"aku capek"
Mungkin kata itu sudah berkali-kali kuucapkan entah capek karena person atau capek karena situasi.
Suatu hal yang wajar, sebagai manusia kita mengeluh. Tapi menjadi tidak wajar jika tiap waktu kita selalu mengeluh.
Keni
RMH
Noah Kahan

blake kathryn

PR's Tumblrdome

★
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

roma★

❣ Chile in a Photography ❣
Game of Thrones Daily
Mike Driver

⁂
𓃗

Product Placement
🩵 avery cochrane 🩵
will byers stan first human second
art blog(derogatory)
almost home

@theartofmadeline
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

seen from Angola
seen from Angola
seen from Angola

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Iraq
seen from United States
seen from Senegal
seen from Uruguay

seen from Brazil

seen from Paraguay
@yur-sunshine
"aku capek"
Mungkin kata itu sudah berkali-kali kuucapkan entah capek karena person atau capek karena situasi.
Suatu hal yang wajar, sebagai manusia kita mengeluh. Tapi menjadi tidak wajar jika tiap waktu kita selalu mengeluh.
IZINKAN DIRIMU Memberi izin ke dirimu sendiri agar orang lain bisa menolongmu, mengintervensi masalahmu, saya yakin bukanlah hal yang mudah. Urusan mau minta tolong ke orang lain pun kita ragu, malu, bahkan takut.
Bahkan banyak yang memilih menenggelamkan diri, tak ingin siapapun tahu, tak ingin diketahui dan ditemukan, menghindari bertemu manusia lain.
Kalau ada masalah yang kamu sadar bahwa kamu tak bisa menyelesaikannya sendirian, kamu merasa tak ada yang bisa memahami dan mengerti. Izinkanlah dirimu agar bisa ditemukan, tak perlu bersembunyi. Izinkanlah orang lain menolongmu. Memang adalah hal yang sulit, memberikan kepercayaan kepada orang lain, mengetahui rahasia, masalah, atau sesuatu yang selama ini kita pendam.
Semoga apa yang sedang dialami saat ini, kita diberikan kekuatan dan juga teman-teman yang baik saat menghadapinya. ©kurniawangunadi
karena aku sangat mudah untukmu
karena aku sangat mudah untukmu.
kamu tidak perlu lelah-lelah berjuang, sebab aku tidak mungkin sampai hati membiarkan orang yang ingin memperjuangkanku berjuang sendirian.
kamu tidak perlu repot-repot membuat dirimu diterima, sebab aku selalu bersedia mengambil tanggung jawab untuk lebih dari menerima–yaitu memaafkan, melupakan, bahkan melepaskan.
kamu tidak perlu pusing-pusing memikirkanku, sebab aku sungguh selesai dengan diriku sendiri. sebab masa depanku adalah rangkaian rencana yang bisa diganti. sebab ambisiku selalu (hanya) sekeras tangan yang menggenggam pasir, secukupnya mencukupkanku.
kamu tidak perlu khawatir tentang apapun, sebab aku bisa mengikutimu ke mana pun. aku bisa diajak berjalan, berlari, merangkak. aku bisa bertahan pada segala musim dan cuaca, bisa berteman dengan segala rasa dan nuansa.
karena aku sangat mudah untukmu, semoga kamu merasakannya: bahwa yang mudah didapatkan, belum tentu tak berharga.
semoga aku sangat berarti untukmu.
Bodoh
Kalau berjuang itu harus diutarakan dahulu dan dijelaskan, barangkali kamu akan pergi karena ketakutan dengan bagaimana aku berjuang, semua hal yang sudah kuperjuangkan selama beberapa tahun terakhir. Kamu akan menganggapku seperti orang yang terobsesi padamu, untuk itu aku diam saja.
Karena kalau aku bilang, kamu akan pergi berlari. Menyuruhku berhenti, bahkan mematahkanku. Tapi karena aku diam, kamu tidak tahu. Dan aku ingin kamu tidak tahu karena aku ingin memberimu kejutan,
Tapi karena kamu tidak tahu pulalah yang membuatmu justru memilih yang lain. Yang lebih dulu datang. Aku bingung pada kebodohanku. KG
Sempit
Hidup di dunia ini sebenarnya sangat sempit. Mau mendapatkan pekerjaan, bersaing dengan begitu banyak orang. Kalau dapat kerja, tidak semua mendapatkan rezeki untuk bisa bekerja sesuai dengan apa yang diinginkan, yang penting dapat, apapun pekerjaannya demi menyambung hidup dan membayar semua kebutuhan.
Bahkan untuk bisa bahagia, usahanya keras sekali agar bisa membeli hal-hal yang diimpikan. Handphone terbaru, pergi ke taman rekreasi, bertamasya, staycation, main game, semua hal yang kita jadikan pelarian rutinitas dan kejenuhan, semuanya memerlukan biaya dan itu tidak sedikit. Saat kita bepergian menggunakan kendaraan, melihat kendaraan orang lain yang lebih bagus, ingin memiliki. Terasa apa yang kita miliki menjadi usang dan mencari beribu alasan untuk segera menggantinya dengan yang baru sekalipun dengan berutang.
Rumah yang kita tinggali meski ngontrak terasa menjadi lebih sempit bukan karena letakkan di gang-gang kecil. Tapi, keinginan kita yang begitu meluap-luap untuk bisa tinggal di tempat yang bagus dan aestetik, rela mencicil belasan tahun demi itu semua. Semua yang kemudian saat kita mati, akan menjadi waris, atau menjadi rebutan.
Dunia ini terasa penuh persaingan, berlomba-lomba mencapai berbagai hal di usia muda, semuda mungkin, sebagai tolok ukur kesuksesan dan kebahagiaan. Semakin sempit rasanya dunia ini saat kita ternyata menyadari kita bukan siapa-siapa, tidak punya skills yang membanggakan, tidak punya prestasi, mencari kerja tidak dapat-dapat, bingung sama tujuan hidup, usia yang terus beranjak, belum berkeluarga, finansial kembang-kempis, tidak punya banyak relasi. Rasanya dunia ini seperti menghimpit dari segala sisi.
Dan untuk semua kesempitan ini, kenapa kita mau bersusah payah untuk mengejarnya? - kurniawangunadi
Pada Umur Berapa?
Pada umur berapa kamu mulai merasa menjadi orang yang lebih tenang? Kalau ada sesuatu yang memang tak bisa kamu dapatkan, ya sudah, memang bukan takdirnya. Bersedih, sudah setelahnya, mengusahakan yang lain. Jika orang lain berbuat lalai, tidak langsung meledak-ledak marah, tapi berusaha untuk mengetahui apa yang terjadi. Jika mengemudi, lebih penting selamat sampai tujuan daripada terpacu untuk cepat sampai. Pada umur berapa kamu merasa bahwa ruang privasi itu adalah hal yang sangat mewah. Dan kamu mulai sadar bahwa dalam hidup ini, mengejar mimpi memang penting, tapi memiliki teman baik, memiliki kehidupan yang tenang, pekerjaan yang nyaman, itu jauh lebih menyenangkan. Pada umur berapa kamu mulai sadar bahwa kamu telah berubah, sepenuhnya berubah. ©kurniawangunadi
Kalau boleh menjawab, umur 20 jadi titik balik ku lebih dewasa. Sudah tidak lagi terganggu dengan pencapaian orang lain, fokus ke diri sendiri dan mulai belajar memilah mana yang bisa dibagi ke ruang umum dan mana yang hanya untuk konsumsi pribadi.
Di usia 20 juga, aku bisa jadi lebih tenang menghadapi banyak hal. Sudah mulai berhati-hati dalam memilih teman. Serta menyadari bahwa sendirian itu tak selamanya buruk.
Jadi ya, semoga seiring berjalannya waktu aku bisa banyak belajar dari apapun yang kujalani.
Salah satu keputusan terbaik di tahun 2022, beli diffuser. Ya walaupun bukan young living, diffuser china punya tapi eo lokal punya. Asli, enakeun nyetel ini di kamar.
Makin tua jajan nya yang bikin relax badan, tapi makanan tetep sih wkwk.
Doakan awet ya! ☺️
Ada, seseorang yang tak terbiasa mengabarkan aktivitasnya sehari-hari walau hanya sebatas foto dalam story.
Ada, seseorang yang nampak tak pernah ada kabar, tetapi sebenarnya mengamati dari kejauhan.
Ada, seseorang yang jarang sekali hadir di sosial media, tetapi sebetulnya selalu ada di kehidupan nyata.
Ada, seseorang yang tak terbiasa mengumumkan pencapaian atau kabar bahagia dalam hidupnya kepada banyak orang. Bukan karena diam-diam sombong, melainkan karena lebih memilih untuk merayakannya bersama orang-orang pilihan. atau sekedar ingin menikmatinya sendirian (ataupun bersama Tuhan).
Ada, seseorang yang demikian. Ia merasa tak perlu memberitahu banyak orang, karena setiap hal berharga dalam hidupnya adalah momentum yang tak terlupa.
Ada, yang tidak mudah bercerita ke sembarang orang dengan dalih, 'ingin berbagi kebahagiaan' atau 'ingin menunjukkan betapa bersyukur atas nikmat Tuhan' , karena itupun tak menjamin bahwa orang tersebut akan langsung merasakan hal yang sama.
Karena baginya, bentuk syukur dan bahagia akan lebih terasa saat diantaranya benar-benar saling meneruskan kebahagiaan dengan bentuk kebaikan lainnya. apapun itu.
dan sambil menyakini bahwa,
Sebetulnya aku belum pantas mendapatkannya, tetapi Allah Maha Baik yang memberikan kenikmatan ini padaku. Semoga dengan kenikmatan ini juga menjadi jalan kebaikan untukku dan untuk orang lain.
Ambil Sikap
Aku tak memiliki sebanyak itu waktu untuk menantimu melakukan sesuatu, berharap keadaan akan berubah dengan perubahan sikapmu. Aku tak memiliki sebanyak itu waktu untuk membiarkan hidupku terombang ambing pada ketidakpastian yang diciptakan oleh orang lain, sepertimu. Aku tak akan memberikan waktuku yang berarti untukmu yang tak bisa menghargai mimpi-mimpiku yang sebelum-sebelum ini semuanya kutunda karena menunggumu mengambil keputusan. Sekarang, biar aku yang memutuskannya. Untuk hidupku, dan aku tak peduli denganmu. Mau hancur, mau hilang. Aku tak lagi mempertimbangkanmu dalam hidupku. ©kurniawangunadi
Jangan memilih sesuatu yang tak ingin kamu miliki seumur hidup
Kalau kamu sudah sadar bahwa kamu tidak yakin, jangan diambil. Kalau kamu sadar bahwa ada hal yang tidak bisa dipaksakan untuk bisa diterima, jangan diterima. Kalau kamu sadar bahwa ada hal yang bertentangan dengan nilai-nilai yang kamu pegang, apalagi itu, tolak! Jangan terlalu mudah berkompromi pada dirimu sendiri, pada hal-hal yang memang ingin kamu genggam seumur hidupmu. Jangan terlalu berbaik hati, memilih karena kasihan. Jangan terlalu polos, menyangka bahwa segala sesuatu itu nanti bisa berubah. Tapi, kamu tak bisa mengendalikan sama sekali berubahnya ke arah mana, semakin baik, atau semakin rusak. Kalau kamu sadar bahwa sesuatu yang ingin kamu sertakan dalam hidupmu adalah sesuatu yang bernilai, jangan pernah kamu menurunkan nilainya. Kalau kamu sadar bahwa kamu seberharga itu, jangan pernah merendahkan harga dirimu. Jangan memilih karena kamu tidak punya pilihan. Buatlah pilihan itu. ©kurniawangunadi
Bisa jadi, patah hati hari ini membawa banyak kebahagiaan esok hari. Selamat istirahat, semoga banyak kabar baik pagi nanti ✨
Menemukan lagu ini tadi pagi, dan berhasil buat nangis malam harinya.
It's okay not to be okay, take your time 🥰
Bukuku yang terakhir ini, yang rilis akhir tahun 2020 lalu adalah sebuah buku tipis yang mungkin tidak seperti ekspektasi orang lain. Saya membaca beberapa ulasan di goodreads yang mengatakan hal serupa, melelahkan membaca buku ini. Dan saya tidak menampiknya, tidak berusaha untuk mengatakan bahwa buku ini adalah buku yang akan menginspirasi, dan hal-hal positif lainnya. Alih-alih demikian, aku ingin mengatakan bahwa memang buku ini adalah buku yang melelahkan untuk dibaca, apalagi saat kondisimu sedang berada di titik terendah. Bukannya mendapatkan sepercik harapan, justru mungkin akan lebih kupatahkan lagi.
Saat membuat buku ini, saya belajar dari apa yang kualami dan kutemui. Saya membuat sebuah kesimpulan subjektif, bahwa manusia itu bisa berubah dalam kondisi ekstrem, benar-benar bahagia dan memiliki kehidupan yang sangat baik, atau jatuh sejatuh-jatuhnya. Kutub ekstrem yang akan membuat manusia mengalami titik balik. Dan, buku ini kumulai dengan perspektif itu.
Bahwa dalam kehidupan manusia, kita tidak pernah tahu dimana titik baliknya masing-masing. Sebab-akibat, apa yang menyebabkan seseorang menjadi seperti dirinya saat ini. Pasti ada sebabnya, dan kita memiliki akses yang sangat terbatas untuk mengetahui semua sebab-sebab itu.
Dan di sanalah saya memulai, membuka diri, mengizinkan siapapun untuk bercerita, melakukan wawancara, ngobrol secara personal dengan orang-orang yang bersedia berbagi cerita tentang sebab yang mereka miliki. Semakin saya tenggelam dalam proses riset itu, rasanya sulit dibayangkan.
Saya berusaha untuk berempati, tapi sekaligus menahan diri sekuat tenaga untuk tidak menyerap energi-energi yang begitu besar dan berat dari mereka. Tidak ingin mengintervensi apa-apa yang sudah mereka putuskan. Berusaha menjadi manusia yang netral, ternyata tidak mudah. Tidak berusaha untuk memberikan saran kecuali diminta, tidak berusaha menyalahkan pilihannya, atau menasihatinya seolah-olah saya lebih bijak.
Buku ini, memang tipis. Tapi saya akan sangat mengingat prosesnya, bagaimana rusaknya sebuah rumah tangga, hancurnya kehidupan seseorang, peroses perceraian, kematian, kehilangan harga diri dan kehormatan, pengkhianatan, kesalahan dalam pengambilan keputusan yang sangat fatal, dan lain-lain.
Saya tak mampu membendung perasaan gelisahku sebelumnya dan akhirnya mengalir melalui buku ini. Semoga, saya bisa mempertanggungjawabkan karya ini kemudian hari, bahwa saya hanya ingin merangkum pelajaran yang mungkin tak pernah ada di sekolah, memahami sebab-sebab dalam hidup seseorang. Bagi kamu yang sudah membacanya dan mungkin bersedia menuangkan dengan jujur tentang apa yang kamu rasakan setelah menyelesaikan buku ini, boleh reply tulisan ini langsung :)
Butuh waktu lebih panjang untuk menyelesaikan baca buku ini. Sungguh menguras energi, tapi banyak hikmah yang bisa diambil. Terimakasih mas gun!
Selesaikan urusanmu dengan orang lain, baru temui aku setelahnya
valid : iya hari ini capek pikiran, sekarang lakuin apa yang bikin kamu happy. Selama itu ngga ganggu orang, go for it 🥰
Asal orang-orang terdekatku aman dan baik saja, aku babak belur pun tak apa 🥲
Will it come again?
Fyi, i never forget your birthday 🤣