Egois.

izzy's playlists!

Origami Around
todays bird
Sweet Seals For You, Always
AnasAbdin
Peter Solarz

blake kathryn
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
I'd rather be in outer space 🛸
Not today Justin
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Cosimo Galluzzi
styofa doing anything
ojovivo
Sade Olutola

Kaledo Art

if i look back, i am lost

tannertan36

Kiana Khansmith
taylor price

seen from United States
seen from Canada

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Australia
seen from France

seen from United Kingdom
seen from Sweden
seen from United States
seen from Italy

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from Switzerland
seen from Germany
seen from Germany
seen from United Arab Emirates
seen from Türkiye

seen from United States
@aissyakira
Egois.
Tidak bisa diandalkan.
Aku mau semua diam dulu sebentar.
I desperately want to talk to someone who understand.
I want to be understood.
Terimakasih aku, sudah berhasil menidurkan anakku. Walaupun lewat 3 jam dari perkiraan awal. Walaupun lupa sikat gigi dan tidak berhasil talqinkan surat-surat pendek sampai tertidur seperti hari-hari sebelumnya. Walaupun lupa ajak bersyukur atas hari ini, lupa ajak berdoa untuk hari-hari esok. Melewatkan cium, peluk, dan sampaikan kalau aku sayang dan cinta dia, anakku, selalu. Terimakasih aku, karena telah berhasil tidak membentak dan hilang kesabaran saat dia menangis tidak berkesudahan dan hanya berhenti akhirnya karena kelelahan, kemudian tidur saja. Terimakasih aku, karena bisa menahan kakinya cukup tapi tidak terlalu keras sehingga dia tidak tersakiti, waktu amarahnya membuat dia menendang-nendangkan kakinya dan tidak disengajanya jadi menendangku.
Terimakasih juga aku, sudah berhasil menahan tidak ikut menangis sebelum dia tertidur pulas terlebih dulu.
Kali ini silakan menangis ya, aku, tapi besok bangun dan jadi lebih sabar lagi, lebih bisa lagi, lebih baik lagi, lebih kuat lagi lah, aku. Semoga Allah selalu bersamai dan mudahkan. Terimakasih Allah, telah Kau mampukan aku.
Nampaknya semua orang menikmati Sabtu malam sebegitu 'mudahnya'. Modal jalan aja, modal ayo, sudah begitu saja jadi. Sementara aku masih di balik pintu, mau mengisi Sabtu malam dengan sesederhana tidur pun harus bingung bagaimana caranya.
Halo, Tumblr!
“It was good, and nothing good is truly lost. It stays part of a person, becomes part of their character. So part of you goes everywhere with me. And part of me is yours, forever.”
— Rosamunde Pilcher
“Break in the hands of God, He’ll unbreak you. Break in the hands of people, you’ll remain forever broken. Break to no one, your heart will remain hard.”
— Yasmin Mogahed
“Some people, as far as your senses are concerned, just feel like home.”
— Nick Hornby
Nanti akhirnya yang Bandung akan kembali ke Bandung, yang Madura akan kembali ke Madura, yang Sukoharjo nemu Sukoharjo aja akhirnya bakal ke Surabaya. Yang Solo juga ga jaminan stay di Solo. Pingin bilang, kalian jangan pulang, atau kalian jangan pergi, tapi kok ga bisa. Haha siapa u ngatur-ngatur.
Bisa jadi ketidakberuntunganmu adalah implikasi dari banyaknya dosa dan sedikitnya do'a. See?
— Taufik Aulia
(1)
Kalau nanti akhirnya kita sepakat bertukar kunci,
sama-sama membuka diri
Lalu aku bisa bobol dan buncah segala-gala
Melapangkan yang mungkin penuh
Sehingga kamu nanti tahu lebih banyak,
atau bahkan sampai tahu semuanya,
maka masih kah kakimu tidak beranjak?
Bersedia tetap berada
Atau kah sebaliknya?
Senyummu justru akan menggusar,
pandanganmu mengalih,
langkahmu berbalik arah,
seperti yang lainnya
Kau tahu kenapa ketika melihat langit, hatimu terasa sejuk dan damai?
Sebab ketika dunia tak memberimu ruang, selalu ada ruang mengadu di langit.
Ketika yang di bumi tak peduli padamu, Yang di langit sangat-sangat menyayangimu.
—sebuah tulisan yang membuat saya diam, diam, diam dan seketika menjadi luruh. :’
Barakallaahu fyk, from snapgram @edgarhamas
Catatan Sang Musafir; Avi Zhahira Nida’
Dumbsku (minus 1 et causa lagi beredar di muka bumi, mumpung single katanya, moga bisa sampai kemana pun kamu mau meninggalkan jejak ya, Chik :* )
Sama mereka dari SD-SMP-SMA eh terus ternyata kepisah pas kuliah (akunya doang ih yang nyasar). Padahal dulu sempet merasa ga mau banget lah pisah sama mereka. Ga mau jauh, nanti aku sama siapa (padahal jauhnya juga cuma dimana haha). :“
Kataku tempo hari, "Kita ni aneh banget, sadar ga sih, gimana kalo suamimu gamau kamu temenan sama kita lagi gara-gara kita aneh?”, tapi kata Nad, “Kalo dia gamau nerima kalian aku gamau nerima dia juga lah”, di sela-sela obrolan kita yang akhirnya ada setelah lama tidak diadakan.
“Udah nih, gini aja? Ga mau lanjut kemana lagi? Udah nih, bener?”, dia bilang, saat satu harus kembali ke perantauan, satu harus kembali ke kesibukan, satu harus menyiapkan sesuatu, dan yang satu lagi bahkan belom ketemuan haha.
Dia bilang dia masih kangen. Dia yang satu lagi bilang dia udah kangen aja lha padahal barusan pisah. Ya jelas. Kita cuma ketemu 1 jam, dosisnya kurang. :( Untuk ke-tidakketemu-an yang mungkin akan berbulan-bulan.
Tapi aku tetep sama kok, tetep aku yang untuk kalian. Makanya kalian juga jangan beralih. Tetep jadi kalian yang buat aku. Biar kita anehnya kaya apa.
Solo-Karanganyar-Surabaya-Pare 21-01-2018
“If you expect nothing from somebody you are never disappointed.” — Sylvia Plath, The Bell Jar Apa yang kamu rasakan ketika bertemu seseorang untuk kali pertama? Sebagian besar dari kita akan langsung membuat ekspektasi. Melihat wajahnya berjanggut tipis, tetiba menyimpulkan; wah dia orang shalih. Melihat yang pakai jeans kucel, kita menyimpulkan; ah, ini mah orang kere madesu. Kalau kita terbiasa melihat sesuatu secara sekilas dan menyimpulkan dengan ekspektasi tinggi, seringkali ujungnya adalah kecewa. Begini kawan, yang namanya kepribadian itu berlapis. Ada yang kau lihat kali pertama menyenangkanmu, ujungnya ternyata dia tukang hutang. Ada yang kau lihat wajahnya tirus, dan ternyata ujungnya ia adalah manusia paling penyayang. Jika kamu tak berekspektasi tinggi pada siapapun yang kamu temui, kamu takkan pernah kecewa.
@edgarhamas (via edgarhamas)
Kepribadian itu berlapis
Be here now, Brian Ulrich