Takabur
Takabur berasal dari kata bahasa arab takabbara-yatakabbaru yang artinya sombong atau membanggakan diri. secara istilah takabur adalah sikap berbangga diri dengan beranggapan bahwa hanya dirinyalah yang paling hebat dan benar dibandingkan dengan orang lain.. Takabur semakna dengan ta'azum, yakni menampakkan keagungan dan kebesarannya, merasa agung dan besar dibandingkan orang lain. Takabur adalah penyakit hati, dan perbuatan dosa hati, yang bisa hinggap disetiap hati manusia, siapapun... Karena bahayanya takabur, maka Allah berfirman: "Maka masuklah pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal didalamnya. Maka amat buruklah tempat orang orang yang menyombongkan diri" (QS An Nahl: 29) Siapapun yang memiliki watak takabur, maka dia telah memiliki watak utama yang dimiliki oleh Iblis. Watak yang menyebabkan iblis dikeluarkan dari surga. Watak yang menghinggapi iblis sehingga iblis merasa lebih tinggi derajatnya dari Nabi Adam 'alaihissalaam. Saking sakit hatinya, maka iblis akan terus menggoda anak keturunan Nabi Adam 'alaihissalaam sampai hari kiamat, supaya bisa bersama-sama memasuki neraka jahanam kelak di akhirat. Hal-hal yang menyebabkan orang menjadi sombong, diantaranya dalam hal ilmu pengetahuan, amal dan ibadah, nasab (keturunan), kecantikan, harta kekayaan dan kekuatan. Akan tetapi jika di antara semua itu tidak bisa ia dapatkan atau menemukan kagagalan, malah akan mudah putus asa dan cenderung menyalahkan orang lain. Layaknya perkataan iblis ketika menolak diperintah Allah untuk sujud kapada Nabi Adam 'alaihissalaam, "Saya lebih baik daripadanya!". Maka jika saat ini, siapapun yang merasa "lebih" dalam hal apapun terhadap siapapun, maka segeralah bertobat...











