Kecewa.
Sade Olutola
Stranger Things

Product Placement
taylor price
Lint Roller? I Barely Know Her
Cosimo Galluzzi
Show & Tell
The Stonewall Inn
No title available

ellievsbear
YOU ARE THE REASON
Cosmic Funnies
official daine visual archive

tannertan36
ojovivo
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
🩵 avery cochrane 🩵

pixel skylines

izzy's playlists!
Misplaced Lens Cap

seen from United Kingdom

seen from Brazil

seen from Singapore
seen from United Kingdom

seen from Russia
seen from Brazil

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States

seen from France
seen from Guernsey
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States

seen from Brazil
@abunchofword
Kecewa.
Lelah bgt. Byk bgt yg pengen disuariin from the deepest heart. Tpi ga bisaaa. Ga tau sma siapaa.
Pusing sendiri. Gaje.
Lelah rasanya ga bisa jujur sm diri sendiri.
Capek bgt oiii.
Samapai dengerin lagu BTS yg dance2 gitu gw nangis coba. -_-
Capek. Capek. Capek. Bangettttttttt.
Welcome semester 3!
Stase pertama di tahun ke-2 kehidupan sbg ppds ipd.
PULMONOLOGI.
Semangaat. Semoga sehat2 terus. Dapat banyak ilmu dan pengalaman.
Hi future. Lihatlah betapa kerasnya dunia kedokteran menempamu. Semangatlah dan jangan menyerah. H min 2 ujian naik tingkat #semester3 #ppdsinterna
Oh jd begini rasanya..
Hangat, bahagia, bangga dan perih sekaligus.
Memperhatikan perasaan orang lain, berbuat baik diam2, menayakan kabar orang lain, memaafkan yg lain, bersopan santun dengan yg lain, tersenyum menyelamati perayaan orang lain, disaat duniamu sedang runtuh-runtuhnya.
Disaat bernafas pun rasanya perih. Karena akan selalu terasa salah.
Disaat org terdekatmu menyumpahimu atas prasangka dan asumsi buruknya atas dirimu.
Disaat pembenaran tak berhak disuarakan. Diam memendam. Saat kata tak sanggup lagi terucap, kelelahan menghadapi hati yang berperang dengan logika dan kebenaran.
Ven, nobody's perfect, termasuk dirimu sendiri. This life was cruel, but God is always good.
Terus berjalan, terus berjuang, terus menyembuhkan, terus melakukan kebaikan (diam2).
Walau terlihat cangkangku kasar, anti sosial, gak sopan. Percayalah, itu hanya cangkang dr asumsi orang saja.
Sedetikpun tidak ada niat jahat, buruk, tdk beretika.
Aku suka kata-kata ini:
"belajarlah menolong. kalau itu terlalu sulit, belajarlah memahami. kalau itu terlalu sulit, belajarlah mendengarkan. kalau itu juga terlalu sulit, belajarlah tak mengatakan apa-apa."
Karena aku tau rasanya tersaikit karena kata-kata orang lain, bahkan orang terdekat. Aku akan belajar menjadi seperti ini:
"pastikan kamu selalu berkata baik kepada orang-orang terdekatmu: orang tuamu, pasanganmu, saudaramu, sahabatmu, anak-anakmu. pastikan bahwa kebaikan kata-kata itu ada tidak hanya ketika disampaikan, tetapi juga ketika diterima."
Minta.
Allah akan bagi.
Cari.
Allah akan jumpakan.
Sunguh-sungguh buat.
Berlemah lembut meminta.
Mengaku tak ada daya upaya.
Allah takkan menghampakan.
3 orang.
3 cara.
3 jawapan.
1 kesimpulan.
Maafkan. Maafkan. Maafkan.
Berlapang dada.
Sayang diri sendiri.
Bina empati.
Semoga terbuka pintu-pintu bahagia.
😔
Kalau mampu saya tulis.
Kalau tak mampu saya doakan semoga semua dapat jumpa hikmah² ujian dalam hidup. ❤️❤️❤️
Menilai Jalan Orang Lain yang Agak Memutar
Hidup ini, tidak selamanya tentang salah dan benar. Kalau kita berhasil melewati suatu masalah, bukan berarti orang-orang yang tak berhasil melewatinya adalah orang-orang yang salah. Bisa jadi, mereka memang sedang dilatih ketahanan dan ditempa untuk menjadi pribadi yang mereka butuhkan kelak di kemudian hari.
Kalau kita berhasil melewati fase kuliah dengan tepat waktu, baik, dan langsung mendapatkan peluang untuk masuk fase berikutnya. Bukan berarti, orang-orang yang butuh waktu lebih lama lulusnya, kuliah yang sulit untuk dimengerti, dan tidak mudahnya untuk masuk fase bekerja dsb. Bukan berarti mereka adalah orang-orang yang gagal dan kita adalah orang berhasil. Tidak juga ada satu alasan pun untuk kita merasa bahwa diri kita ini telah menjadi orang yang benar dan memaksa orang lain untuk menempuh jalan yang sama dengan kita.
Apa sulitnya menyebut dan mengakui bahwa kita adalah orang yang tumbuh dengan privilage.
Kemarin, kita mungkin akan bercerita tentang betapa kerasnya hidup kita, asal kita yang dari desa yang jauh, segala hal yang rasanya sangat heroik. Tapi coba akui bahwa kita dikelilingi oleh privilage, entah orang tua yang mendukung kita untuk berpendidikan tinggi, kesempatan untuk berorganisasi tidak hanya di kampus tapi juga di luar, kesempatan untuk mendapatkan beasiswa pengembangan diri, lingkaran pertamanan yang tidak toxic, dan sebagainya.
Hari ini, sampai kita berumah tangga pun. Kemudian mendapatkan pasangan yang bisa diajak melangkah dengan leluasa, kita bisa fokus mengembangkan karir, pasangan kita juga punya ruang aktualisasi. Semuanya adalah privilage.
Kalau ada orang lain bertanya, “Kok kamu bisa sih produktif banget gitu meski udah menikah.”
Ya karena pasangan itu mendukung kita untuk produktif. Dan dukungan itu, adalah privilage yang kita miliki. Sesuatu yang mungkin tidak ada di keluarga lainnya.
Lantas, apakah kalau keluarga lainnya tidak produktif (dalam standar kita), kita bisa menuduh mereka telah salah jalan, salah ini itu, pokoknya salah. Jangan-jangan, hati kitalah yang keras. Kita telah kehilangan satu sifat bijaksana, bernama empati. ©kurniawangunadi
It's okay. Nobody's perfect.
“it’s okay to be a forgiving person. just remember the difference between saying, “it’s okay,” and “i forgive you.” because one means it’s okay to hurt me again, while the other means it’s not okay, but i’m okay.”
— Letters From Alex | Instagram (via shareaquote)
entah kenapa, ini lagu diputer berulang-ulang sambil nontonin video clipnya bikin mewek sampai gemeter.
walau gak tau apa artinya. intinya bisa merasakan ‘perih’ nya lagunya, tiap penggalan nyanyian mbak Wheein juga bikin ikut merasakan ‘sesaknya’.
aku penggemar berat drama ini.
selain karena it was relateable banget krn aku dokter, dan sedang memasuki dunia dewasa yg cruel, serta masih saja galau karena cinta. klasik ya. muak gak lu? hha
mulai dari kisah mbak Gyoul yang super rajin diem-deme naksir atasannya mas Ahn malaikat tak bersayap. Diem-diem aku iri banget sama mbak Gyoul, karena keberaniannya menyatakan perasaan duluan (selain karena kepribadiannya yang baik) dia berhasil tak bertepuk sebelah tangan. Beda banget sama aku yang selalu bertepuk sebelah tangan. Dulu kalau suka sama seseorang, orangnya gak pernah suka balik sama aku. huft ya maklum, itik buruk rupa. Trs nonton si Gyoul sama mas Ahn, mikir.. kalau dulu aku seberani Gyoul untuk menyatakan perasaan, apa aku juga akan berakhir tak berteouk sebelah tangan sama seperti mbak Gyoul? entahlah, itu sekarang hanya seandainya. tak mungkin menjadi kenyataan karena takdir yang terlampau jauh berbeda.
mbak Gyoul yang diam-diam memperhatikan dari jauh, duuh kaya aku banget dulu pas naksir sama seseorang pas sekolah. mbak Gyoul yang berharap mas Ahn mengkhawatirkannya saat dia sakit, duh kaya aku banget pokoke. berharap dia peka dalam diam. dan patah diam-diam saat tau harapannya tak sesuai kenyataan.
terus kisah mas Ikjun dan mbak Song Hwa. ini juga tentang kisah cinta terpendam. inget banget sama kata-kata mas ikjun pas pertama kali nyatain perasaannya setelah belasan tahun, “aku akan mengatakannya sekarang, sebelum aku menyesal tak pernah akan bisa mengatakannya, seperti belasan tahun lalu saat kita sekolah”. nyessssss, w kalau jadi Song Hwa udah meleleh tak berbentuk denger begituan. tapi dasarnya mbak song hwa sangat setrong dan mempunyai mekanisme defensif yang “expressionless” ya udah chill aja.
di VC ini juga ada adegan yang aku banget. Saat Song Hwa mau ngambil hasil PA tumor payudaranya, di dalam mobil dia cemas, dan berusaha menunjukkan tampilan baik-baik saja dengan lipsticknya. Tangannya gemeter pas mau pakai lipstick. aku oernah seperti itu, saat mau periksa swab di RS, di mobil berusaha pakai lipstick sambil gemeter agar terlihat segar dan tidak pucat ketakutan. literally gemeter, ya gitu lah ya wanita dengan segala mekanisme defensifnya agar melawan stigma wanita itu ‘lemah’. you’re wrong dude! hha
oh ya sama mas Ahn Chi Hong yang naksir Song Hwa, duh mungkin dia tuh versi laki-lakinya aku kali ya kalau masalah cinta-cinta gitu. udah sakit dengan masa lalunya, berjuang sendirian untuk mencapai cita-citanya, terus ketemu penyemangat eeh malah digantungin, tapi hebatnya masnya tetap tulus banget bertahan walau gak jelas. hehehehe
intinya harus nonton season 2 tahun depan. insyaAllah. semangat kapalku, semoga kalian semua berlabuh di dermaga yang indah.
love, dr.Venna.
Tak akan ada yang sekuat kamu menjalani apa yang sedang kamu hadapi. Kamu orang yang dipilih, maka kamu akan Dia kuatkan.
Kamu harus percaya diri, Tuhan percaya kamu.
Bukankah begitu?
untukmu yang sedang menunggu ditanya kabar atau sekadar sebaris ucapan.
“apa kabar? selamat lebaran. sehat-sehat ya. semoga Allaah izinkan kita kelak bertemu dan bertukar ceritaㅡlagi”
Akan ada masa dimana kita menyadari, bahwa mampu berdiskusi dengan orangtua, pasangan, anak dan keluarga, adalah sebuah kemewahan yang tidak ternilai harganya.
- Choqi Isyraqi
Jujur.
Aku seneng banget kalau lihat foto ini.
Bukan narsis ya.
Tapi aku kaya, bahagiaaaaaa bgt di foto itu.
Senyumku, terlihat natural dan lepas.
Udah lama rasanya. Gak melihat diri sendiri tersenyum lebar seperti di foto. Kangen. Kangen bahagia. Bosen nangis terus.
Adults world was so cruel. My life is a messed.
Btw, this picture was really candid. Bukan ala ala candid. Hhi.
at the end of the day it’s you. it’s you who has to make sure that you’re okay. it’s you who has to hold yourself. it’s you who has to decided to keep going. sure making some tea will make you feel okay but you really do have to make sure you’re okay. you have to keep holding on and keep trying, it’s hard out here, I know that. it’s you and you can do it. you can do whatever you want to do because you are strong and you’ve made it so far