STRIVE FOR PROGRESS NOT PERFECTION
i realize, aku sedang stuck. aku butuh cara pandang lain, mungkin aku butuh ketemu orang? bukan sekedar ketemu orang, aku butuh ketemu orang dengan jenis dan fokus yang lain, aku butuh ketemu orang, dengan dunianya yang belum pernah ku kenal, aku membutuhkan cerita mereka, supaya aku bisa inget aku lagi dimana, atau aku harus kemana, atau aku harus ngapain.
mungkin, itu juga tadi yang bikin aku pengen ketemu taqi, pengen ngeliatin dia lagi apa, kangen kerja bareng, kangen ngeliatin dia yang lagi sibuk, kangen ngeliatin dia lagi bikin apa, kangen ngobrol bareng, aku perlu perspektif lain dari apa yang lagi aku kerjain, dari orang lain yang memiliki fokus kerjaan/kegiatan yang sama sekali berbeda dengan apa yang sedang ku kerjain, semakin aku bertanya ke orang yang sama, semakin aku kabur sama penjelasan yang mereka kasih,
sampai akhirnya aku ngeliat kerjaan rekan kantor yang memang menetap di situ, kerjaan yang tidak sulit, namun sangat menjemukan, tidak membawa kemana-mana selain mendapatkan uang yang seharusnya mereka dapatkan tanpa harus dikuatkan dengan dokumen-dokumen seperti itu,
aku perlu untuk berfikir tidak liniear - tugasku sekarang membutuhkan informasi dan data dari berbagai dimensi dan perspektif, namun cara kerja di kantor ini, tidak mengkondusifkan hal tersebut terjadi.
semua dituntut serba cepat, dengan syarat-syarat penulisan dan informasi yang ketat, tapi dengan instruksi yang padat tapi sekilat. orang jadi tidak memiliki waktu untuk duduk memahami, karena informasi dan kegiatan silih berganti, meski obrolannya hanya berkutat di itu-itu saja,
kalau dipikir-pikir, aneh juga, kenapa bisa begitu.
mungkin karena mereka dituntut serba cepat juga (?)
tiba-tiba aku ingat, Tuhan itu maha adil,
aku ingat tahun lalu pasca lebaran, aku mengeluh, gimana setelah libur lebaran aku masih tidak ada kerjaan juga, menganggur berbulan-bulan lamanya, bekerja ini itu tapi tidak jelas tujuannya buat apa,
sekarang, belum lepas lebaran, kerjaan sudah numpuk ga karuan, bahkan libur lebaran pun tak begitu ku nikmati, karena khawatir berlebihan sama kerjaan yang ada di depan, hmm
ah, ingatkan aku menikmati yang ada, mengerjakan apa yang aku bisa, yang penting:
strive for progress, not perfection.