Ada kupu kan ada tamu, ada sipu kan ada kamu.
d e v o n
Misplaced Lens Cap

blake kathryn

★
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

Discoholic 🪩

No title available
TVSTRANGERTHINGS

Kiana Khansmith
𓃗
almost home

JVL
Not today Justin
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
sheepfilms
One Nice Bug Per Day

tannertan36
he wasn't even looking at me and he found me

bliss lane

pixel skylines
seen from United States
seen from Australia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Maldives
seen from Brazil
seen from Serbia

seen from Malaysia

seen from Jamaica
seen from Bangladesh

seen from Türkiye
seen from Netherlands

seen from Germany

seen from Türkiye

seen from Germany
seen from United States
@acanrafsanyuono
Ada kupu kan ada tamu, ada sipu kan ada kamu.
Jika aku bertemu dengannya
Dia menoleh rendah dengan pupil yang terjaga
Jika satu bulan tak bertemu
Dia menyimbahkan air mata diatas pipi kenyalnya
Sementara aku berbait-bait
Dia cukup hidup dan bernafas
Sementara majas-majasku tak bekerja
Kepergiannya tak berarti apa-apa
Karena hasrat adalah angin yang terhembus ke seluruh penjuru
Kata-kata ini tak akan tersusun
Dari paras yang terpantul di embun
Jika bukan karena kita pernah bersenggama
Pukul aku dengan sedihmu
Dukung aku dengan senangmu
Dia lebih kuat dari yang kuduga
Dugaanku atas diriku
Biadab
Termangu
Nirwana yang digadang banyak orang akan tiba
Aku tak perlu menuai apa-apa terlagi mencoba
Menelisik kisah lalu aku masih termangu
Mengingat kecupmu aku merindu
Seringaiku malam ini cukup menghibur
Aku memainkan peran yang cukup terukur
Bahwa katak yang biasa menggoda mulai menjaga kata
Adapun yang tersisa darimu hanyalah rona
Yang sanggup menjaga
Dan sanggup menanda
Diantara debu dan kerikil
Aku memilih kerikil
Meresap kedalam qalbu
Kuingin dia tampil
Runtuhan hijau di menteng sore hari
Memanah pukau kupunya sanubari
Terengah-engah semangat kita
Mengurung benci dan rahasia
Menutup mata dan berpesta ria
Di setiap dekap yang kita ungkap
Kejujuran adalah hal yang tertinggal di belakang
Tak ku harus menekan waktu
Kita ada disitu
Di embun yang hinggap di setiap harap
Menarikan tarian hujan
Karena setitik nafsu takkan cukup untuk kita bercumbu
Segumpal nafsu akan kita ungkap
Dengan terbata
Kita bekata
Cinta...
Senandung Hela
Aku pernah menceburkan diriku pada eksitasi perjalanan
Mengerutkan dahi dan menyeringai sepanjang malam
Tidak mencari jawaban ataupun imbalan
Kita hanya tau, segala aksi segera bereaksi
Menyetujui dan menghujat apapun yang kita dapat, kita rasa, dan kita telan
Di tengah perjalanan itu Kita termenung
Memastikan kelaikan kita di atas sepeda
Mengkhayalkan tawa kita di gelar matras
Menepiskan ketakutan di setiap tarikan gas
Dijalan menuju tujuan aku diambang kepastian
Khawatir dan tertekan
Melepaskan segala fantasi yang tertahan dan tak termuntahkan
Semua tidak berjalan lama
Aku memaksa sebagian ketentuan untuk tunduk pada keinginan
Saat duduk di ruang tamu aku pernah memuji hujan lebih dari apapun
Perjalanan itu merestuinya
Aku mencumbui alam serta hujan lebih intim dari kapanpun
Tidak menghujat dan tidak mencaci
Semua tersurat dan sampai kehati
Setibanya di pekarangan rumah kita masih berseteru
Membenarkan ini dan itu, menyalahkan dia dan aku.
Tak apa
Itu seru.
#kelambu
Bola bola ini mulai memberi isyarat
Menukikan kanopinya
Memberi gumam halus dari angin
Menggoda manja
Seketikanya
Kupalingkan punggung ini
Meneduhkan silau bulan saat redup
Geometri bayangnya terasa alum
Lebih darinya,
Genangan rindu di sungai wungu
Menebar kembali cinta
Memberi dogma dimana mana
Bahwa kamu
Iya tentunya
Yo'i
Kusangka dia tyrannosaurus tak ayal dia menggigitku
mengunyah malamku memuntahkan mimpiku
dia injak jantung yang masih berdegub tersangkut di kukunya saputangan sutra dari negri china
keringat ini tak menutupi kegugupan yang kita rasa
matanya
matanya menembakan laser merah menguak sandi dibalik gembok emas yang terkalung di lehernya.
dia semacam berandalan tanpa sepeda motor dia hidup kotor di debu debu halus runtuhan angan
dia adalah
dia adalah apa yang dia mau.
AC/AN
Hela itu tak kunjung tiba di ujung rongga Itulah alasan di purnama ini aku terjaga
Menitik setiap getar yang samar Menghapus ingatan yang tercemar
Sementara ketukan air di ria pesta tak dapat terbendung oleh sunyi Saat itulah ayam cemani akan melongok situasi dan bernyanyi
Sempurna adalah kata yang tepat untuk menuai segala pendapat
Kamu terlihat sangat geram mengumpat setiap suratan yang terpadukan Sudut pandang mereka tercipta oleh pandangan yang menyudutkan
Tak usah habis pikir Apa yang kau pilih telah terukir
Kamu tak perlu mengerutkan wajah untuk menegurku Genggam tanganku dan remaslah Kamu tak perlu menorehkan tinta untuk mengingatkanku Bersandarlah dan bisikkan padaku Kamu tak perlu meneteskan air mata untuk penyesalanmu Berdiamdirilah, biar ku peluk Sebab seperti apapun lagumu Seminimal mungkin kan ku hentakkan telapak kakiku Segala gerak-gerikmu adalah nada bagi loyalitasku
Engah nafasnya membawa hangat Kasih sayang yang tak terkira penyejuk penat Menggelontorkan haknya untuk kita Mengiris pergelangan tangannya demi cinta Kita tak lagi ingat dimana secuil rasa mampu dijamah Ditutupi banyak keraguan yang merekah Di"iming-iming"i kenyamanan palsu disela tawamu Jangan takut jika pilu menghadang rasa sukamu Kenyataan hanya ada karena mereka berkata Sisanya hanya kemampuan kita yang merubah mimpi menjadi apa saja selain nyata Dan mendorong indra untuk peka terhadap rasa
Sepoi senyumnya mengungkap cahaya Angin dan daun menari seraya Dingin tatapannya menguak candu Gemuruh dan rintik bernyanyi padu Telapak tangannya bergetar halus Kerikil dan aspal tertata mulus Denting obrolannya menabuh sentak Sandar punggung menampung detak Jika besok akan mendung lagi Kan ku tampias hati di embun pagi
Dijamu dalam lelah alas memeluk
Dilalu dengan resah tubuh meringkuk
Dirasa itu indah Tak ada kata
‘tuk mengutuk
Mereka adalah yang terbaik mampu melepaskan fantasi-fantasi
mereka adalah yang terberkati mampu mewujudkan salahsatunya
lebih dari impian mereka adalah kenyataan.
Dengan sedikit syahdu, mudah terjangkit rindu, dasar candu.
Debu yang ku tiupkan ke matamu saja, bisa membawamu ketempat yang berbeda.
Aku ingin duduk di sofa era Victoria.
Berlatar lemari buku tua.
Beralas karpet persia.
Bercahayakan senja dari jendela.
Aku ingin membaca novel remaja.