Mendaki memang repot, tapi bukankah repot itu wajibnya hidup ?
"Mendaki adalah perjalanan spiritual, saat mendaki kau akan mengenal dirimu dan Tuhan", begitulah ungkapan seseorang yang sedang kesengsem dengan yang namanya mendaki. Mendaki gunung itu bisa menjadi obat mujarab dari kesibukan sehari-hari yang membuat penat. Mendaki gunung adalah kegiatan seseorang berjalan ke arah puncak gunung dengan melewati jalan yang beragam, kadang naik kadang turun, kadang landai sering juga curam, hutan lebat, cuaca tak menentu. Disitu seseorang akan dijauhkan dari keluh kesah sehari-hari, sebab dalam pendakian yang dihadapi lebih menantang tapi juga indah. Maka sekarang mendaki gunung mulai populer, ditambah dengan kemajuan teknologi yang membuat kegiatan mendaki semacam perburuan tempat-tempat yang menawan. Bahkan menjadi gaya hidup dengan memajang foto-foto pendakian di media sosial.
Tetapi tak jarang beberapa orang masih enggan mendaki gunung karena menganggap mendaki gunung itu merepotkan. Benarkah mendaki gunung itu merepotkan ?. Maka aku jelaskan bahwa mendaki gunung memang merepotkan. Tapi bukannya kerepotan itu wajibnya hidup ?, memangnya dengan tidak mendaki gunung hidup tak lagi repot ?. Poin sebenarnya bukan pada repotnya mendaki gunung, tapi cara pandang kita menempatkan kerepotan sebagai kendala. Sederhana saja seandainya kerja itu merepotkan maka kerja itu adalah hal yang berat. Lantas apa kamu bakal ndak kerja ?. Nah !, maka dari itu mendaki itu memang merepotkan, cuma kerepotan itu adalah sebuah kesadaran untuk kesiapan. Banyak sekali terjadi seseorang mencoba menyepelekan kerepotan mendaki, justru membawa kerugian. Banyak pendaki karena tidak membawa perlengkapan gagal mencapai puncak, cidera, tersesat, dan tak jarang sampai kehilangan nyawa.
Perlengkapan mendaki gunung adalah salah satu syarat utama yang harus dibawa seseorang agar mendaki gunung bisa aman, sehingga mendaki bisa menjadi perjalanan yang nyaman. Untuk apa capek - capek jalan kaki kalau justru hanya dijejali keluh kesah karena kurangnya persiapan. Mendaki gunung itu asik, dan seharusnya nyaman. Oleh karena itu kita perlu tahu perlengkapan mendaki gunung apa saja.
Berikut daftar perlengkapan pendakian yang harus dibawa ketika mendaki gunung :
Sepatu : yang namanya mendaki kan jalan kaki, jelas kaki harus bersepatu supaya ketika jalan bisa nyaman. Tapi poin yang lebih utama adalah aman. Sepatu untuk mendaki yang baik adalah sepatu tracking, sebab memang didesain untuk jalan di medan berat. Jenisnya pun macam - macam dengan kualitas dan harga yang beragam. Jika menggunakan sandal ketika mendaki tidak aman, sebab berjalan menggunakan sandal lebih menguras energi untuk menanjak dan ketika turun.
Tas ransel / carier : tas ransel atau carier merupakan wadah segala bekal bekal dan peralatan selama pendakian. Kan ya ndak mungkin mendaki bawa tas kresek atau karung. Nah jaman sekarang banyak sekali pilihan tas ransel untuk mendaki gunung dengan berbagai fitur yang ditawarkan. Tapi yang penting adalah kapasitas, kenyamanan, dan kekuatan tas yang perlu diperhatikan. Dan ada hubungannya dengan cara packing perlengkapan.
Sleeping bag : sleeping bag atau ada yang menyebut kantong tidur ini sangat vital. Sebab yang namanya gunung itu dingin. Jangan samakan dengan selimut atau sarung, sebab sleeping bag sudah didesain untuk digunakan di gunung. Kedinginan digunung juga bisa membahayakan, bisa beresiko terkena mountainsickness.
Senter / headlamp : penerangan sangat dibutuhkan ketika mendaki gunung, terutama ketika malam hari. Sebab yang namanya gunung kondisi medannya ektrem. Lebih disarankan menggunakan headlamp sebab tidak mengganggu fungsi tangan.
Tenda : tenda merupakan shelter sementara di gunung. Di gunung tidak ada kamar-kamar yang disewakan, hanya hamparan tanah, berangin. Nah kalau nekat tidak bawa tenda mau istirahat dimana ?. Tenda untuk mendaki juga beragam, disarankan menggunakan double layer sebab resiko kondensasi minim, sehingga di dalam tenda tidak mengembun. Jadi pakaian dan bekal di dalam tenda tidak basah
Pakaian : pakaian untuk mendaki gunung juga perlu diperhatikan, jangan pakai bahan jeans sebab menyerap dingin, dan ketika basah lama kering. Usahakan pakai bahan kain yang memberi sirkulasi lebih, sebab ketika berjalan kondisi tubuh akan panas. Cari kain yang kuat tapi ringan. Outfit mendaki gunung banyak dijual ditoko. Bahkan ada yang menggunakan system layer. Untuk baju gunakan baju berlengan panjang. Jangan pakai celana pendek.
Alat masak : digunung kita butuh makan, dan tidak ada warung maupun market. Jadi harus masak sendiri. Nah alat masak untuk mendaki gunung di desain mudah dibawa kemana-mana. Kompor portable, cooking set, dkk. Jadi sekalipun mendaki gunung harus tetap sadar kalau saatnya makan ya makan, okey!
Obat2an : digunung jauh dari fasum, jadi perlu mempersiapkan diri jika terjadi kondisi tidak diinginkan. Seperti misal kondisi yang sering terjadi adalah cidera otot, demam, luka lecet. Maka perlu membawa obat2an atau P3K yang standart. Dan jika memiliki penyakit pribadi maka harus bawa obatnya.
Survival kit : adalah alat2 yang digunakan untuk kondisi darurat. Biasanya berisi kompas mini, peluir, pisau lipar, dan alat2 yang berguna jika terjadi kondisi yang tidak diinginka semisal tersesat, lalu harus bertahan hidup.
Perlengkapan di atas adalah perlengkapan vital, diluar perlengkapan lain yang sifatnya melengkapi kebutuhan saat pendakian. Pada kesempatan lain akan diulas mengenai perlengkapan lengkap pada pendakian.
Diluar perlengkapan pendakian, kenyamanan mendaki juga perlu ditunjang dengan fisik yang baik, mental yang tangguh, juga wawasan mengenai pendakian gunung. Jadi mendaki gunung adalah simulasi yang paling mendekati problema hidup yang dihadapi sehari-hari. Hidup tanpa persiapan akan gedandapan. Lupa kunci, laptop ketinggalan, dompet dimana!
āPersiapkan, laksanakan!, hidupmu bakal tak merepotkan lagi!ā











