sudah hampir pejam. Air liurnya menetes ke dagu Reza.
Tubuhnya menegang, peha bergetar, dan dia pejam di lidah Reza sambil mengerang panjang.
Belum sempat Yana bernafas, Reza berdiri, buka seluar, keluarkan batang tebal dan panjang yang sudah tegang. Dia gosok kepala batang di bibir bawah Yana yang masih berdenyut, kemudian masuk dengan satu hentakan.
" AAAAAHHHHHHHHH "
Yana menjerit... Payudara Yana bergoyang-goyang setiap kali pinggang Reza menghentam pantatnya. Reza pegang pinggang Yana erat, menariknya ke belakang setiap kali dia masuk dalam-dalam.
" KAU MEMANG MILIK AIMAN , TAPI PEPEK KAU YANG BASAH NIE MILIK AKU "
Yana hanya bisa mengangguk sambil mengerang. Reza tukar posisi. Dia angkat kaki Yana ke bahu, lipat tubuh Yana hampir dua, dan terus menghunjam lebih dalam. Bunyi kulit bertemu kulit, bunyi basah, dan erangan Yana bercampur.
Reza tarik keluar, balikkan Yana tengkurap di sofa. Dia tarik pantat Yana ke atas, buka lubang yang sudah basah, dan masuk lagi dari belakang.
Tangan kanannya meraih rambut Yana, menarik kepala ke belakang sambil pinggangnya terus bergerak cepat.
Reza hentak lebih kencang. Satu tangan meremas payudara Yana dari bawah, jari memulas puting. Yana pejam lagi, kali ini lebih kuat, memeknya meremas batang Reza sambil dia menggigit bantal sofa.
Reza belum keluar. Dia tarik keluar, duduk di sofa, dan tarik Yana naik ke pangkuannya.
Yana duduk menghadap, turunkan tubuh pelan-pelan sampai batang Reza tenggelam penuh...Kemudian Yana sendiri yang bergerak naik-turun, pantatnya menampar paha Reza.
Reza pegang pinggangnya, membantu, sambil menggigit leher dan bahu Yana.
Mereka ganti posisi lagi.
Reza baring, Yana menunggang sambil menghadap belakang (reverse cowgirl). Reza bisa melihat pantat kenyal Yana naik-turun, memek basah yang menelan batangnya , dan lubang belakang yang berkedut.
Dia meraih pantat itu, buka sedikit, dan masukkan ibu jari ke lubang belakang Yana sambil Yana terus menunggang.
Yana mengerang lebih keras. Dia pejam ketiga kalinya, tubuhnya menegang, air memeknya membasahi paha Reza...
akhirnya Reza tak tahan.
Dia angkat Yana, baringkan di lantai, buka peha lebar, dan menghunjam kencang sampai dia keluar dalam-dalam.
Sperma panas memenuhi memek Yana.. reza terus bergerak perlahan, mendorong sisa-sisa keluar, sehingga putih itu menetes ke peha Yana.
Mereka terbaring sebentar. Yana masih menggigil. Reza mengusap peha dalam Yana yang basah, kemudian masukkan dua jari lagi ke dalam memek yang masih berdenyut dan penuh sperma.
Reza tersenyum, turun lagi, dan menjilat gabungan sperma dan air Yana yang mengalir keluar. Kemudian dia masuk semula, kali ini lebih perlahan, lebih dalam, sambil menggigit bibir Yana dan meremas payudaranya.
Malam itu berlarutan. Di sofa, di lantai, di meja dapur, di bilik mandi. Yana diramas , digigit, dicium, dan sampai tubuhnya lemas dan penuh.
Setiap kali Reza hampir keluar, dia tarik keluar dan menembak di muka, di payudara, atau di peha Yana, kemudian memasukkan semula dan terus menggerakkan pinggang.
Apabila fajar hampir tiba, Yana berbaring di atas kepingan baju yang berselerak, tubuhnya basah peluh dan cair, peha terbuka, memeknya merah dan bengkak, penuh dengan sisa-sisa malam.
Reza mencium keningnya sekali
Yana hanya tersenyum lemah, jari-jarinya masih mengusap peha sendiri yang masih basah.
Dia sudah curang. Dan dia sudah tahu dia akan curang lagi.
Tamat.















