Percayalah...saya nggak ada maksud bikin siapapun terluka. Nggak kamu. Nggak saya. Nggak siapapun.
Percayalah...setidaknya saya jadi belajar untuk berkomunikasi dengan lebih baik. Agar apa yang saya maksudkan, ditangkap sempurna oleh orang-orang yang mendengarkan. Maaf kalau yang kemarin cara saya salah.
Percayalah...saya kemarin memilih karna Allah. Berusaha menjalankan perintahNya dengan sempurna. Buat kita juga.
Percayalah...Allah nggak tidur, dan nggak akan aniaya. Dan apa yang sudah dituliskan, pasti terjadi sesuai yang IA kehendaki.
Semoga tahun depan bisa kutebus salahku. Kalau ternyata tidak...ini buat kamu.
*btw, ini tart cherry.

















