Pembohong
Lidah memang diciptakan untuk mengutarakan yg dipikirkan.
Tapi aku tak menyangka, semunafik itu lidah ini
Dimana mata lebih jujur daripada lidah,
Sikap juga lebih jujur daripada lidah,
Kenapa tak ingin mengakui?
Hanya sepatah kata saja, "nyaman"
Kenapa gamau bilang? "cemburu"
Kenapa gamau terus terang? "ayo bahagia bersama"
Kenapa kau hanya diam?
Kenapa kau tak pernah mengikuti kata hati?
Kenapa lebih membela ego dan pikiranmu?
Tersiksa? iya!
Ya, mungkin belum waktunya
Atau ada yang lebih indah?
Ya Allah, luruskanlah hati ini hanya menatap-Mu, jujurkanlah hati ini dengan cara-Mu











