#Selamanya (ketika mimpi itu terwujud ) ; Sebuah review
Hello semua, Hello TheOvertunes. Hari ini 4 Juni 2015 sebuah mimpi besar terwujud. Mimpi yang tidak hanya dihayalkan direnungkan tapi ada usaha yg keras dan hati teguh di dalam mimpi itu. Setelah penantian 2 tahun akhirnya kita semua terutama theovertunes sendiri merasa sangat lega dan antusias menyambut release nya album perdana #Selamanya. Dan setelah sekian lama tak pernah menuangkan isi kepala saya ke blog ini, dihari penting ini saya ingin berbagi “sedikit” dari “sedikit” pengetahuan saya tentang musik. 2 tahun sejak saya menulis review EP sayap pelindungmu. Ada 1 kekhawatiran besar di benak saya. Apakah saya masih bisa sejujur dulu dalam meng"kritik" band favorite saya yaitu TheOvertunes. Masih kah saya se"lantang" dulu dalam menyuarakan ketidak “kesepakatan” saya pada TOV?? Setelah saya bertemu dan mengenal TOV secara langsung, apakah saya akan masuk dalam kondisi “mengAminin” semuanya??…review ini menjadi tantangan buat diri saya sendiri. Apakah saya masih bisa JUJUR pada kalian TOV. Review album perdana TOV, begitu luaskah pengetahuan musik saya sampai berani menggunakan kata review 😁. Buat saya musik masih sama seperti dulu saat saya dengan sok bangganya menjadi anak nongkrong MTV, musik buat saya adalah soal selera jd seperti yang pernah saya tulis 2 tahun lalu, bila kita bicara musik sebagai suatu selera maka Subjektivitas berperan besar disana. Sebagai seorang penikmat musik bukan pengamat musik, saya ingin berbagi subjetivitas saya dgn penikmat musik lain melalui review ini. Mari kita mulai perjalanan #Selamanya :). 1. Dimulai dari pemilihan Judul; #Selamanya , yap kata ini punya makna yg dalam. Sepertinya kita tak usah meragukan kemampuan pemilihan kata yg punya makna besar dari band yang bernama TheOvertunes. Judul #Selamanya yang digunakan menunjukan kecerdasan yg memilihnya bagaimana membuat suatu album menjadi sesuatu yg prestigious yang #Selamanya akan dijaga disimpan diingat dan dikenang. 2. Lalu bagaimana dengan cover album ?? Kalau kita jeli maka kita pasti bakal menemukan di twitter pertanyaan mengenai pemilihan cover yang terdiri dari Wajah personil TOV ( mikha, reuben,mada) yang dijejer tiga kesamping dan tiga kebawah dalam kotak2 kecil dan dengan putih dan biru sebagai nuansa utama. Ada juga yang membandingkan cover #Selamanya dengan cover #EP Sayap Pelindungmu. Apakah memang harus dibandingkan?? Ya sah-sah saja membandingkan keduanya. Bukankah sebagaimana musik yang merupakan bagian dari seni, maka sebagai induk dari musik, seni sudah tentunya juga sarat akan suatu subjectivitas. Saya sendiri punya ketertarikan khusus untuk setidaknya mengambil dan melihat CD yang covernya unik dan menarik walaupun saya belum tau siapa penyanyinya, pada saat saya ke toko musik. Mungkin karena saya tipe orang visual dimana dengan melihat secara langsung saya akan mengingat lebih baik daripada hanya mendengar. Oke balik lagi keperdebatan soal cover album. Ada perbedaan ketika EP yang dikeluarkan hanya dengan 1 lagu baru dan 2 lagu dari ajang pencariaan bakat dengan aransemen berbeda, dengan sekarang di rilis yaitu sebuah album full dengan 10 lagu yang mewakili album tersebut. Cover #Selamanya mungkin menawarkan konsep simple dan sederhana. Tak banyak sentuhan ini itu. Tapi ada kah yang sepakat dengan saya, bahwa dibalik “kesederhanaan” nya ada “misi” penting dari jejeran-jejeran photo itu. Album #Selamanya adalah album perkenalan kepada industri musik, kepada pengamat musik, kepada pencinta musik. Dengan tampilan photo mikha reuben mada yang berulang-ulang sehingga total ada 9 kotak berisi wajah mereka, sebenarnya secara visual kita di"ajak" untuk mengenal dan mengingat sosok personel TheOvertunes. Seperti halnya skill, maka harus dilatih, begitu juga 9 photo itu “Melatih” indra siapapun yang melihatnya untuk LEBIH mengingat Mikha Reuben dan Mada, 3 pemuda dibalik sebuah band bernama TheOvertunes. Seperti “metaphorical phrase” >> don’t judge a book by its cover" maka hal ini bisa diterapkan pada album #selamanya “don’t judge the album by its cover” 😉. Dan sekali lagi ini analisa ngawur-ngawuran saya. Kalau saya ditanya suka tidak sama covernya, saya akan jawab kenapa saya harus tidak suka disuguhin secara visual dengan pemandangan 3 personel TOV??? Walau ini subjetiv tapi saya rasa kalau ada yang bilang mikha mada reuben tidak ganteng maka saya akan bertanya balik, “Ada apa dengan anda???” 😄😄😄. 3. Nomer 3 ini ngeri-ngeri sedap untuk dibahas 😁😁😁😁. Soal pemilihan pemasaran :) #JagoNyaAyam. Sejak 2 tahun lalu, saya selalu berdoa semoga kondisi industri musik Indonesia bisa lebih baik dan ramah buat TOV, sehingga album atau hasil karya kalian bisa dijual ditempat dimana seharusnya hasil karya seni dijual. Tapi liat bagaimana sekarang orang membajak hak kekayaan intelektual seseorang tanpa rasa bersalah, jangankan bersalah, rasa malu mengambil yang bukan haknya pun sudah tidak ada lagi. Sebulan lalu saya bertemu TOV di surabaya dalam rangka kerja sama dengan #JagoNyaAyam waktu itu ego saya masih begitu menguasai sampai saya rasanya tak mampu melihat ketiga pemuda yang saya sayangin berdiri dibalik kasir. Hati kecil saya berkata apa yang sedang dilakukan musisi2 berbakat itu disana. Dan lamunan saya terhenti ketika “seseorang” menyapa saya dan berkata mereka sedang belajar berjualan dok. Saya terdiam mendengar kalimat itu. Setengahnya karena kalimat itu membekas dihati saya, setengahnya lagi karena kapasitas otak saya yang tidak seberapa ini mulai mengajarkan kepada saya melihat realita kondisi pasar musik Indonesia. Mungkin terdengarnya lebay, tapi 1 photo yang saya abadikan ketika mereka bertiga sedang dibelakang kasir itu saya ambil dengan perasaan yang campur aduk. Saya hanya butuh 1 photo mereka dalam momen itu untuk menjadi pengingat kepada diri saya sendiri betapa keras dan tak mudahnya perjuangan TOV untuk memujudkan mimpi mereka. Photo itu juga saya harap bisa menjadi pengingat untuk tunist yang lainnya untuk tau ini loh perjuangan idola kalian , berat bukan? Maka tak selayaknya kita tutup mata dan kemudian mendownload secara ILEGAL hasil kekayaan intelektual TheOvertunes dan semua yang terlibat didalam album #Selamanya Dalam 2 tahun ini saya coba meluangkan sedikit waktu utk browsing tentang proses suatu lagu dan album dibuat mulai dari awal sampai pemasaran. Begitu banyak orang yang terlibat, dan begitu besar dana yang dibutuhkan bahkan hanya untuk sebuah single ternyata digit rupiah nya begitu fantastik. Intinya proses sebuah lagu itu keluar tidak mudah apalagi sebuah album. Pada suatu kesempatan di bulan lalu saya pulang kampung ke kalimantan dan mendapati kota tempat saya bekerja yaitu balikpapan sudah tidak memiliki music store lagi. Kedua music store yang ada disana tutup, jangan tanya kenapa karena saya rasa kita semua cukup cerdas untuk tau jawabannya. Kalau mau mengedepankan ego , tentunya saya akan bilang kenapa tidak dijual di itunes saja, tapi pertanyaan lain akan muncul, apa semua orang bisa mengakses itunes??? Tentunya tidak. Apa semua tunist bisa mendownload itunes? Tentu harus ada jalan tengahnya bukan??? Bagaimana supaya banyak orang bisa dapat mengakses secara LEGAL album TheOvertunes?? :). “Seseorang” yang lain lagi berkata kepada saya, tidak apa-apakan kalau pada akhirnya album TOV dijual di #JagoNyaAyam ? Kalau saat itu jawaban tidak apa apa saya terdengar mengambang, saat ini saya cuman mau bilang dengan lebih pasti tidak apa- apa dan saya juga mau berterima kasih kepada #JagoNyaAyam a.k.a KFC terima kasih telah memberikan suatu ruang suatu kesempatan untuk karya Band favorite saya TheOvertunes untuk dapat dijangkau oleh kami para tunist, untuk bisa diketahui oleh lebih banyak orang ( ps: semoga struck pembayarannya CD di seluruh Indonesia sudah atas nama TheOvertunes ya 😘) 4. Sayap Pelindungmu, untuk lagu ini rasanya tidak perlu dibahas lebih detail kalau ada yang iseng bisa liat review EP saya di blog ini heheehe. Tapi jangan pernah ragukan kekuatan #SayapPelindungmu lagu ini punya pencapaian yang luar biasa di hati banyak orang diluar kita sebagai tunist. 5. Dunia Bersamamu, untuk lagu ini saya sepaham dengan teman saya @salsabila_R06 secara lirik lagu ini masih dibawah Sayap pelindungmu, tapi untuk musiknya DB lebih unggul dalam segi modernitas. DB lebih fresh lebih anak muda, lebih kekinian ☺. Ada sebagaian yang bilang DB berasa ed sheeran, tapi bukankah setiap orang punya Idola yang mengilhami begitu juga dengan para musisi. Kalau TOV sendiri bilang DB adalah single yang nanggung banget karena seperti ditengah- tengah antara EP dan album, saya sendiri sebenarnya beranggapan DB bukanlah cerminan musik TOV, DB adalah suatu kreativitas dalam bentuk TOV yang lain dan itu tidak ada salahnya. Menariknya justru DB bisa berasa Sebagai musiknya TOV ketika dibawakan secara akustik disuatu portal tabloid. 6. Ku Ingin kau tau; saya suka lagu ini justru dibagian reff nya :) “Ooooo senyummu seperti pelangi yang indahkan hari……” liriknya dan beat musiknya sangat pas saja terasa ditelinga saya. Walau pun di lagu ini bunyi drum jauh lebih menonjol daripada gitarnya. Bolehkan saya penasaran bagaimana seandainya lagu ini dibawakan versi akustik apakah lebih bagus atau tidak. 7. Mungkin; ini adalah lagu adaptasi terfavorite versi saya. Kenapa? Aransemen ini lah yang saya rindukan dari musik TOV, saya seperti dibawa kepada kenangan soundcloud mereka. Di lagu #Mungkin ini alunan gitar mendominasi.. Dan jejak-jejak folk dan bluegrass terasa disini. Saking sukanya saya sama lagu ini, saya sampai secara khusus mencari tahu the man behind #mungkin yaitu Sebastian Axel Fredrik Thott yang ternyata baru berusia 33 tahun dan pernah bekerjasama dengan westlife dan celine dion. 8. Jatuh dari Surga (ost. Miracle) : musik yang megah, itu spontan terlintas dikepala saya saat pertama kali mendengar lagu JDS. Saya terlalu tidak mungkin mengabaikan sosok seorang mikha angelo brahmantyo saat dia memaikan jemarinya di tuts piano. Dan ichwan persada sebagai sang “pemilik” film miracle punya insting yang kuat bahwa TheOvertunes lah yang mampu memberikan warna pada film ini lewat sentuhan musik yang megah dan lirik yang menyentuh. 9. Alien; kalau ada satu permintaan saya yang boleh dikabulkan, saya benar2 ingin lagu ini dibuatkan Music Video yang “rasa” international. Alien hadir dengan lirik yang unik lucu tapi sebenarnya romantis tanpa terdengar seperti roman picisan. Untuk pilihan reuben sang gitaris mengisi suara dibait-bait pertama lirik lagu ini cukup membuat kejutan. Bait pertama itu punya peran penting untuk membangun kesan pada orang yang mendengarkan suatu lagu. Saya tidak pernah meragukan kemahiran reuben untuk memetik dawai gitarnya. Tapi untuk bernyanyi?? Awalnya saya sempat punya kekhawatiran apa mungkin?? Apakah Suara Reuben yang lebih berat dari kedua personil lainnya tepat diletakan dibait depan lagu Alien? Saya menyukai sekali harmonisasi yang terjadi saat suara berat reuben menjadi “pelapis” suara mikha yang halus dan lembut. Tapi utk bernyanyi secara solo pada bait-bait awal sebuah lagu, saya jujur sempat merasa khawatir. Dan kekhawatiran saya sirna saat lagu Alien saya dengarkan secara utuh. Penempatan suara reuben di bait-bait awal lagu alien justru membuat warna baru di lagu TOV, dan suara beratnya justru membuat lagu itu punya rasa yang berbeda. Punya keunikan sendiri dan sangat pas dengan musik diawal-awal lagu Alien. Terima kasih untuk kamu reuben nathaniel yang mau terus mengembangkan diri, mau mencoba hal lain selain bermain gitar, dan yang saya acungkan jempol kemauan dan kegigihanmu untuk mau belajar vokal 😊. Tahun lalu saya dapat kesempatan ngobrol dengan reuben soal dia bernyanyi. Dan dia sempat bilang banyak tunist yang memintanya bernyanyi tapi dia mau mempersiapkan dirinya dulu dengan latihan vokal yang benar. Dan kamu benar ben, persiapan dan latihan lah yang akan membuat kita jadi lebih baik. 10. Melayang; ini satu-satunya lagu yang masih harus saya dengar lebih sering dan lebih saya resapi. Terutama lirik pada bait pertengahan “Bersandarlah kepadaku.. Ku tak kan pernah merasa hampa… Mungkin ku tahu mengapa…..karena ku tak bersamamu”… Ini kalau saya yang ngartikan si penyanyi tidak merasa hampa karena sang wanita tidak disisinya, berarti kalau sang wanita ada didekatnya dia malah merasa hampa???. Kemudian pemilihan kalimat “Bersandarlah kepadaku” berasa tidak asing ya :), karena mirip liriknya Dunia bersamamu “pegang tanganku BERSANDAR KEPADAKU” mungkin yang salah adalah kemampuan otak saya menangkap syair lagu ini.. Jadi izinkan saya untuk lebih ber"teman" dengan #Melayang 11. Selamanya; judul lagu ini lah yang diambil TOV untuk menjadi Judul Album Perdananya. Artinya lagu #Selamanya haruslah punya sesuatu yang membedakan dengan lagu-lagu lain di album ini. Ada irama-irama folk yang membayangin lagu ini, dan liriknya seperti “Curhatan” TOV tentang perjuangan musik mereka dan pada akhirnya perjuangan itu dapat mereka “tuntaskan” dan sebuah janji untuk selalu berkarya lebih baik lagi dan tentunya berkarya Selamanya. Ada yang perhatikan ngga kalau di bagian “ one, two, three, four ada aransemen yang sedikit mirip dengan aransemen saat TOV menyanyikan Sky full of stars :) ?? Sedikit saja dan sepintas saja. Seperti salah satu band terkenal di Indonesia yang salah satu lagu terbaiknya juga mempunya sedikit unsur kemiripan dengan lagu irish nya goo goo dolls di nada-nada awal lagu tersebut. Tapi tetap sah-sah saja karena tidak ada lagu yang murni not nya sama sekali berbeda di dunia ini. 12. CINTA ; kenapa saya kapslok judul nya karena lagu ini membuat saya terkaget-kaget.. Liriknya adalah sisi lain seorang mikha angelo, sisi romantis seorang mikha 😘. Seorang mikha yang tingkahnya kadang absurd kadang awkward ternyata bisa romantis juga hahahahaa. Terinsiprasi siapa?? atau pengalaman pribadi?? Ahh tak perlu dijawab pertanyaan saya. Pertanyaan tipikal orang Indonesia yang mau tau aja urusan orang lain 😁. Cinta ini punya 2 kekuatan yang saling melengkapi syair yang romantis dan detingan piano yang membuatnya tambah romantis. Lagu ini bahkan bisa punya peluang untuk banyak penyanyi lain mau membelinya untuk dinyanyikan kembali lagi dalam versi mereka masing-masing. 13. If it’s for you; lagu ini yang membuat saya histeris saat tau masuk kedalam album perdana #Selamanya. Lagu ini liriknya terbaik di album ini. Saya tidak tau pasti kapan lagu ini ciptakan oleh mikha, yang saya tau lagu ini di upload ke soundcloud nya TheOvertunes pada 29 januari 2013. Bagaimana bisa saya tidak terkagum-kagum sebuah lagu dengan lirik yang sangat bagus, punya makna yang luar biasa dan dibalut musik yang jenius bisa tercipta pada saat mikha berusia sekitar 14-15 tahun. Mungkin tulisan ini tidak lah cocok disebut review album karena isinya lebih ke curcol saya secara pribadi 😁😁😁. Kesimpulan terakhir ditulisan ini adalah bahwa album #Selamanya menawarkan ke aneka ragaman, kebinekaan musik dan lagu. #Selamanya hadir sebagai jalan pengenalan TheOvertunes tentang karya mereka kepada masyarat luas. Bolehkah saya menyebut album ini dengan istilah “I’m happy, you are Happy” ada perpaduan Idealisme bermusik yang bersanding dengan “komersialitas” dimana keduanya tidak saling menyakiti tapi saling melengkapi. Selamat datang #Selamanya selamat berjuang di Industri musik Indonesia. Selamat atas album perdana kalian TheOvertunes. Sebagaimana janji kalian maka terus lah berkarya Selamanya. masih panjang perjalanan kalian di dunia musik dan masih ditunggu karya kalian yang lebih “gelap” lagi. Terima kasih






