Selamanya.
Bisakah kau bayangkan hari Minggu yang cerah, yang anginnya sejuk dan semilir, dengan aku yang duduk santai di teras belakang, lengkap dengan secangkir kopi hitam panas, sepiring pisang goreng manis, dan koran pagi yang masih hangat?
Bisakah kamu bayangkan malam-malam yang senyap, yang kadang mendung, kadang berbintang, dengan aku yang tertidur lelap di sampingmu, lengkap dengan dengkur halus yang kau benci tapi selalu dirindukan?
Bisakah kamu bayangkan aku yang berlutut di hadapanmu, dengan segenap harapan dan rencana yang ingin segera ku wujudkan hanya bersamamu, lengkap dengan satu pertanyaan yang hanya ku tujukan kepadamu?
Bisakah kamu bayangkan selamanya, di mana kita bergandengan tangan hingga kulit kita keriput dan kisut? Selamanya, ketika hitam mata kita memudar, namun hangat tatapmu tak lekang zaman. Dan aku akan selalu ada di sampingmu. Hari ini dan nanti.
Aku bisa. Selalu bisa. Karena dalam hidup yang singkat ini, asal bersamamu, semua sempurna.














