Siang di akhir pekan, bermalas-malasan di tempat tidur sudah menjadi rutinitasku kurasa. Menatap layar ponsel, sambil terus menerus merefresh timeline di IG berharap dia memposting sesuatu di snapgramnya. Setelah lelah menunggu, tiba-tiba dewi fortuna berpihak kepadaku, dia yg kucintai akhirnya datang juga. karena tidak ingin membuang-buang waktu dengan sigap aku langsung mengiriminya pesan di BBM "Nonton yuk, XXI mulai sepi sepertinya". Candaan yg selalu aku tujukan jika ingin mengajaknya pergi di akhir pekan. Betapa kagetnya diriku ketika ia menjawab "YUK" atas pertanyaanku. Bukannya bodoh atau murahan, kalian tak akan mengerti rasanya mencintai seseorang yang sudah kalian kagumi sedari kecil. "Sehabis maghrib yah" katanya, sesegera mungkin aku merapihkan diri. Berdandan bak ratu sejagat semalam demi berjumpa dengan dirinya. Malampun tiba, Adzan maghrib bergema namun dirinya tak kunjung datang, wajah ceria sang ratu berubah menjadi kerut tak terhindar. "Jam 8 nanti aku jemput". Sebuah pesan yang sedikit menenangkan, namun nasib buruk tiba, sudah jam 8!, dirinya tak kunjung tiba!, lelucon macam apa ini!. "Next time aja ka, sudah malam." segala kesedihan dan kekesalan tak bisa terbendung, hingga timbulah air mata di pipi. Pakaian indah yg ku pakai sudah jelas aku tanggalkan, sesegera mungkinku ganti dengan pakaian tidur yg nyaman. "sudah bete yah? maaf, aku otw ke rumahmu sekarang". Entah harus bagaimana aku ini, sedih kah atau senang?. "Dek, ada temanmu tuh", saudara laki-lakiku yang biasanya tak pernah berbicara padaku tiba-tiba dengan gembiranya memanggilku dengan nada seperti itu, aku sangat berharap hal yang banyak muncul di FTV terjadi padaku. Dengan plot cerita disaat wanitanya kesal tiba-tiba sang pujaan hati datang. Namun percayalah hidup ini tak sebercanda FTV, itu semua sangat jarang terjadi, bukan sang pujaan yang datang malah sang pengacau yang datang. Dia adalah wanita tercantik saat aku duduk disekolah dasar, kedatangannya hanya ingin memberitahuku bahwa angkatanku ingin membuat acara reuni akbar, Damn b*tch!. Maafkan aku telah menyebutmu pengacau temanku, karena saat itu hanya kehadirannya yang aku nantikan. Saat temanku pulang, telepon berdering, bertuliskan namanya. "sudah didepan jalan rumahmu, tapi lupa rumahnya yg mana, send location dong". Lokasi rumahku segera ku kirim kepadanya. Sembari dia tiba aku bergegas mengganti pakaianku. Sudah pukul 8.45pm kala itu, rasa bangga akan pergi dengannya tiba-tiba muncul sedikit. "Dek! itu ada temennya", kali ini benar-benar sang pujaan hati yang tiba. Kehadirannya tak juga menyebabkan kerut di wajah memudar. Dengan wajah yang masih cemberut aku segera naik ke atas motornya. Dia tak berucap apapun, mungkin dia menyadari kesalahannya. Namun saat lampu hijau itu berubah menjadi merah, dia menegurku "Yah jangan cemberut dong, maaf maaf tadi ada sedikit masalah makanya datengnya terlambat" atas ucapannya itu aku terdiam, 'kalau saja dia mau, dia tidak akan berada disini bersamaku' ucapku dalam hati. Dengan segera ku ubah wajah cemberutku menjadi senyuman yang indah. "Pasti kamu berpikir kita tidak jadi pergi malam ini kan? tenang saja, aku sudah janji padamu, pasti akan aku tepati, karena kata ayahku lelaki yang baik adalah lelaki yang menepati janjinya", dan tanpa sadar aku sudah memeluk erat dirinya, dibarengi dengan senyum lebar di wajahnya.