Lima Tahap Kehidupan Pernikahan
🎀 Menikah dan hidup berumah tangga adalah salah satu disiplin ilmu tersendiri yang dikaji secara luas dan mendalam. Dawn J. lipthrott seorang psikoterapis dan marriage and relationship educator and coach menyatakan ada lima tahap perkembangan dalam kehidupan pernikahan. Namun perubahan dari satu tahap ke tahap berikutnya tidak memiliki batas waktu yang pasti. Dengan memahami adanya tahapan hidup berumah tangga ini, akan membantu suami-istri melakukan evaluasi bersama dan mengusahakan hal terbaik agar dapat melewati berbagai tahapan dengan sebaik-baiknya.
💜 Tahap Pertama: Romantic Love 👞 Tahapan ini terjadi di masa awal pernikahan yang banyak disebut dengan bulan madu. Suami-istri merasakan cinta yang besar, ikatan yang sangat kuat, akan selalu bersama dan tidak ada yang dapat memisahkan. Suami-istri selalu ingin melakukan kegiatan bersama seperti makan bersama, olah raga bersama, membersihkan rumah bersama, jalan-jalan, dll. Istilah “mawwadah” tepat untuk menggambarkan tahapan ini.
💜 Tahapan Kedua: Dissapointment or Distress 👞 Jika romantic love membuat suami-istri merasa berada di atas awan yang indah, tahapan kedua ini membuat suami-istri turun ke bumi. Mulai melihat realitas dan cela pada pasangan. Pada tahap ini, suami-istri mulai saling menyalahkan, marah dan kecewa pada pasangan, berusaha menang dan lebih benar dari pasangan. Keadaan ini membuat suami-istri mengalihkan stress kepada hal lain seperti pekerjaan, anak, hobi, atau curhat kepada orang lain. Jika tidak dikelola dengan baik, tahapan ini dapat memberikan dampak negatif yang besar bagi pasangan suami-istri bahkan berujung dengan perpisahan.
💜 Tahap Ketiga: Knowladge and Awareness 👞 Dalam tahap ini, muncul kesadaran diri pada suami-istri untuk memiliki kehidupan berumah tangga yang baik. Suami-istri yang sampai pada tahap ini akan lebih memahami posisinya dan pasangan, lalu sibuk mencari informasi tentang bagaimana kebahagiaan pernikahanan dapat tercapai dengan membaca artikel, diskusi, mengikuti seminar, konsultasi pernikahan, dll.
💜 Tahap Keempat: Transformation 👞 Suami-istri dalam tahap ini akan berusaha melakukan perbuatan yang mampu membahagiakan pasangan. Dalam tahapan ini, sudah berkembang pemahaman yang penyeluruh antara satu dengan yang lain dalam menyikapi masalah dan menyelesaikan konflik. 💜 Tahap Kelima: Real Love 👞 Tahapan ini bercorak kesejiwaan suami dan istri. Pada tahapan ini, suami-istri akan kembali dipenuhi keceriaan, kemesraan, kebahagiaan dan kebersamaan. Suami-istri akan semakin menghayati cinta pada pasangannya. Inilah cinta yang dewasa. Istilah “rahmah” tepat untuk menggambarkan tahapan ini. 👞 Tahapan real love sangat mungkin terwujud jika suami-istri bersama-sama mengusahakannya.
🎀 Lalu, bagaimana cara melalui semua tahapan itu? 💥 Sabar dalam Melewati Setiap Tahapan. 👞 Pasangan yang bahagia bukanlah pasangan yang tidak pernah mengalami konflik. Mereka adalah manusia yang mempunyai kekurangan dan keterbatasan, namun mereka bersabar atas setiap konflik yang terjadi. 💥 Cepat Melakukan Adaptasi 👞 Semua orang memerlukan adaptasi saat menjumpai hal-hal yang baru, termasuk dalam pernikahan. Bahkan ketika pasangan suami-istri sudah lama saling mengenal, tetap saja diperlukan adaptasi diantara keduanya. Jika suami-istri cepat beradaptasi, akan mempercepat pula munculnya keharmonisan dan kelanggengan dalam rumah tangga. Namun jika kedua belah pihak atau salah satu pihak enggan beradaptasi, cenderung mempertahankan kemauan tanpa mau berusaha untuk menyesuaikan dengan harapan masing-masing, akan memperlambat pasangan tersebut untuk mencapai titik kebahagiaan dalam pernikahan.
Sekian materi hari ini, semoga bermanfaat. 😊 (rm)
📗 Sumber: Buku Wonderful Couple (Cahyadi Takariyawan)
📝SUPERMOM’S NOTES📝 #marriedbydesign Edisi 22 Oktober 2015
🔹Follow us🔹 🍀 Twitter: @supermom_w 🍀 Tumblr: supermomwannabee.tumblr.com 🍀 Fanpage FB: Supermom Wannabe 🍀 Instagram: @supermom_w



















