Karena hati—tidak selalu mendapatkan apa yang dia minta. Masih tersisa pilihan untuk mencintai apa yang dia punya..
Percayalah, diantara mereka yang pernah singgah, yang bertahan itulah rumah.
Misplaced Lens Cap

★

No title available

@theartofmadeline
Fai_Ryy
Show & Tell
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
trying on a metaphor
I'd rather be in outer space 🛸

Love Begins
todays bird
Sweet Seals For You, Always
art blog(derogatory)
official daine visual archive
The Bowery Presents
cherry valley forever
TVSTRANGERTHINGS

shark vs the universe
taylor price
𓃗
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from Indonesia
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from Malaysia
seen from United States
@aviliaarmianii
Karena hati—tidak selalu mendapatkan apa yang dia minta. Masih tersisa pilihan untuk mencintai apa yang dia punya..
Percayalah, diantara mereka yang pernah singgah, yang bertahan itulah rumah.
Ada yang rencananya digagalkan—karena ternyata di depan sana, keburukannya jauh lebih banyak.
Ada yang keinginannya ditunda—karena ternyata jika saat itu Allah ijabah, kondisinya sama sekali belum siap.
Ada yang hatinya dipatahkan—karena ternyata ada seseorang/sesuatu yang jauh lebih tepat.
Jika kita sudah yakin, bahwa segala sesuatu yang terjadi atas izin Allah, maka memang itulah yang terbaik.
Meski kenyataannya pada saat-saat itu kita begitu kecewa, terluka, marah, dan ‘mempertanyakan’ takdirNya—entah cepat atau lambat, kita akan menyadari. Kalau ternyata, ‘kegagalan’ itu memang yang terbaik.
Karena terkadang, wujud kasih sayang Allah tidak melulu dengan mewujudkan apa-apa yang kita inginkan. Tetapi memberikan apa yang kita butuhkan.
Tak ada bayi yang terlahir langsung bisa berlari. Tak ada burung yang seketika terbang tinggi, tanpa jatuh turun dari sarangnya :)
Bahwa menjadi dewasa ternyata, kita telah dan akan ‘melepaskan’ berbagai macam hal.
Menjadi dewasa ternyata sepi, dan sekaligus belajar apa itu ‘tenang’.
Lalu ajaibnya, meski telah dilepaskan. Kenangan itu tetap tertinggal. ‘mereka’ membuat kita tumbuh, dan belajar.
Dari sakit kita mengenal kata sembuh. Dari kecewa kita mengenal harap. Dari duka, kita mengenal suka. Terus, satu persatu. Mereka membantu kita tumbuh.
Sampai kapan?
Sampai nanti diusia senja—jika Allah izinkan—kita akan ‘tersenyum’ dan bergumam,
‘…ternyata, perjalananku sudah sejauh ini.’
‘…ternyata, sudah banyak yang aku lewati.’
Semoga, diperjalanan hidup kita yang hanya sekali ini—kita mendapatkan yang terbaik dari yang paling baik. Menemukan yang terindah dari yang paling indah.
Hingga di ujung perjalanan nanti, bukan penyesalan, melainkan rasa syukur dan bahagia. Karena terus bertahan, dan bertumbuh. Aamiin♥︎
Bahwa menjadi dewasa ternyata, kita telah dan akan ‘melepaskan’ berbagai macam hal.
Menjadi dewasa ternyata sepi, dan sekaligus belajar apa itu ‘tenang’.
Lalu ajaibnya, meski telah dilepaskan. Kenangan itu tetap tertinggal. ‘mereka’ membuat kita tumbuh, dan belajar.
Dari sakit kita mengenal kata sembuh. Dari kecewa kita mengenal harap. Dari duka, kita mengenal suka. Terus, satu persatu. Mereka membantu kita tumbuh.
Sedang berusaha buat engga overthinking tentang; hari ini mikirin besok, besok mikirin besoknya lagi dan besok besoknya lagi~
Lebih memilih untuk, yang penting hari ini selesai, yang penting hari ini udah terlewati, yang penting.. aku masih punya Allah.
Iya, karena aku masih punya Allah—aku yakin Allah akan berikan yang terbaik.
Perihal rezeki, tugas kita itu bukan mengatur; kapan datang, dijemput dimana—tapi tugas kita itu beriktiyar. Lakukan apa yang bisa kita lakukan. Selagi itu halal, selagi itu thoyyib.
Baca ini, Please!
Barusan liat video yang kurang lebihnya gini; ada Abang - Abang mau ngeprank kalo kehabisan bensin “siapa yang mau bantu dorongin motor sampe pom bensin dia depetin uang ini” tapi tulisan itu cuma bisa diliat di kamera alias kita yang nonton aja.
Satu orang lewat, skip. Gabisa bantu, karena katanya udah mau berangkat kerja. Terus ada satu orang bapak-bapak lagi, beliau juga mau kerja sebenernya, tapi pas tau si Abang ini kehabisan bensin, bapak ini mau bantuin dorong motornya si Abang.
“A, ini gapapa A ngedorongin?”
“Gapapa, sekalian mau berangkat kerja,”
“Beneran gapapa A?”
Sambil kuperhatikan, tangan si bapak ini ternyata lagi megang bungkus permen yang udah kosong. Kalau diliat-liat dari muka si bapak yang udah diwarnain silver ini sih, kita bisa nebak kan ya beliau mau berangkat kerjanya kemana~ (?) yups, ke jalanan.
“Iya, mau sekalian ke rumah sakit juga, istri di rumah sakit.”
Ternyata, setelah kutonton videonya sampai selese, istri si bapak ini habis lahiran. Tapi masih ditahan di rumah sakit karena belum bisa bayar biaya lahiran. Totalnya 3 jt tapi dikasih keringanan suruh bayar setengahnya aja.
Dan disaat seterdesak itu, se-nol itu dia pegang uang, si Bapak ini masih mau bantuin orang lain.
Dan, hamba Allah yang satu ini juga, dengan percayanya sama Allah kalau bakal bisa bayar semua itu meski cuma bawa satu bungkus permen yang kosong. 😭😭
And see? Apa yang bapak ini yakinin bener-bener terjadi. Iya, merinding banget. Ngga ada kata kebetulan. Rezeki itu memang semisterius itu. Semua udah Allah tetapkan. Akhirnya si Bapak bisa bawa pulang istri dan anggota keluarga baru si bayi yang sangat menggemaskan itu pulang ke rumah! Hiks~
Selalu merinding, selalu takjub kalau lagi bahas soal rezeki. Selalu berujung nangis sesenggukan, karena cara Allah mengantarkan rezeki itu tuh setidak-bisa-ditebak itu, maa syaa Allah!
Pelajaran yang bisa diambil? Tolonglah orang lain disaat kita bisa menolong mereka. Karena disaat kita berbuat baik kepada orang lain, sebenarnya kita hanya sedang berbuat baik pada diri kita sendiri. Dan perihal rezeki, tugas kita itu bukan mengatur; kapan datang, dijemput dimana—tapi tugas kita itu berikhtiyar. Lakukan apa yang bisa kita lakukan, selagi itu halal, selagi itu thoyyib. Dan satu lagi yang terpenting; jangan berputus asa kepada Allah! :”))
Tidak semua yang berangkat pagi pulang malam itu mengejar dunia, tidak semua yang memutuskan merantau jauh juga gila dunia. Perlu kita garis bawahi, bahwa; kita tidak tau apa-apa tentang tujuan dan target hidup mereka. Dan kita juga tidak pernah tau bagaimana rapihnya mereka menyembunyikan ibadah mereka. Maa syaa Allah~
Kita sepakat, kan? Kalau ibadah haji, umroh, berkurban, infaq dan shodaqoh juga memerlukan harta dunia. :”)
Ya Allah, mampukanlah kami meletakan dunia itu dalam genggaman tangan kami dan akhirat dalam jiwa kami. Aamiin Allahumma aamiin.. :”)
Indahnya islam adalah mengajarkan; bahwa rezeki maupun keinginan—harus kita jemput dengan ikhtiyar dan berdoa. Menyadarkan kita bahwa, sekeras apapun berusaha jika tidak diimbangi dengan doa maka akan terasa sangat jauh pencapaiannya.
Dan dengan berdoa, semua yang terasa tidak mungkin, akan menjadi mungkin. Bagaimana tidak? Lha wong semua yang di dunia ini milik Allah, kok.
Berhenti menormalisasi mereka yang menggunakan kata “baperan amat” sebagai senjata. Entah siapapun dan apapun yang keberadaannya mengusikmu, perkataannya menyakitimu, bercandanya melukaimu—kamu berhak untuk berhenti dan membela dirimu.
Hubungan yang sehat itu hubungan yang dibangun atas dasar ; rasa saling mengerti, dan menjaga. Jika ada salah satu pihak yang terluka, bukan bercanda namanya.
Tenang yang paling tenang ialah, ketika hati kita mampu memaafkan mereka yang pernah berbuat jahat kepada kita. Kita tidak melupakannya, tapi kita tau—bahwa Allah adalah sebaik-baik hakim diantara kita. Biarkan ‘tangan’ Allah yang bekerja.
Tenang yang paling tenang ialah, ketika hati kita mampu menerima apa yang sudah Allah gariskan untuk hidup kita. Kita tidak menggerutinya, kita sepenuhnya yakin—bahwa Allah Maha Tahu mana yang terbaik untuk hidup kita.
Perjalanan jauh itu, untuk mencapai ketenangan itu, mampukan aku ya Allah.. karena bahkan, untuk beribadah dan mendekatkan diriku pada-Mu; aku memohon Pertolongan-Mu.. :”))
Sebuah pengingat yang membuat langkahku menjadi jauh lebih ringan,
“Sesederhana daun-daun yang jatuh dan berguguran pun sudah diatur dengan baik oleh Allah—apalagi dengan setiap urusan hambaNya.”
Pertemuan, perpisahan, meski terkadang tidak sesuai yang kita harapkan—jangan lupakan, bahwa semua itu terjadi atas kehendak Tuhan.
Meski terkadang kita menyesali pertemuan yang berakhir dengan tidak baik, perpisahan yang meninggalkan luka yang mendalam—Allah izinkan, agar itu menjadi sebuah pembelajaran.
Berdo’alah kepada Allah sampai hatimu merasa—hanya dengan meminta kepadaNya, harapanmu tidak pernah sia-sia.
….karena memang hanya Allah yang mampu merubah hal yang mustahil, menjadi sesuatu yang bisa dengan mudahnya terwujud, jika Dia telah Menghendakinya.
Kapan Allah Menghendakinya? Saat dirimu sudah siap dengan apa yang kau pinta. Saat dirimu sudah mampu menerima apa yang kau mau.
Yakinkah kau mampu menjaga apa yang kau pinta saat dirimu ternyata belum benar-benar siap menerimanya?
Menunduk. Benar-benar sebuah nasihat yang saat aku mendengarnya membuat diriku tertunduk. Malu.
Maka bersabarlah saat berdo’a, berprasangka baiklah pada setiap Ketetapan-Nya.
Berdo’alah kepada Allah sampai hatimu merasa—hanya dengan meminta kepadaNya, harapanmu tidak pernah sia-sia.
….karena memang hanya Allah yang mampu merubah hal yang mustahil, menjadi sesuatu yang bisa dengan mudahnya terwujud, jika Dia telah Menghendakinya.
Mari berjuang, mari menata ulang yang sudah hancur berantakan.
Walaupun kita gatau jauh atau dekat, pasti Allah sudah siapkan jalan keluar.
Bahkan seekor laba-laba yang mambentangkan sarangnya di sudut jendela kaca一Allah tetap datangkan rezekinya. Maka apalagi manusia, yang dengan sempurnanya telah Allah ciptakan kumplit dengan daya pikirnya?
Tugas kita adalah berikhtiyar, upayakan apa yang bisa kita lakukan.
Mau serumit apapun masalahnya, sejauh apapun jaraknya, sesulit apapun jalannya, jika Allah takdirkan seseorang itu menjadi jodoh kita, maka pasti ujungnya akan bertemu juga.
Pun sebaliknya, mau sesering apapun bersama, sedalam apapun mencinta, jika Allah takdirkan tidak bersama maka tak akan pernah bersatu pada akhirnya. Ada saja halangannya, ada saja pemisahnya.