ada rasa yang belum tersampaikan,
ada hati yang sedang kau jaga.
ketika rasa bertemu aksara,
begitu indah hingga menjelma.
Peter Solarz
Cosimo Galluzzi
Keni
🪼
ojovivo

No title available

#extradirty

Origami Around
will byers stan first human second
art blog(derogatory)
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Janaina Medeiros
Monterey Bay Aquarium
h

Kaledo Art
Sweet Seals For You, Always

PR's Tumblrdome
NASA
No title available
No title available
seen from United States
seen from United States
seen from Spain
seen from Singapore
seen from Germany
seen from United States

seen from Germany
seen from United Kingdom

seen from New Zealand

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from Switzerland
seen from United States
@28june
ada rasa yang belum tersampaikan,
ada hati yang sedang kau jaga.
ketika rasa bertemu aksara,
begitu indah hingga menjelma.
akan selalu ada air mata di setiap senyuman yang baru saja ditorehkan
akan selalu ada rasa sakit setelah bahagia
perasaan tersakit ketika melihat orang yang dulu sangat mencintaimu berubah seketika menjadi orang yang paling benci padamu.
ketika petir menyambar
aku berharap kau menjelma pelangi sesudahnya
saat dada sesak
air mata berlinang jatuh
tiada tempat untuk mengadu
selain engkau persinggahanku
ada rasa yang tak kunjung hilang
menekan lubuk hati hingga ke dasar
aku mampu bertahan
bersamamu yang selalu ada
Whenever I come to Tumblr, I remember you.
apa aku terlalu yakin bahwa dia jodohku?
apa aku terlalu yakin bahwa nanti dia yang akan jadi pendamping hidup ku?
apa aku terlalu yakin dia adalah sebaik-baiknya pendamping hidup?
Ya Allah hamba mohon, terangkan lah.
Abstrak.
mau di kata apalagi aku pun tidak mengerti, mati rasa seolah tidak mau tahu tentang apapun itu cinta.
jika bisa memilih, Tuhan kirimkan lah aku yang pantas dan menyayangi.
aku letih menahan sepi.
aku tak mengerti tentang rasa, terkadang ia indah hingga menunjam kedalam asa.
aku tak mengerti tentang rasa, terkadang ia pedih hingga menusuk ke relung hati.
wahai hati, kuharap kau pulih kembali, seperti pagi ini indah bersama mimpi.
aku lelah kadang mau menyerah, aku lelah kadang mau sudah.
tapi cinta mengalahkan segalanya.
tahukah kau tuan, aku lelah ingin sekali kurebahkan segala hampa, kutumpah ruahkan segala rasa agar kau mengerti apa yg kurasa.
aku masih sama seperti yang dulu, setia mendengar segala mimpi-minpimu.
aku masih sama seperti yang dulu, tempat kau tumpah ruahkan segala kekesalanmu.
aku masih sama seperti yang dulu, orang pertama yang kau cari ketika kau sedang bersedih.
aku masih sama seperti yang dulu, manusia yang sangat kau cintai dan takut jika ku pergi.
biarlah waktu yang ambil peranan, masalah menyakiti mungkin kamu juaranya.
tidurlah, lupakan aku.
terkadang pesan yang ingin kita sampaikan tidak terkirim, tidak terasa kepadanya.
memendam lebih baik daripada harus melempar emosi.
ingin menyerah tapi sudah sejauh ini.
ingin pergi tapi kaki tak kuat beranjak.
ingin sudahi tapi hati terlanjur cinta.
belajar menahan amarah,
belajar sabar.
Sabar mungkin kunci untuk menjaga rasa, tidak ikut dengan segala tumpah ruah emosi juga pilihan. Sabarlah, kelak kau akan bahagia pada waktunya.
Untuk mengucap kata terkadang aku lelah, tak cukup asa ingin melawan rasa, memendam adalah satu satunya cara untuk menjaga hati. Mengalah bukan berarti kau kalah, tak apa mengistirahatkan hati yang terus disakiti adalah penghargaan untuk diri sendiri.
ohwisa.com : travel, explore, enjoy. Berisi catatan seputar perjalanan saya, tips dan trik tentang traveling dari seorang travel blogger Indonesia.
Allah yang kita imani saat ini, ialah Allah yang menenggelamkan Fir'aun, yang melembutkan hati seorang Umar bin Khattab, yang mendinginkan api untuk Nabi Ibrahim, yang menyembuhkan Nabi Ayyub, yang hadirkan Nabi Yahya untuk Nabi Zakaria dan yang hadiahkan Al-Quran untuk Rasulullah sebagai petunjuk untuk manusia.
Maka apa sebenarnya yang menjadi ketakutan bagi kita? Ketika Allah selalu membersamai hamba-hambaNya bahkan jauh sebelum kita menjejak dunia.
Kita melupa. Kita lebih takut menghadapi dunia, hingga tak sadar bahwa Allah-lah Raja Semesta yang mengatur semua—dan kita mengimaninya bukan?
Semoga keimanan itu selalu kita jaga, biar dunia takluk dengan kita, bukan sebaliknya.